Thursday, November 30, 2017

PEPAYA MUDA DAN DAUN PEPAYA PEMECAH PROTEIN DAN ANTIKANKER


Sebagai negara agraris yang kaya akan tanaman, Indonesia memiliki beragam jenis buah dan sayuran. Salah satu jenisnya adalah pepaya yang telah lama berkembang di daerah Indonesia dan dikenal sebagai tanaman tropis. Banyak yang mengenal pepaya sebagai buah yang lezat. Apalagi jika sudah matang dengan daging buahnya yang lunak, berwarna merah dan berasa manis. Selain sebagai buah, pepaya yang masih muda juga bisa dimanfaatkan sebagai sayur.
Tanaman yang bernama latin Carica pepaya L. Ini berasal dari Amerika Tengah. Tanaman ini mudah tumbuh di mana saja, jadi tak mengherankan jika dapat menemukan pepaya dengan mudah. Sentra produksi pepaya di Indonesia terletak di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Bali dan NTB.
Selain buahnya, bagian lain dari pepaya yang dapat digunakan adalah daunnya. Bahkan, hampir semua bagian dari buah pepaya ini bermanfaat. Tak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai obat dan industri. Mulai dari akar, batang, daun, kuntum bunga, buah, kulit pohon, sampai getahnya. Banyak orang yang tidak menyukai daun pepaya karena rasa pahitnya. Padahal, di balik rasa pahitnya itulah tersembunyi manfaat daun pepaya yang tak kalah dari buahnya.
                daun pepaya mengandung enzim proteolitik untuk meningkatkan nafsu makan

Kandungan Gizi Pepaya
Pepaya muda memiliki kandungan gizi yang berbeda dibandingkan dengan kandungan gizi yang terdapat pada pepaya yang sudah matang. Bahkan, yang mengejutkan adalah kandungan zat gizi pada pepaya muda lebih tinggi daripada kandungan zat gizi pada buah pepaya yang sudah matang. Kandungan ini berbeda pada daun pepaya.


Kandungan zat gizi pepaya muda dan daun pepaya per 100 gram
Kandungan Gizi                 Pepaya Muda                    Daun Pepaya
Energi (kcal)                          26                                         79
Protein (gram)                       2,1                                          8
Lemak (gram)                       0,1                                          2
Karbohidrat (gram)               4,9                                        11,9
Kalsium (mg)                        50                                         353
Fosfor (mg)                           16                                           63
Fe (mg)                                 0                                              1
Vitamin A (SI/mg)               50                                          18250
Vitamin B (mg)                    0,02                                        0,15
Vitamin C (mg)                   19                                            140
BDD (%)                             76                                            71

Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai manfaat pepaya yang telah matang. Contohnya kandungan vitaminnya yang tinggi, yaitu vitamin C dan vitamin A. Kandungan vitamin A pada buah pepaya matang lebih tinggi daripada wortel. Sementara kandungan vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Keistimewaan lain dari pepaya adalah adanya senyawa zat aktif yang memberi efek positif. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

Papain, Enzim Pemecah Protein dan Antiseptik
Getah pepaya yang berwarna putih mengandung enzim pemecah protein atau yang biasa disebut dengan enzim proteolitik. Enzim inilah yang diduga berperan dalam meningkatkan nafsu makan. Selain itu, papain juga memiliki peran dalam memecah protein menjadi arginin. Arginin adalah salah satu asam amino yang dalam kondisi normal tidak dapat diproduksi tubuh dan bisa diperoleh melalui makanan seperti telur dan ragi.
Papain juga berfungsi membantu pengaturan asam amino dan mengeluarkan racun tubuh. Melalui fungsi ini, secara otomatis sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan. Papain yang terdapat dalam daun pepaya ini telah banyak dimanfaatkan oleh orang-orang zaman dahulu sebagai bahan pelunak daging. Serat-serat dalam daging yang sulit dicerna ini dapat dipecah oleh enzim papain, terutama daging kambing dan sapi yang akan diolah menjadi makanan lain.
Tidak hanya itu, papain pun memiliki sifat antiseptik dan membantu mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam usus. Papain dapat digunakan untuk menormalkan pH usus dan menjadikan keadaan flora dalam usus menjadi normal. Papain ini dapat ditemukan di seluruh bagian pepaya, baik kulit, buah, maupun bijinya.
Terkait dengan fungsi papain dalam pepaya yang dapat memecah protein, terdapat juga mitos yang tersebar di masyarakat bahwa pepaya memiliki efek dalam menggugurkan kandungan. Bahkan, di beberapa daerah seperti Papua Nugini dan Peru, pepaya dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi.

