Kangkung termasuk salah satu
sayuran favorit yang sering dicari konsumen saat membeli makanan di warung
makan, terutama warung seafood. Kangkung pun menjadi salah satu menu wajib
sayuran sebagai pelengkap hidangan. Selain mudah diolah, kangkung juga mudah
didapat dengan harga murah. Banyak yang mengatakan bahwa terlalu banyak
mengkonsumsi kangkung dapat menyebabkan rasa kantuk. Benarkah begitu?
Jika dirunut dari tempat asalnya,
ternyata kangkung bukanlah sayuran asli Indonesia. Pertama kali ditemukan,
kangkung berada di Asia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Oceania.
Di kawasan asia, kangkung tumbuh liar di kawasan yang berair. Tanaman yang
memiliki nama latin Ipomeas spp ini ternyata dapat ditanam hampir di semua
jenis tanah.
Di Indonesia ada dua jenis
kangkung yang dibudidayakan, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Seperti
yang sudah dikatakan sebelumnya, kangkung air merupakan kangkung kangkung yang
banyak ditemui di sekitar kita. Ciri-ciri dari Ipomea aquatic Forski, nama
latin kangkung air, adalah berdaun lebar dan tumbuh liar di dalam parit.
Kangkung jenis ini tumbuh dengan cara merambat dan mengapung di atas air.
Kangkung darat atau yang memiliki nama latin Ipomea reptans L poir, memiliki
ciri-ciri berdaun kecil panjang meruncing.
Kangkung memiliki sebutan yang
berbeda di beberapa daerah, di antaranya rumpun, kalayun, laladik (Sumatera);
panggung, lara, nggangadono, angadno (Jawa); kangko, kanto, tatanggo, tango,
nanri, lare (Sulawesi); utangko, behob, tatako, kangko (Maluku); pangpu (Bali)
dan Lara (Bima).
Berkaitan dengan mitos yang
menyebutkan kangkung menyebabkan kantuk, sampai saat ini belum ada penelitian
yang bisa menjelaskan alasan yang tepat mengenai hal tersebut. Beberapa
pendapat mengatakan bahwa kandungan Fe yang tinggi pada kangkung menyebabkan
hal ini. Pendapat ini terpatahkan karena hampir semua daun berklorofil
mengandung Fe. Tentunya jika alasan ini yang menyebabkan kangkung menjadi
kantuk, jenis sayuran lain juga akan menyebabkan hal yang sama. Nyatanya, hal
itu tidak terbukti.
Kandungan Gizi Kangkung
Seperti sayuran pada umumnya,
kangkung mengandung serat yang tinggi. Seratus gram kangkung darat mengandung
458 gram kalium dan 49 gram natrium. Kedua zat ini merupakan persenyawaan gram
bromida yang bekerja sebagai obat tidur karena sifatnya yang menekan susunan
saraf pusat.
Zat sedatife yang sudah
disinggung sebelumnya, merupakan zat yang dapat menurunkan ketegangan dan
menginduksikan ketenangan. Tak hanya itu, senyawa Ipomea ini juga mengandung
senyawa lysergic acid, yaitu morning glory seed yang berkhasiat sebagai halusinogenik.
Zat sediative dalam kangkung ini lebih banyak kandungannya pada kangkung darat
daripada kangkung air.
Kandungan gizi kangkung per 100
gram
Kandungan Gizi Jumlah
Energi (kcal) 28
Protein (g) 3,4
Lemak (g) 0,7
KH (g) 3,9
Serat (g) 2
Abu (g) 1
Kalsium (mg) 67
Besi (mg) 2,3
Natrium (mg) 7
Phospor (mg) 54
Vitamin B1 (mg) 0,07
Vitamin B2 (mg) 0,36
Vitamin B6 (mg) 2
Vitamin C (mg) 17
kangkung bersifat sedatif, berkhasiat untuk menetralkan racun
Senyawa Fitokimia, Penghambat proses Penuaan dan Penyakit Degeneratif
Senyawa fitokimia merupakan
komponen bioaktif dan antioksidan alami bagi tubuh. Senyawa fitokimia ini
berperan sebagai nutrisi dan serat alami yang dapat mencegah penyakit yang
disebabkan oleh radikal bebas dan mencegah pertumbuhan sel kanker. Pada
umumnya, senyawa ini memang terkandung dalam buah dan sayuran, termasuk
kacang-kacangan.
Beberapa manfaat lain dari
senyawa fitokimia adalah menghambat proses punuaan dini dan menurunkan risiko
terhadap penyakit kanker, hati, stroke, tekanan darah tinggi, katarak,
osteoporosis dan infeksi saluran pencernaan. Beberapa jenis senyawa fitokimia
adalah alkaloid, flavanoid, kuinon, tanin, polifenol, saponin dan masih banyak
lagi yang fungsinya saling melengkapi sehingga bermanfaat positif bagi tubuh.
Senyawa Aktif, Memberikan Efek Sedative
Kangkung termasuk dalam tanaman yang memiliki
berbagai manfaat, di antaranya sebagai antiracun, antiradang, puluruh kencing,
menghentikan pendarahan dan memiliki efek sedative. Efek sedative pada kangkung
mampu membawa zat berkhasiat ke saluran pencernaan. Karena itulah, kangkung
memiliki kemampuan untuk menetralkan racun. Bahkan, pakar yang berasal Filipina
memasukkan kangkung ke dalam golongan tanaman penyembuh ajaib.
Hal yang perlu diperhatikan dari
kangkung adalah kandungan purin yang tergolong tinggi. Kadar purin dalam
kangkung lebih tinggi daripada kadar purin dalam kacang tanah. Dalam setiap 100
gram kangkung terdapat 298 mg purin. Karena itulah, konsumsi kangkung oleh
penderita asam urat harus dibatasi. Secara alami, purin terdapat hampir di
semua makanan seperti sayur, buah, kacang-kacangan, bahkan makanan dari hewani.
Tubuh manusia pun menghasilkan
purin, karena memang metabolisme normal pada manusia akan menghasilkan purin.
Purin yang dihasilkan oleh tubuh manusia sebanyak 85% dari kebutuhan
sehari-hari. Karena itu, idealnya kebutuhan purin yang didapatkan dari makanan
adalah 15%. Kelebihan purin dalam tubuh akan memicu timbulnya asam urat. Namun
begitu, para penderita asam urat masih boleh mengkonsumsi makanan berpurin
sebanyak 100-150 mg per hari. Berarti masih boleh mengkonsumsi kangkung
sebanyak 50 gram per hari.


No comments:
Post a Comment