Labu jipang (Jawa Tengah),
manisah (Jawa Timur), waluh siam (Jawa Barat), Chayotte (Meksiko), gambas
(Sunda), mentimun jepang (Manado) adalah beberapa seutan untuk sayuran bernama
latin Sevhium edule ini. Tanaman yang tumbuh merambat dan menjalar ini berasal
dari Amerika Selatan. Tanaman ini meiliki daun yang berbentuk lekukan tangan
dan buah berbentuk genta.
Labu siam dapat tumbuh baik di
daerah beriklim tropis panas dan tidak dapat tumbuh di daerah kering apalagi
dataran tinggi. Batang labu siam lunak, beralur dengan banyak cabang yang
memiliki pembelit berbentuk spiral, kasap dan berwarna hijau. Buahnya berukuran
lebih besar dari kepalan tangan orang dewasa dengan bentuk membulat ke bawah.
Di Indonesia, pusat produksi sayuran buah ini berada di Jawa, Sulawesi Selatan,
Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan.
Kandungan Gizi Labu Siam
Berikut nilai labu siam per 100
gram
Kandungan zat gizi lengkap labu siam per 100 gram
Kandungan Gizi Labu
Siam
Energi (kcal) 17
Protein (g) 0,82
Lemak (g) 0,13
KH (g) 3,9
Serat (g) 1,7
Gula (g) 1,85
Kalsium (mg) 17
Besi (mg) 0,34
Magnesium (mg) 12
Fosfor (mg) 18
Kalium (mg) 125
Natrium (mg) 2
Vitamin C 7,7
Asam Folat (mkg) 93
Dengan kadar serat yang cukup
tinggi, yaitu 1,7 gram per 100 gram, labu siam dapt membantu mengatasi sembelit
dan aman untuk lambung yang sensitif. Labu siam juga mampu mengurangi risiko
penyakit kanker. Selain serat, labu juga mengandung senyawa aktif sebagai
berikut.
Asam Folat, Membantu Menurunkan Risiko Kelahiran
Asam folat adalah bagian dari
vitamin B-kompleks yang berperan dalam sintesis purin, guanin, adenin dan
primidin timin, yaitu senyawa yang digunakan dalam pembentukan DNA dan RNA.
Selain itu, asam folat juga berguna dalam pembentukan sel darah merah dan sel
darah putih dalam sumsum tulang belakang dan untuk pendewasaannya. Karena
manfaatnya inilah suplementasi folat dapat banyak menyembuhkan anemia
pernisiosa, gejala gastrointestial dan gangguan saraf.
Asam folat juga penting bagi ibu hamil
karena dapat menurunkan risiko kelahiran bayi cacat. Asam folat yang rendah
pada ibu hamil dapat menyebabkan neural tube defects atau gangguan otak serta
berat bayi lahir rendah. Asam folat yang terknadung dalam labu siam adalah 93
mkg per 100 gram.
Kalium, Memicu Kerja Otot
Kalium adalah ion bermuatan
positif yang dapat diabsor dengan mudah di usus halus dan dikeluarkan dalam
bentuk ion pengganti natrium melalui proses pertukaran di dalam ginjal. Proses
ini bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan elektrolit dan asam basa
tubuh. Selain itu, kalium juga berperan sebagai katalisator dalam metabolisme
energi sintesis, glikogen dan protein.
Dalam aktivitas sehari-hari,
kalium membantu memperlancar keseimbangan cairan, membuat tubuh lebih segar,
serta membantu pengiriman oksigen ke otak. Secara tak langsung, kalium juga
memicu kerja otot dan simpul syaraf.
Niasin, Penurunan Kolesterol
Niasin biasa dikenal sebagai
vitamin B3. Bentuk aktifnya yang bernama niacinamide, diperlukan oleh koenzim
dalam proses transfer atom hidrogen untuk menghasilkan energi. Reaksi kimia ini
nantinnya akan berpengaruh pada integritas jaringan kulit, salut pencernaan dan
susunan syaraf.
Selain reaksi tersebut zat aktif
ini juga memberikan efek farmakodinamik sebagai vasodilasator perifer dalam
menurunkan kadar kolesterol darah. Terkait dengan proses inni, kandungan niasin
dalam labu siam mampu menurunkan produksi VLDL di dalam hati yaitu produksi LDL
dan trigliserid yang akan menurun sehingga dapat menurunkan kolesterol.
Flavonoid, Pembentuk Metabolit Aktif
Bagian daging labu siam
mengandung flavonoid, saponin, alkohol dan tanin. Flavonoid tidak hanya
ditemukan di bagian daging buahnya, tetapi juga di dalam daun bersama saponin
dan polifenol. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan (2005) menemukan ekstrak
kulit labu siam atau yang disebut maserasi memiliki efek hipoglikemik yang
mekanismenya dpat menginduksikan pembentukan metabolit aktif. Proses ini
terjadi berkat peran aktif dari flavonoid yang terkandung di dalamnya.
Selain manfaat dari kandungan
senyawa aktif yang telah disebutkan di atas, labu siam juga memiliki efek
diuretik yang menyebabkan kandungan garam dalam darah berkurang. Proses ini
akan membantu menyerap atau menahan air, sehingga meringankan kerja jantung
dalam memompa darah dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, efek diuretik ini
dapat memperlancar pembuangan air kecil dan mengeluarkan kelebihan asam urat
dalam tubuh.

No comments:
Post a Comment