Karpain, Antikanker
Senyawa aktif yang satu ini juga terdapat di dalam getah putih pepaya yang berpeluang sebagai zat antikanker. Journal Society of Biology pernah mengutip hasil penelitian yang dilakukan oleh Bouchut bahwa daun pepaya memiliki sifat antitumor dan antikanker.
Karpain secara kimia dijelaskan sebagai alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai maetulen. Senyawa ini berperan dalam menghambat kerja beberapa mirkoorganisme yang mengganggu fungsi pencernaan. Tak hanya itu, 50 asam amino yang penting dalam tubuh ternyata juga  terkandung dalam getah pepaya tersebut. Jadi mulai saat ini, tak usah membersihkan getah putih yang terdapat dalam pepaya saat ingin menyaantapnya jika tak ingin kehilangan beribu manfaat di dalammnya.


CARA TEPAT MENGKONSUMSI PARE


Walaupun manfaat dari pare tak terhitung banyaknya, konsumsi pare tetap harus diatur dan dibatasi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kosumsi pare dalam jangka panjang, baik dalam bentuk jus, lalap ataupun sayur, dapat mematikan sperma, memicu impotensi, merusak buah zakar dan hormon pria. Bahkan, konsumsi pare berlebihan berpotensi merusak liver.
Pada percobaan yang dilakukan pada tikus, pemberian jus pare secara berlebihan menyebabkan keguguran. Biji pare yang mengandung triterponoid memiliki aktivitas anti-spermatozoa. Penggunaan biji pare secara tradisional yang digunakan sebagai anti-HIV dapat mengakibatkan interfilitas pada pria. Namun, semua efek negatif itu tidak akan terjadi jika konsumsi pare diatur jumlahnya.

Bagian yang biasa dikonsumsi dari pare adalah daging buahnya. Ada juga yang mengolah biji pare untuk dikonsumsi menjadi sayur maupun diolah menjadi tablet yang berfungsi sebagai obat. Dari seluruh bagian pare, ternyata hanya 77% bagian yang dapat dimakan. Biasanya pare diolah menjadi sayuran, seperti ditumis dan lalapan. Ada juga beberapa cara pengolahan pare untuk dikonsumsi seperti menjadi jus pare atau bahan ekstrak pare dan tablet pare sebagai obat.

ANDA HARUS TAHU!
Rasa pahit pada pare ternyata mengandung cucurbitaci yang berperan dalam menghambat perubahan sel leukimia. Selain itu, zat tersebut juga daapt memberikan efek menurunkan kadar gula darah.

Menu Olahan Pare

Pare Isi Tenggiri
Bahan
§ 250 gram pare, potong melintang 3 cm, buang isinya
§ 2 lembar daun salam
§ 1 ruas jari lengkuas, memarkan
§ 2 sdm minyak untuk menumis
§ 300 ml santan kental


Bahan Isi
§ 250 gram ikan tenggiri, haluskan
§ 4 siung bawang putih, haluskan
§ ½ sdt merica bubuk
§ ½ sdt gula paasir
§ ½ sdt garam
§ 1 buah putih telur

Bumbu yang Dihaluskan
§ 5 buah cabai merah
§ 3 butir kemiri sangrai
§ 5 buah bawang merah
§ 3 siung bawang putih
§ 1 sdt garam
§ 1 sdt gula pasir

Cara Membuat
1.    Campurkan semua bahan isi. Aduk hingga tercampur rata
2.    Masukkan adonan isi ke dalam potongan pare, padatkan. Kukus hingga matang
3.    Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum. Tambahkan daun salam dan lengkuas, aduk rata. Tuangkan santan, masak hingga mendidih
4.    Masukkan pare, masak sebentar, angkat. Sajikan selagi hangat

Untuk 5 porsi
Nilai gizi per porsi
Energi                 : 290,1 kcal (57,1%)
Karbohidrat        : 15,1 gram (4,3%)
Protein                : 12, 8 gram (25,5%)
Lemak                 : 21,5 gram (36,5%)

Para ini tenggiri adalah masakan yang cocok bagi penderita dispepsia dan konstipasi. Selain itu, masakan ini cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes melitus tipe-2



