Tuesday, November 7, 2017

JERUK NIPIS SI ASAM PELURUH BATU GINJAL


Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) (Christm) Swing) merupakan buah berbentuk bulat, berwarna hijau atau kuning dan memiliki rasa asam-kecut. Rasa jeruk nipis hampir sama dengan lemon yang banyak digunakan sebagai penambah cita rasa masakan. Dibalik rasanya yang asam nan menyegarkan, jeruk nipis mengandung berbagai zat gizi yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan. Selain itu, jeruk nipis dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit, seperti batuk, bau badan, batu ginjal, radang tenggorokan dan tekanan darah tinggi.
Kandungan Gizi Jeruk Nipis
Dalam daging jeruk nipis terdapat bermacam-macam zat yang memberikan manfaat kesehatan. Tidak kalah dengan jeruk manis, si asam menyegarkan ini juga memiliki senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan seperti limonene, flvonoid, serat, asam askorbat (vitamin C) dan asam sitrat. Berikut kandungan gizi jeruk nipis secara lengkap.

jeruk nipis kandungan utamanya limonene, asam sitrat, serat dan vitamin C


Kandungan zat gizi jeruk nipis per 100 gram

Komponen Zat Gizi                         Jumlah
Air                                                        88,26 gram
Energi                                                   30 kcal
Protein                                                  0,7 gram
Lemak                                                   0,2 gram
Karbohidrat                                          10,54 gram
Serat                                                     2,8 gram
Kalsium                                                33 mg
Fosfor                                                   18 mg
Besi                                                       0,6 mg
Karoten Total                                        4 ug
Tiamin                                                   0,03
Vitamin C                                             29,1 mg

Limonene, Penjegal kanker
Peranan limonene sebagai senyawa pencegah kanker sudah diketahui sejak tahun 1900-an. Pada tahun 1989, studi preklinis yang dilakukan oleh Maltzman yang diterbitkan pada Carcinogenesis mengungkapkan bahwa pemberian diet 5% minyak kulit jeruk dan 5% d-limonene memberikan efek penurunan risiko kanker payudara.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Hakim dkk dan diterbitkan oleh Nutr Cancer (2000) terhadap pasien tanpa kanker sel squamosa dibandingkan dengan pasien dengan kanker sel squamosa menyatakan bahwa konsumsi buah asam yang kaya akan limonene menyebabkan penurunan risiko kanker sel squamosa.
Literatur lainnya yang diterbitkan pada Altern Med Rev (2007) menyebutkan peran limonene di antaranya untuk pencegah kanker, pengikat kolesterol tubuh dan penghilang rasa akibat Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD). GERD merupakan suatu kondisi gangguan proses masuknya makanan ke dalam lambung.

ANDA HARUS TAHU!
Limonene pada jeruk nipis berfungsi untuk mencegah dan mengobati kanker, peluruhan batu empedu dan GERD

Flavonoid, Penghancur Asam Lemak jahat
Flavonoid dapat mencegah kerusakan sel atau jaringan pembuluh darah. Selain itu, flavonoid membantu menurunkan kadar LDL (asam lemak jahat) dalam tubuh pada saat yang bersamaan, flavonoid juga meningkatkan kadar HDL yang bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah.

Serat, Peredam Penyakit Jantung
Sama seperti jeruk manis, jeruk nipis pun kaya serat. Kandungan serat dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, serat juga dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan anda. Kandungan serat membantu melindungi usus besar dari penyebab kanker usus dengan menguragi waktu terkena racun serta mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar.

Vitamin C, Peningkatan Imunitas Tubuh
Tahukah anda? Sebanyak 100 gram jeruk nipis menyediakan 48% kebutuha vitamin C anda. Tingginya asupan vitamin C telah terbukti dapat menurunkan risiko penyakit janutng. Selain itu, vitamin C juga membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Asam Sitrat, Peluruh Batu Ginjal
Kandungan asam sitrat pada jeruk nipis dipercaya membantu mencegah kekambuhan batu ginjal atau batu saluran kemih. Asam sitrat berfungis meluruhan batu dan membuangnya melalui urine yang keluar dari tubuh. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Penniston dkk (2008) menyebutkan bahwa asam sitrat berfungsi menurunkan kepekatan kalsium dan kristal dalam urine sehingga batu kristal akan luruh dan keluar melalui urine.




No comments:

Post a Comment