Friday, November 24, 2017

KANGKUNG SAYURAN PENENANG DAN PEREDAM STRES


Kangkung termasuk salah satu sayuran favorit yang sering dicari konsumen saat membeli makanan di warung makan, terutama warung seafood. Kangkung pun menjadi salah satu menu wajib sayuran sebagai pelengkap hidangan. Selain mudah diolah, kangkung juga mudah didapat dengan harga murah. Banyak yang mengatakan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi kangkung dapat menyebabkan rasa kantuk. Benarkah begitu?

Jika dirunut dari tempat asalnya, ternyata kangkung bukanlah sayuran asli Indonesia. Pertama kali ditemukan, kangkung berada di Asia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Oceania. Di kawasan asia, kangkung tumbuh liar di kawasan yang berair. Tanaman yang memiliki nama latin Ipomeas spp ini ternyata dapat ditanam hampir di semua jenis tanah.
Di Indonesia ada dua jenis kangkung yang dibudidayakan, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kangkung air merupakan kangkung kangkung yang banyak ditemui di sekitar kita. Ciri-ciri dari Ipomea aquatic Forski, nama latin kangkung air, adalah berdaun lebar dan tumbuh liar di dalam parit. Kangkung jenis ini tumbuh dengan cara merambat dan mengapung di atas air. Kangkung darat atau yang memiliki nama latin Ipomea reptans L poir, memiliki ciri-ciri berdaun kecil panjang meruncing.
Kangkung memiliki sebutan yang berbeda di beberapa daerah, di antaranya rumpun, kalayun, laladik (Sumatera); panggung, lara, nggangadono, angadno (Jawa); kangko, kanto, tatanggo, tango, nanri, lare (Sulawesi); utangko, behob, tatako, kangko (Maluku); pangpu (Bali) dan Lara (Bima).
Berkaitan dengan mitos yang menyebutkan kangkung menyebabkan kantuk, sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa menjelaskan alasan yang tepat mengenai hal tersebut. Beberapa pendapat mengatakan bahwa kandungan Fe yang tinggi pada kangkung menyebabkan hal ini. Pendapat ini terpatahkan karena hampir semua daun berklorofil mengandung Fe. Tentunya jika alasan ini yang menyebabkan kangkung menjadi kantuk, jenis sayuran lain juga akan menyebabkan hal yang sama. Nyatanya, hal itu tidak terbukti.

Kandungan Gizi Kangkung
Seperti sayuran pada umumnya, kangkung mengandung serat yang tinggi. Seratus gram kangkung darat mengandung 458 gram kalium dan 49 gram natrium. Kedua zat ini merupakan persenyawaan gram bromida yang bekerja sebagai obat tidur karena sifatnya yang menekan susunan saraf pusat.

Zat sedatife yang sudah disinggung sebelumnya, merupakan zat yang dapat menurunkan ketegangan dan menginduksikan ketenangan. Tak hanya itu, senyawa Ipomea ini juga mengandung senyawa lysergic acid, yaitu morning glory seed yang berkhasiat sebagai halusinogenik. Zat sediative dalam kangkung ini lebih banyak kandungannya pada kangkung darat daripada kangkung air.

Kandungan gizi kangkung per 100 gram
Kandungan Gizi             Jumlah
Energi (kcal)                       28
Protein (g)                          3,4
Lemak (g)                           0,7
KH (g)                                3,9
Serat (g)                               2
Abu (g)                                1
Kalsium (mg)                      67
Besi (mg)                            2,3
Natrium (mg)                      7
Phospor (mg)                      54
Vitamin B1 (mg)                 0,07
Vitamin B2 (mg)                 0,36
Vitamin B6 (mg)                 2
Vitamin C (mg)                   17

                          kangkung bersifat sedatif, berkhasiat untuk menetralkan racun

Senyawa Fitokimia, Penghambat proses Penuaan dan Penyakit Degeneratif
Senyawa fitokimia merupakan komponen bioaktif dan antioksidan alami bagi tubuh. Senyawa fitokimia ini berperan sebagai nutrisi dan serat alami yang dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas dan mencegah pertumbuhan sel kanker. Pada umumnya, senyawa ini memang terkandung dalam buah dan sayuran, termasuk kacang-kacangan.
Beberapa manfaat lain dari senyawa fitokimia adalah menghambat proses punuaan dini dan menurunkan risiko terhadap penyakit kanker, hati, stroke, tekanan darah tinggi, katarak, osteoporosis dan infeksi saluran pencernaan. Beberapa jenis senyawa fitokimia adalah alkaloid, flavanoid, kuinon, tanin, polifenol, saponin dan masih banyak lagi yang fungsinya saling melengkapi sehingga bermanfaat positif bagi tubuh.

Senyawa Aktif, Memberikan Efek Sedative
 Kangkung termasuk dalam tanaman yang memiliki berbagai manfaat, di antaranya sebagai antiracun, antiradang, puluruh kencing, menghentikan pendarahan dan memiliki efek sedative. Efek sedative pada kangkung mampu membawa zat berkhasiat ke saluran pencernaan. Karena itulah, kangkung memiliki kemampuan untuk menetralkan racun. Bahkan, pakar yang berasal Filipina memasukkan kangkung ke dalam golongan tanaman penyembuh ajaib.
Hal yang perlu diperhatikan dari kangkung adalah kandungan purin yang tergolong tinggi. Kadar purin dalam kangkung lebih tinggi daripada kadar purin dalam kacang tanah. Dalam setiap 100 gram kangkung terdapat 298 mg purin. Karena itulah, konsumsi kangkung oleh penderita asam urat harus dibatasi. Secara alami, purin terdapat hampir di semua makanan seperti sayur, buah, kacang-kacangan, bahkan makanan dari hewani.


Tubuh manusia pun menghasilkan purin, karena memang metabolisme normal pada manusia akan menghasilkan purin. Purin yang dihasilkan oleh tubuh manusia sebanyak 85% dari kebutuhan sehari-hari. Karena itu, idealnya kebutuhan purin yang didapatkan dari makanan adalah 15%. Kelebihan purin dalam tubuh akan memicu timbulnya asam urat. Namun begitu, para penderita asam urat masih boleh mengkonsumsi makanan berpurin sebanyak 100-150 mg per hari. Berarti masih boleh mengkonsumsi kangkung sebanyak 50 gram per hari.

No comments:

Post a Comment