PARE ANTIDIABETES ANDAL


Walaupun terkenal karena rasa pahitnya, paria atau pare tetap menjadi kesukaan banyak orang. Tanaman dengan nama latin Momordica charantia L ini tergolong bangsa Cucurbitaceae dan banyak ditemukan di daerah tropis yang penyebarannya meliputi Cina, India dan Asia Tenggara. Daun pare yang berbentuk menyerupai jari dengan bunga berwarna kuning biasa digunakan sebagai pengobatan.
Pare tumbuh dengan cara menjalar atau meranbat. Butuh waktu satu tahun untuk tanaman ini berkembang sebelum dapat dikonsumsi. Budi daya pare tegolong mudah dan tidak tergantung musim. Pare dapat tumbuh baik di dataran rendah dan ditemukan liar di tanah terlantar atau tegalan. Pare juga dapat dibudidayakan atau ditanam di pekarangan. Tanaman ini memang tidak memerlukan banyak sinar matahari dan dapat tumbuh subur di tempat yang agak terlindungi.
Ada tiga jenis yang sering ditemui, yaitu pare gajih, pare kodok dan pare hutan. Masing-masing memiliki ciri-ciri yang berbeda, seperti berikut.
Pare Gajih
Pare gajih berasal dari India atau Afrika. Pare jenis ini berdaging tebal dengan warna buah hijau muda atau keputihan. Bentuk buahnya besar dan panjang dengan rasa yang tidak begitu pahit dengan bobot 200-500 gram. Para jenis ini paling banyak disuka dan dibudidayakan.
Pare Hijau
Pare hijau memiliki bentuk lonjong, kecil dan berwarna hijau dengan bintil halus pada permukaannya. Pare ini memiliki berbagai macam jenis, seperti pare ayam, pare kodok, pare serta, pare alas atau pare ginggae. Dari ketiga jenis pare tersebut, pare ayam merupakan jenis yang sering ditanam. Rasa pare hijau ini pahit dengan daging buah yang tipis.

Pare Impor
Pare impor berasal dari taiwan. Pare jenis ini memiliki tiga varietas. Benih pare impor ini termasuk dalam hybrid final stock, yaitu tidak dapat menghasilkan bibit baru setelah ditanam. Jika dipaksakan, malah akan menghasilkan produksi yang menyimpang dari aslinya dengan kualitas yang tidak bagus.

Pare Belut
Pare belut ini kurang populer dibandingkan dengan ketiga jenis pare lainnya. Bentuk pare belut memanjang seperti belut dengan panjang 30-110 cm dan diameter 4-8 cm. Walaupun begitu, setelah diolah menjadi masakan, pare ini pun banyak disukai.
Pare memiliki banyak nama lain, seperti M. Balsamina, Blanco, M. Blasamina, Descourt, Lindi. Di beberapa daerah pun pare ini juga memiliki berbagai sebutan khas, seperti prien (Gayo), paria (Batak, Toba), kambeh (Minangkabau), paria (Sunda), Payu (Bali), paria (Bugis) dan Kepari (Ternate).

pare sebagai antidiabetes aktivitas lektin yang ada dalam pare menyerupai insulin  yang dapat menurunkan gula darah


Kandungan Gizi Pare
Berikut kandungan gizi pada buah pare dan daun pare dalam 100 gram bahan

Kandungan zat gizi pare dan daun pare per 100 gram bahan
Zat Gizi                             Buah Pare                           Daun Pare
Air (g)                                 91,2                                        80
Kalori (g)                            29                                           44
Protein (g)                          1,1                                          5,6
Lemak (g)                           1,1                                          0,4
Karbohidrat (g)                   0,5                                          12
Kalsium (mg)                      45                                           264
Zat Besi (mg)                      1,4                                          5
Fosfor (mg)                        64                                           666
Vitamin A (SI/mg)             18                                           5,1
Vitamin B (mg)                  0,08                                        0,05
Vitamin C (mg)                  52                                           170
Folasan (mg)                        0                                             88

Di balik rasa pahitnya, pare menyimpan berbagai macam manfaat yang mengungtungkan bagi kesehatan. Banyak yang tidak menyukai pare karena rasa pahit yang terkandung di dalamnya, padahal rasa pahit inilah yang justru menyimpan manfaat. Beberapa manfaat pare adalah merangsang nafsu makan, menyembuhkan penyakit kuning, memperlancar pencernaan dan obat malaria.

Si Pahit Obat Cacing
Pare memiliki khasiata dalam melancarkan pencernaan, menyembuhkan dispepsia dan menyembuhkan konstipasi. Ekstrak pare juga dikenal memiliki efek antihelmintik dan dimanfaatkan untuk melawan cacing nematode Caenorhabditis elegans. Bahkan di Togo, pare digunakan sebagai obat tradisional penyembuh saluran pencernaan akibat cacing tersebut.

Si Pahit Antimalaria
Khasiat pare sebagai antimalaria telah dikenal di Guyana. Cara pengo;ahannya dengan merebus pare kemudian dimasak dengan menggunakan bumbu dan bawang yang dikenal sebagai corolla.

