Bunga yang satu ini berbeda
dengan jenis bunga yang lain. Bunga ini berbentuk padat, tebal, terdiri dari
rangkaian bunga kecil, berwarna putih dan kekuningan. Saking padatnya bunga
ini, ada bunga yang dapat mencapai diameter 30 cm. Satu lagi keunikan bunga
ini, yaitu memiliki cita rasa lezat bila diolah menjadi masakan.
Bunga dengan nama latin Brassica
oleacea var botrytis lebih dikenal dengan nama kol. Dari namanya, dapat
disimpulkan kembang kol termasuk dalam keluarga sawi-sawian atau Brassiceae.
Nama kembang kol ini berasal dari Bahasa Belanda, yaitu bloemkool. Tanaman ini
berasal dari Benua Eropa, tepatnya di daerah subtropik Mediterania.
Tanaman ini dikembangkan pada
tahun 1866 oleh ahli benih dari Amerika bernama Mc. Mohan. Kembang kol masuk ke
Indonesia pada abad ke-19. Keunggulan dari tanaman ini adalah senyawa kimianya
yang baik bagi kesehatan payudara.
Kandungan zat gizi kembang kol
Kembang kol memang berbeda dari
bunga yang sering kita jumpai. Kembang kol memiliki banyak kandungan zat yang
positif bagi tubuh, seperti fosfor, potasium, indole dan kalsium. Berikut
kandungan kembang kol 100 gram.
Kandungan zat gizi kembang kol
per 100 gram
Kandungan Kembang Kol
Energi (kcal) 103
Karbohidrat (g) 5,8
Gula (g) 3,2
Diet Serat (g) 2,5
Lemak (g) 0,1
Protein (G) 1,28
Tiamin (mg) 0,061
Rivoflavin (mg) 0,04
Niasin (mg) 0,234
Asam pantotenat (mg) 0,212
Vitamin B6 (mg) 0,124
Folat (mg) 53
Vitamin C (mg) 36,6
Kalsium (mg) 40
Besi (mg) 0,47
Magnesium (mg) 12
Fosfor (mg) 26
Kalium (mg) 170
Seng (mg) 0,18
Indoles, Mengatasi Kelebihan Estrogen
Kandungan lain yang bisa
ditemukan dalam kembang kol adalah komponen sulfur bernaa indoles. Indoles
inilah yang mengatasi kadar estrogen yang berlebihan pemicu kanker payudara.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ahli di Linus Pauling Institute, Orego
State University menyebutkan bahwa anak yang lahir dari ibu yang saat hamil
banyak mengkonsumsi sayuran sejenis kol akan menunjukkan adanya resistensi yang
tinggi terhadap penyakit leukimia dan limfoma pada masa kanak-kanak dan kanker
paru saat dewasa. Hal ini terjadi karena kandungan indo-3- carbonil di dalam
kembang kol.
Kaya Serat, Penangkal Aneka Penyakit
Banyak manfaat yang didapat dari
mengkonsumsi kembang kol. Serat yang terkandung di dalamnya dapat mengurangi
kandungan lemak dan membersihkan usus. Fungsi ini dapat menurunkan risiko terkena
penyakit kanker prostat, kanker usus dan kanker perut. Serat juga berfungsi
sebagai spons yang bertugas menyerap zat-zat berbahaya dalam tubuh dan membantu
mengeluarkannya dan berefek pada penurunan kadar kolesterol dalam darah. Tak
berhenti di situ, serat dalam kembang kol ini pun mampu menurunkan kadar gula dalam darah.
Tentu saya manfaat ini sangat menguntungkan bagi penderita kencing manis.
Manfaat lain yang bisa didapatkan
dari kembang kol adalah efek sedative dari zat penenang yang dikandungnya. Zat
ini mampu membantu mengatasi sakit kepala, gelisah, stres dan gangguan
sirkulasi.

No comments:
Post a Comment