Sebagai salah
satu buah tropis, jambu biji (Psidium huajava Linn) kerap disebut super fruit.
Selain rasanya manis dan disukai banyak orang, buah ini ternyata multimanfaat.
Seyawa antioksidan, seperti likopen dan beta karoten yang terkandug dalam jambu
biji memiliki efek positif bagi kesehatan. Selain itu, jambu biji dikenal
sebagai penangkal kanker, pencegah penyakit jantung dan penjaga kesehatan
saluran pencernaan.
Kandungan Gizi Jambu Biji
Manfaat yang
diberikan jambu biji terhadap kesehatan dikarenakan adanya berbagai kandungan
gizi dalam jambu biji. Informasi gizi yang terkandung dalam jambu biji dapat
dilihat di bawah ini
Kandungan zat gizi jambu biji per 100 gram
Komponen Zat Gizi Jumlah
Energi 68 kcal
Karbohidrat 14,3 gram
Protein 2,55 gram
Lemak 0,95 gram
Kolesterol 0 gram
Serat 5,4 gram
Folat 49 ug
Niasin 1,084 mg
Asam Pantotenat 0,451
mg
Piridoksin 0,110 mg
Riboflavin 0,040 mg
Thiamin 0,067 mg
Vitamin A 624 IU
Vitamin C 228 mg
Vitamin E 0,73 mg
Vitamin K 2,6 ug
Natrium 2 mg
Kalium 417 mg
Kalsium 18 mg
Tembaga 0,230 mg
Magnesium 22 mg
Mangan 0,150 mg
Fosfor 11 mg
Selenium 0,6 ug
Zinc 0,23 mg
Beta-karoten 374 ug
Likopen 5204
ug
Jambu biji memang
layak disebut super fruit. Pasalnya, hampir seluruh bagian tanaman memiliki
manfaat terhadap kesehatan. Buah, daun dan kulit batang pohon jambu biji
mengandung tanin yang berfungsi memperlancar sistem pencernaan, sirkulasi darah
dan berguna untuk penangkal virus. Meskipun semua bagiannya memiliki manfaat,
bagian dari jambu biji yang sering dikonsumsi adalah bagian daging dan kulit
buahnya.
bagian daun, biji dan daging buahnya bermanfaat untuk kesehatan
sehingga kerap dijuluki super fruit
sehingga kerap dijuluki super fruit
Likopen, Sejuta Manfaat Kesehatan
Likopen merupakan
senyawa karotenoid yang biasanya terkandung dalam buah-buahan berwarna merah,
seperti jambu biji. Jambu biji merupakan buah dengan kandungan likopen
tertinggi kedua di antara seluruh jenis sayur dan buah.
Peran likopen
sebagai zat antikanker tak perlu diragukan, khususnya sebagai pencegah
terjadinya kanker prostat, kanker pankreas, kanker lambung, kanker payudara,
kaker rahim dan kanker paru. Berbagai penelitian telah menguak peranan likopen.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Qing-Yi Lu yang diterbitkan pada Cancer
Epidemiology, Biomarkers (2001) terhadap 65 pasien dengan kanker prostat dan
132 pasien tanpa kanker prostat menyatakan bahwa risiko kanker prostat akan
meningkatkan dengan rendahnya kadar likopen dan karotenoid.
Likopen berperan
untuk menangkap radikal bebas berupa oksigen singlet. Likopen berfungsi
melindungi membran sel dari serangan oksidasi sehingga tubuh terhindar dari
penyakit degeneratif, khususnya kanker. Selain itu, likopen diketahui dapat
menekan pertumbuhan tumor pada berbagai percobaan pre-klinis dan klinis. Dalam
hal ini, likopen dipercaya dapat meningkatkan komunikasi antarsel. Para
peneliti meyakini bahwa rendahnya komunikasi antarsel merupakan penyebab
ketidaknormalan pertumbuhan sel yang menyebabkan terjadinya kanker.
Selain mencegah
terjadinya kanker, likopen dipercaya dapat memberikan efek kesehatan terhadap
jantung, mencegah katarak dan mencegah penurunan fungsi penglihatan terkait
usia. Likopen juga dipercaya menghambat oksidasi radikal bebas terhadap LDL
yang berefek terhadap kesehatan jantung. Sebuah studi yang dilakukan oleh
Rissanen dkk yang diterbitkan Arterioscler Thromb Vasc Biol (200) terhadap 520
laki-laki dan wanita usia 45-69 tahun di Finlandia menyimpulkan bahwa
konsentrasi likopen darah yang rendah berhubungan dengan arterosklerosis dini
pada pria paruh baya yang tinggal di Finlandia.
ANDA HARUS TAHU!
Ekstrak daun
jambu biji terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare yaitu
Staphy-lococcus aureus dan Escherichia coli. Selain itu, Likopen yang
terkandung dalam jambu biji berperan untuk mencegah penyakit kanker, jantung
dan asma.
Kalium, Penjaga
Kesehatan Jantung
Berdasarkan data
dari USDA Nutrient Database, dalam 100 gram jambu biji terdapat 417 mg kalium.
Kandungan kalium pada jambu biji empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan
apel. Kalium dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal sehingga
kesehatan jantung dan pembuluh darah terjaga dengan baik.
Serat, Penjaga Fungsi Saluran Pencernaan
Tingginya
kandungan serat dalam jambu biji merupakan kunci utama kesehatan saluran
pencernaan. Dalam 100 gram jambu biji terdapat 5,4 gram serat, khususnya serat
larut air. Kandungan serat yang tinggi sengat efektif untuk mencegah sembelit
atau konstipasi. Selain itu, mengkonsumsi serat juga dapat melindungi usus
besar dari penyebab kanker usus dengan
cara mengurangi periode kontak dengan racun serta mengikat bahan kimia penyebab
kanker.
ANDA HARUS TAHU!
Serat larut air
dapat menstabilkan kadar gula darah dengan menurunkan laju penyerapan glukosa
di saluran cerna. Selain itu, serat larut air dapat berfungsi untuk
meningkatkan penggunaan gula darah dalam tubuh.
Vitamin C, Peningkat Imunitas
Jambu biji
mengandung vitamin C dua hingga empat kali lebih banyak dibandingkan dengan
jeruk. Kandungan vitamin C ini paling banyak terdapat pada kulit dan daging
buah, khususnya ketika kondisinya menjelang matang. Vitamin C pada jambu biji
dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh..
ANDA HARUS TAHU!
Ekstrak daun
jambu biji dapat menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah
dengue (DBD) dan meningkatkan jumlah trombosit dalam darah. Hebatnya lagi,
ekstrak daun jambu biji ini tidak bersifat racun dan aman untuk dikonsumsi.
Ambil 9 lembar daun jambu biji, lalu tambahkan gelas air. Rebus hingga jumlah
air menjadi 3 gelas. Saring dan dinginkan. Minum ekstrak daun jambu ini dengan
dosis 3 x 1 gelas/hari.


No comments:
Post a Comment