Si Pahit Antikanker
Sebagai antikanker, pare mengandung senyawa 15, 16-dihydroxy-1-eleostearic, acid yang diekstraksi. Menurut penelitian yang telah dilakukan, senyawa-senyawa ini dapat menginduksikan apoptosis dari sel leukimia secara in vitro.
Si Pahit Anti-HIV
Konsumsi pare secara teratur juga dapat memperlambat perkembangan virus HIV pada orang yang terinveksi. Anti-HIV dalam pare didapatkan dari kandungan alpha-momorchin, beta-momorchin dan MAP30. Peranan buah pare dalam menghambat perubahan sel ini juga dipengaruhi oleh rasa pahit pare yang mengandung cucurbitacin (momordikosida K dan L).

Si Pahit Antidiabetes
Manfaat lain dari dare adalah sebagai antidiabetes. Para dapat mencegah dan melawan penyakit diabetes melitus tipe-2. Manfaat ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan pada tahun 1962 oleh Lolitkar dan Rao yang mengekstraksi suatu zat tumbuhan yang diberi nama charantin. Zat ini memiliki efek hipoglikemik pada kelinci normal dan kelinci yang mengalami diabetes.
Peran pare sebagai efek antidiabetes merupakan pengaruh dari kandungan lektin yang memiliki aktivitas pada insulin. Lektin menurunkan konsentrasi glukosa darah dengan bekerja pada jaringan periferal yang fungsinya sama seperti efek insulin pada otak dalam menekan nafsu makan. Campuran flavonoid dan alkaloid pada pare menyebabkan pankreas memproduksi insulin lebih banyak untuk mengontrol gula darah penderita diabetes. Tak hanya itu, senyawa aktif saponin, karantin dan glikosida dan cucurbitacin pada pare memiliki efek menurunkan kadar gula darah.

Si Pahit Antioksidan
Ekstrak pare juga telah terbukti mengandung antioksidan. Aktivitas ini muncul saat ekstrak pare direbus menunjukkan perbedaan penting dalam menangkap radikal bebas. Esktrak yang diperoleh dengan maserasi dingin dengan ekstrak yang diperoleh dengan cara panas menunjukkan perbedaan signifikan karena adanya perubahan komposisi kimis tumbuhan selama proses pemanasan. Proses inilah yang meningkatkan jumlah komponen antioksidan.


CARA TEPAT MENGKONSUMSI PAPRIKA


Paprika dapat dimanfaatkan hampir seluruh bagian buahnya. Selain sebagai makanan yang bisa dikonsumsi, paprika juga digunakan sebagai garnish suatu makanan karena warnanya yang menarik.
Seperti cabai, paprika umumnya digunakan sebagai bumbu penyedap atau bahan masakan. Zat antosianin pada paprika juga bisa digunakan sebagai zat pewarna makanan alami. Zat ini memiliki keunggulan dibandingkan pewarna makanan yang berasal dari sumber makanan lain, yaitu lebih tahan terhadap suhu tinggi dan stabil pada kisaran pH lebar, yaitu 1 sampai 9.


ANDA HARUS TAHU!
Jika dibandingkan dengan jenis paprika yang lain, paprika merah memiliki vitamin C yang paling tinggi. Kandungan betakaroten dari paprika merah pun lebih unggul daripada paprika hijau, yaitu sembilan kali lipat lebih besar.


Menu Olahan Paprika

Ayam Masak Paprika
Bahan
§ 250 gram daging ayam tanpa tulang, potong dadu
§ 250 gram paprika merah, potong segitiga
§ 5 siung bawang putih, cincang halus
§ 1 buah bawang bombai, iris tipis
§ 2 sdm saus tiram
§ 1 sdt gula pasir
§ 300 ml air

Cara Membuat
1.    Tumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum
2.    Masukkan ayam, saus tiram dan gula. Aduk-aduk hingga berubah warna
3.    Masukkan semua paprika, aduk-aduk hingga layu
4.    Tambahkan air, masak hingga semua bahan matang dan air habis. Angkat, sajikan.

Untuk 5 porsi
Nilai gizi per porsi
Energi                 : 150,4 kcal (24,7%)
Karbohidrat        : 3,1 gram (1,2%)
Protein                : 13,8 gram (23,6%)
Lemak                : 9,5 gram (13,6%)


Ayam masak paprika cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang menderita influenza guna meninngkatkan daya tahan tubuh.

   antosianin atau pigmen warna merah dalam paprika, memiliki efek antioksidan seperti vitamin C

PAPRIKA MERAH PELAWAN RADIKAL BEBAS


Paprika masih termasuk dalam keluarga cabai. Paprika merah merupakan salah satu tipe dari cabai besar yang berasal dari suku terung-terungan (Solanaceae). Paprika (Capsicum annum varietas Athena) berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang telah dibudidayakan sebelum Columbus mendarat di benua tersebut. Paprika menyebar ke Eropa dan Asia pada tahun 1500. Di Indonesia, paprika baru mulai dibudidayakan pada tahun 1990.

