Sawo merupakan tanaman buah yang
termasuk ke dalam famili Sapotaceae dan berasal dari Amerika Tengah dan
Meksiko. Tanaman ini sudah banyak dibudidayakan di berbagai negara. Di
Indonesia terdapat tiga jenis sawo yang biasa dikonsumsi, yaitu sawo manila,
sawo kecik dan sawo duren.
Sawo manila (Manilkara zapota)
merupakan sawo yang paling digemari dan paling mudah ditemui di pasaran. Sawo
jenis ini memiliki kulit buah berwarna cokelat, berbentuk bulat sebesar bola
tenis dan memiliki rasa yang manis. Di beberapa negara, sawo manila dikenal
dengan berbagai nama lain, seperti sauh manila, ciku (Malaysia); tsiko
(Filipina); chikoo, sapota (India); sofeda (Bangladesh); xa po che, hong xiem
(Vietnam); rata-mi (Sri Lanka); lamoot (Thailand, Laos, kamboja); sapoti
(Brazil); sapotiller (Perancis) dan sapodilla (Inggris).
Sementara itu, sawo kecik
(Manilkara kauki) memiliki kulit buah berwarna cokelat kemerahan, berbentuk
bulat sebesar ibu jari tangan dan memiliki rasa yang manis. Sawo kecik sering
disebut sebagai sawo jawa. Sebutan lain yang dimiliki oleh sawo ini di
antaranya caqui, manilkara (Inggris); khimi (India) dan lamut sida atau lamut
thai (Thailand).
Kandungan Gizi Sawo
Sebagai buah eksotis yang kaya
manfat, daging buah sawo memiliki berbagai kandungan gizi yang bermanfaat bagi
kesehatan. Dibandingkan dengan jenis buah lainnya, sawo khususnya manila
ternyata termasuk ke dalam kategori jenis buah extremely high antioxidant atau
memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Selain itu, sawo mengandung
saponin dan tannin yang bermanfaat bagi kesehatan. Berikut kandungan gizi sawo
secara lengkap.
Kandungan zat gizi sawo per 100 gram
Komponen Zat Gizi Sawo
Manila Sawo Kecik Sawo Duren
Air 75,5
gram 73,8 gram 87,3 gram
Energi 92
kcal 111 kcal 64 kcal
Protein 0,5
gram 0,9 gram 1 gram
Lemak 3,1
gram 2,3 gram 3,1 gram
Karbohidrat 8
gram 21,6 gram 22,4 gram
Serat 5,3
gram 1 gram 0,8 gram
Kalsium 25
mg 20 mg 18 mg
Fosfor 12
mg 185 mg 45 mg
Besi 1
mg 0,7 mg 0,8 mg
Karoten total 60
ug 12 ug 0 ug
Tiamin 0,01
mg 0 mg 0,01 mg
Vitamin C 21
mg 19 mg 1 mg
Saponin dan Tanin, Penangkal Diabetes dan Pembunuh Bakteri
Adanya kandungan saponin pada
sawo dapat berperan untuk menurunkan kadar gula dan menghambat penyerapan
kolesterol. Artinya, saponin ini mampu mencegah risiko penyakit diabetes dan
jantung.
Sementara itu, tanin merupakan
senyawa yang memiliki aktivitas anti-peradangan, anti-virus, anti-bakteri dan
anti-parasit. Sebuah studi yang dipublikasikan pada African Journal of
Biotechnology (2007) melakukan pengujian kemampuan tanin sebagai antibakteri.
Hasilnya, tanin memiliki aktivitas antibbakteri terhadap Staphylococcus aureus,
Shigella boydii, Shigella flexneri, Escherichia coli dan pseudomonas aeruginosa.
Serat, Penjaga Saluran Cerna
Dengan mengkonsumsi 100 gram sawo
manila, 13% kebutuhan dalam sehari sudah terpenuhi. Pasalnya, dalam 100 gram
sawo terkandung 5,3 gram serat. Keuntungan konsumsi serat di antaranya menjaga
kesehatan jantung dan saluran pencernaan.
Vitamin C, Penghalang Penyakit
Tahukah Anda? Dalam 100 gram sawo
manila dan sawo kecik dapat memenuhi 32-35% kebutuhan vitamin C anda. Vitamin C
merupakan antioksidan yang berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh
melawan penyakit.


No comments:
Post a Comment