Negara penghasil paprika adalah Bulgaria, Hungaria, Maroko, Portugal, Spanyol, Serbia dan Montenegro. Di Indonesia, salah sayu tempat yang menjadi pusat penanaman paprika adalah daerah Jawa Barat.
Berdasarkan ukuran buah, paprika dibedakan menjadi empat, yaitu kecil (diameter buah 6,5-8cm, bobot buah 120-160 gram), sedang (diameter buah 7,5-9,5 cm, bobot buah 160-200 gram), besar (diameter buah 9-11 cm, bobot buah > 250 gram). Sedangkan menurut warnanya, paprika dibagi menjadi empat jenis yaitu merah, hijau, kuning dan oranye. Dari keempat jenis paprika ini, paprika merah memiliki kandungan gizi tertinggi.
Untuk tumbuh dengan baik, paprika membutuhkan kondisi agroklimat yang sesuai. Paprika dapat ditanam di daerah dataran tinggi. Pembudidayaan paprika dilakukan selama setahun di daerah yang beriklim subtropis. Jika ditanam di daerah tropis, paprika membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berkembang. Paprika membutuhkan kondisi tertentu untuk pertumbuhannya, yaitu pada suhu 24-30 derajat Celcius pada siang hari dan 9-12 derajat Celcius pada malam hari. Namun, paprika masih bisa bertahan pada suhu 38 derajat Celcius.
Paprika termasuk sayuran buah yang mudah rusak (perishable food). Setelah dipanen, paprika akan mengalami perubahan kimia, fisik, serta organoleptik. Hal ini disebabkan aktivitas fisiologis yang masih tetap berjalan, antara lain respirasi. Paprika yang sudah dipetik masih mungkin mengalami senescence dan pembusukan. Dari bentuknya, paprika dibagi menjadi dua, yaitu paprika dengan bentuk blok (blocky) atau lonceng (bell) dan paprika denga bentuk lonjong (lamujo).

Kandungan Gizi Paprika
Paprika memang mengandung sedikit protein, lemak dan gula. Sebaliknya, paprika banyak mengandung karoten dan sumber vitamin C. Bahkan, kandungan vitamin C pada paprika jauh lebih tinggi daripada vitamin C pada buah jeruk. Berikut kandungan gizi paprika secara umum per 100 gram.
                     paprika merah memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi daripada jeruk

Kandungan gizi paprika per 100 gram bahan
Kandungan gizi              Paprika Merah                   Paprika Hijau                      Paprika Kuning
Protein (g)                          0,99                                       0,86                                     1
Lemak total (g)                   0,3                                         0,17                                    0,21
Karbohidrat (g)                  6,03                                        4,64                                    6,32
Vitamin C (mg)                  190                                        0,06                                     183,5
Vitamin A (IU)                   3,131                                     0,37                                      200

Sumber Vitamin C Tinggi, Melawan Radikal Bebas
Paprika memiliki banyak manfaat jika dilihat dari zat kimia yang terkandung di dalamnya. Di antara jenis paprika yang ada, paprika merah memiliki kandungan vitamin C yang paling tinggi. Kandungan betakaroten daripada paprika merah pun lebih unggul dari paprika hijau, yaitu sembilan kali lipat lebih besar.
Sebagian besar kandungan vitamin C pada paprika merah ini terkonsentrasi pada bagian dekat kulit. Vitamin C dikenal karena manfaatnya sebagai antioksidan yang berperan dalam melawan radikal bebas. Selain vitamin C, paprika merah juga mengandung vitamin A yang cukup tinggi. Betakaroten dalam vitamin A pun memiliki peranan penting dalam mencerdaskan otak.

Antosianin, Pewarna Alami dan Antioksidan
Selain vitamin, paprika juga mengandung antosianin, pigmen yang larut air ini bertanggung jawab terhadap warna biru, ungu, violet, magenta, merah dan oranye yang muncul pada tanaman. Zai ini aman dikonsumsi karena tidak beracun dan tidak menimbulkan mutasi genetik. Hal ini juga membuktikan bahwa pewarna alami antosianin aman digunakan. Antosianin ini juga termasuk dalam golongan antioksidan seperti pada vitamin C.




CARA TEPAT MENGKONSUMSI OYONG


Ada perbedaan struktur dan manfaat antara oyong yang masih muda dan yang sudah tua. Biasanya oyong muda akan menjadi campuran sup. Sedangkan oyong yang sudah berumur atau yang sudah tua, dimanfaatkan sebagai alat penggosok tubuh yang bisa diolah karenaa kandungan sertanya tergolong tinggi.

ANDA HARUS TAHU!
Sebagian besar bagian oyong bersifat dingin, seperti pada bagian bunga, batang dan bijinya. Bagian-bagian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluruh dahak.

Menu Olahan Oyong
Sup Oyong
Bahan
§ 500 gram oyong
§ 10 buah bakso, potong masing-masing empat bagian, rebus sebentar
§ 1 bungkus soun, rendam air panas
§ 2 batang bawang daun, potong-potong
§ 1 buah tomat, potong-potong
§ 4 buah bawang merah, iris tipis
§ 3 siung bawang putih, iris tipis
§ 1 sdt garam
§ 1 sdt gula pasir
§ 1 liter air
§ 2 sdm minyak sayur

Cara Membuat
1.    Rebus air hingga mendidih
2.    Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum
3.    Masukkan ke dalam rebusan air. Tambahkan garam dan gula pasir
4.    Masukkan bakso, oyong, bawang daun dan tomat. Masak hingga oyong matang
5.    Masukkan soun, aduk rata. Angkat, sajikan

Untuk 5 porsi
Nilai gizi per porsi
Energi                 : 328,9 kcal (54%)
Karbohidrat        : 25,9 gram (6,2%)
Protein                : 12,9 gram (21,5%)
Lemak                 : 19,3 gram (27,3%)

Sup oyong cocok menjadi menu alternatif bagi penderita diabetes dalam menu sehari-hari. Selain itu, sangat baik diberikan dalam menu sehat bagi anak.




OYONG ATAU GAMBAS PENSTABIL KADAR GULA DARAH


Gambas atau yang lebih dikenal dengan nama oyong, memiliki nama latin  Luffa acutangala. Tanaman yang satu ini masih termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae. Ciri khas dari tanaman ini adalah bentuk buahnya yang bulat panjang, denga ukuran 15-30 cm dan semakin mengecil ke pangkalnya. Buahnya berbentuk menyerupai belimbing degan siku-siku yang memanjang. Kulitnya keras seperti kaktus dengan daging yang lunak dan halus.
Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah pegunungan. Namun, tanaman ini juga dapat ditanam di dataran rendah sampai pada ketinggian 1.500 dari permukaan laut. Tak mengherankan jika tanaman ini banyak ditemukan di Asia Tropis. Ada beberapa sebutan yang berbeda untuk tanaman oyong ini, seperti lopang, oyong (Sunda), bestru, blestru, blustru (Jawa) dan dodahala (Maluku).
Oyong merupakan tanaman setahun yang memiliki batang lemah dan berbulu. Batang-batang ini tumbuh merambat. Buah oyong yang sudah tua mengandung serat yang tinggi dengan kandungan air yang tinggi. Walaupun tergolong sayuran dengan nilai gizi yang rendah, banyak manfaat yang dapat diambil dari tanaman ini.

Kandungan Gizi Oyong

Berikut ini kandungan gizi oyong per 100 gram
Kandungan gizi oyong per 100 gram
Kandungan Gizi              Jumlah
Air (g)                                 94,5
Energi (kcal)                       19
Protein (g)                          0,8
Lemak (g)                           0,2
Karbohidrat (g)                  4,1
Abu (g)                               0,4
Kalsium (mg)                     19
Fosfor (mg)                        33
Besi (mg)                            0,9

       mengkonsumsi oyong sebanyak 2-3 buah dapat menurunkan kadar gula darah pada diabetes

Senyawa Cucurbitasin, Penurun Kadar Gula Darah
Oyong menjadi salah satu sayuran favorit karena fungsinya sebagai antidiabetes telah terbukti secara empiris. Hal ini pertama kali diketahui melalui kebiasaan sebagian masayrakat Jawa Barat yang mengkonsumsi buah oyong setiap kali pemeriksaan darah menjelang pemberangkatan haji. Hasilnya, para penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang stabil.

Manfaat oyong pun telah dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh DR. I Ketut Adnyana. Penelitian tersebut  menemukan dosis 2-3 biji oyong tua atau setara dengan 10,8-21,6 mg/kgBB setiap hari diduga dapat membantu penderita diabetes menurunkan kadar gula darah. Kandungan senyawa cucurbitasin dalam biji oyong diduga kuat memegang peranan penting dalam menurunkan gula darah. Namun, penelitian ini baru dilakukan terhadap mencit dan belum dilakukan uji klinis manusia.

Bersifat Laksatif, Pereda Panas Dalam dan Perangsang ASI
Semua bagian oyong dapat dimanfaatkan, seperti buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga, batang dan akarnya. Dengan pengolahan yang tepat, semua bahan tersebut dapat dikonsumsi untuk mendapatkan manfaatnya.
Biji oyong yang bersifat dingin bermanfaat sebagai peluruh dahak dan penghenti pendarahan. Selain itu, biji oyong juga bersifat laksatif yang membantu membersihkan usus dari sisa makanan, dapat membantu meredakan panas dalam, membersihkan racun, bahkan merangsang pengeluaran ASI.

Daun oyong berkhasiat sebagai peluruh darah saat haid. Bunga oyong yang memiliki rasa manis dan sedikit pahit ini bersifat dingin. Lain lagi dengan sabut oyong yang memiliki rasa manis ini bermanfaat sebagai peluruh dahak, penghilang rasa nyeri, antirematik, serta melancarkan sirkulasi darah dan saraf. Rasa pahit dan dan sifat dingin juga terdapat pada batang oyong yang berfungsi sebagai antelmintik atau sebagai obat cacing.

CARA TEPAT MENGKONSUMSI LABU SIAM


Asam folat yang terkandung dalam labu siam juga mampu memenuhi kebutuhan 23,25% asam folat bagi tubuh jika kita mengkonsumsi labu siam sebanyak 100 gram. Walaupun hampir semua bagian labu siam bermanfaat bagi tubbuh dan memberikan efek positif, tetapi saat ii belum semua bagian dari labu siam dapat dikonsumsi. Kebanyakan masyarakat masih mengkonsumsi bagian daging buahnya saja.
Daging buah labu siam biasa diolah menjadi ssayur lodeh, oseng-oseng atau sayur asam oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, pucuk batang dan daun mudanya juga biasa diolah sebagai lalapan. Sementara di Meksiko, labu siam bukan hanya sebagai makanan pelengkap. Labu siam memegang peranan penting sebagai cadanga makanan bagi penduduk Meksiko. Mereka biasa mengolahnya dengan cara direbus atau dimasak menjadi makanan yang lezat.


ANDA HARUS TAHU!
Kandungan asam folat dalam labu siam terbukti mampu mecegah gangguan gastrointestinal yang aman. Sayuran ini juga aman dikonsumsi oleh orang yang memiliki lambung sensitif dan baik dikonsumsi oleh penderita maag.


Menu Olahan Labu Siam
Tumis Labu Siam
Bahan
§ 250 gram labu siam, potong panjang
§ 250 gram jagung putren, belah memanjang
§ 5 buah bawang merah, iris tipis
§ 1 lembar daun salam
§ 1 cm lengkuas, memarkan
§ 3 buah cabai merah besar, iris serong
§ ¾ sdt garam
§ ¼ sdt merica bubuk
§ ¼ sdt gula pasir
§ 200 ml air
§ 3 sdm minyak untuk menumis


Bumbu yang Dihaluskan
§ 3 siung bawang putih
§ ¼ sdt merica
§ 2 butir kemiri, sangrai
§ 1 sdt ebi, seduh, sangrai

Cara Membuat
1.    Tumis bawang merah, daun salam, lengkuas, cabai merah dan bumbu halus sampai harum
2.    Masukkan labu siam dan jagung manis. Aduk hingga layu. Tambahkan garam, merica bubuk, gula pasir dan air
3.    Masak hingga semua bahan matang dan air habis.

Untuk 5 porsi
Nilai gizi per porsi
Energi                 : 112,9 kcal (18,5%)
Karbohidrat        : 18,6 gram (4,4%)
Protein                : 3,8 gram (6,4%)
Lemak                : 4,3 gram (6%)

Tumis labu siam memiliki serat tinggi sehingga mampu mengatasi sembelit dan direkomendasikan bagi penderita lambung yang sensitif



Monday, November 27, 2017

LABU SIAM SAYURAN BUAH KAYA ASAM FOLAT


Labu jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), waluh siam (Jawa Barat), Chayotte (Meksiko), gambas (Sunda), mentimun jepang (Manado) adalah beberapa seutan untuk sayuran bernama latin Sevhium edule ini. Tanaman yang tumbuh merambat dan menjalar ini berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini meiliki daun yang berbentuk lekukan tangan dan buah berbentuk genta.
Labu siam dapat tumbuh baik di daerah beriklim tropis panas dan tidak dapat tumbuh di daerah kering apalagi dataran tinggi. Batang labu siam lunak, beralur dengan banyak cabang yang memiliki pembelit berbentuk spiral, kasap dan berwarna hijau. Buahnya berukuran lebih besar dari kepalan tangan orang dewasa dengan bentuk membulat ke bawah. Di Indonesia, pusat produksi sayuran buah ini berada di Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan.
Kandungan Gizi Labu Siam
Berikut nilai labu siam per 100 gram
Kandungan zat gizi lengkap labu siam per 100 gram
Kandungan Gizi             Labu Siam
Energi (kcal)                       17
Protein (g)                          0,82
Lemak (g)                           0,13
KH (g)                                 3,9
Serat (g)                               1,7
Gula (g)                               1,85
Kalsium (mg)                      17
Besi (mg)                             0,34
Magnesium (mg)                 12
Fosfor (mg)                         18
Kalium (mg)                        125
Natrium (mg)                       2
Vitamin C                             7,7
Asam Folat (mkg)                93                          


Dengan kadar serat yang cukup tinggi, yaitu 1,7 gram per 100 gram, labu siam dapt membantu mengatasi sembelit dan aman untuk lambung yang sensitif. Labu siam juga mampu mengurangi risiko penyakit kanker. Selain serat, labu juga mengandung senyawa aktif sebagai berikut.

Asam Folat, Membantu Menurunkan Risiko Kelahiran
Asam folat adalah bagian dari vitamin B-kompleks yang berperan dalam sintesis purin, guanin, adenin dan primidin timin, yaitu senyawa yang digunakan dalam pembentukan DNA dan RNA. Selain itu, asam folat juga berguna dalam pembentukan sel darah merah dan sel darah putih dalam sumsum tulang belakang dan untuk pendewasaannya. Karena manfaatnya inilah suplementasi folat dapat banyak menyembuhkan anemia pernisiosa, gejala gastrointestial dan gangguan saraf.
Asam folat juga penting bagi ibu hamil karena dapat menurunkan risiko kelahiran bayi cacat. Asam folat yang rendah pada ibu hamil dapat menyebabkan neural tube defects atau gangguan otak serta berat bayi lahir rendah. Asam folat yang terknadung dalam labu siam adalah 93 mkg per 100 gram.

Kalium, Memicu Kerja Otot
Kalium adalah ion bermuatan positif yang dapat diabsor dengan mudah di usus halus dan dikeluarkan dalam bentuk ion pengganti natrium melalui proses pertukaran di dalam ginjal. Proses ini bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan elektrolit dan asam basa tubuh. Selain itu, kalium juga berperan sebagai katalisator dalam metabolisme energi sintesis, glikogen dan protein.
Dalam aktivitas sehari-hari, kalium membantu memperlancar keseimbangan cairan, membuat tubuh lebih segar, serta membantu pengiriman oksigen ke otak. Secara tak langsung, kalium juga memicu kerja otot dan simpul syaraf.

Niasin, Penurunan Kolesterol
Niasin biasa dikenal sebagai vitamin B3. Bentuk aktifnya yang bernama niacinamide, diperlukan oleh koenzim dalam proses transfer atom hidrogen untuk menghasilkan energi. Reaksi kimia ini nantinnya akan berpengaruh pada integritas jaringan kulit, salut pencernaan dan susunan syaraf.
Selain reaksi tersebut zat aktif ini juga memberikan efek farmakodinamik sebagai vasodilasator perifer dalam menurunkan kadar kolesterol darah. Terkait dengan proses inni, kandungan niasin dalam labu siam mampu menurunkan produksi VLDL di dalam hati yaitu produksi LDL dan trigliserid yang akan menurun sehingga dapat menurunkan kolesterol.

Flavonoid, Pembentuk Metabolit Aktif
Bagian daging labu siam mengandung flavonoid, saponin, alkohol dan tanin. Flavonoid tidak hanya ditemukan di bagian daging buahnya, tetapi juga di dalam daun bersama saponin dan polifenol. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan (2005) menemukan ekstrak kulit labu siam atau yang disebut maserasi memiliki efek hipoglikemik yang mekanismenya dpat menginduksikan pembentukan metabolit aktif. Proses ini terjadi berkat peran aktif dari flavonoid yang terkandung di dalamnya.

Selain manfaat dari kandungan senyawa aktif yang telah disebutkan di atas, labu siam juga memiliki efek diuretik yang menyebabkan kandungan garam dalam darah berkurang. Proses ini akan membantu menyerap atau menahan air, sehingga meringankan kerja jantung dalam memompa darah dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, efek diuretik ini dapat memperlancar pembuangan air kecil dan mengeluarkan kelebihan asam urat dalam tubuh.