Monday, November 27, 2017

LABU SIAM SAYURAN BUAH KAYA ASAM FOLAT


Labu jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), waluh siam (Jawa Barat), Chayotte (Meksiko), gambas (Sunda), mentimun jepang (Manado) adalah beberapa seutan untuk sayuran bernama latin Sevhium edule ini. Tanaman yang tumbuh merambat dan menjalar ini berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini meiliki daun yang berbentuk lekukan tangan dan buah berbentuk genta.
Labu siam dapat tumbuh baik di daerah beriklim tropis panas dan tidak dapat tumbuh di daerah kering apalagi dataran tinggi. Batang labu siam lunak, beralur dengan banyak cabang yang memiliki pembelit berbentuk spiral, kasap dan berwarna hijau. Buahnya berukuran lebih besar dari kepalan tangan orang dewasa dengan bentuk membulat ke bawah. Di Indonesia, pusat produksi sayuran buah ini berada di Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan.
Kandungan Gizi Labu Siam
Berikut nilai labu siam per 100 gram
Kandungan zat gizi lengkap labu siam per 100 gram
Kandungan Gizi             Labu Siam
Energi (kcal)                       17
Protein (g)                          0,82
Lemak (g)                           0,13
KH (g)                                 3,9
Serat (g)                               1,7
Gula (g)                               1,85
Kalsium (mg)                      17
Besi (mg)                             0,34
Magnesium (mg)                 12
Fosfor (mg)                         18
Kalium (mg)                        125
Natrium (mg)                       2
Vitamin C                             7,7
Asam Folat (mkg)                93                          


Dengan kadar serat yang cukup tinggi, yaitu 1,7 gram per 100 gram, labu siam dapt membantu mengatasi sembelit dan aman untuk lambung yang sensitif. Labu siam juga mampu mengurangi risiko penyakit kanker. Selain serat, labu juga mengandung senyawa aktif sebagai berikut.

Asam Folat, Membantu Menurunkan Risiko Kelahiran
Asam folat adalah bagian dari vitamin B-kompleks yang berperan dalam sintesis purin, guanin, adenin dan primidin timin, yaitu senyawa yang digunakan dalam pembentukan DNA dan RNA. Selain itu, asam folat juga berguna dalam pembentukan sel darah merah dan sel darah putih dalam sumsum tulang belakang dan untuk pendewasaannya. Karena manfaatnya inilah suplementasi folat dapat banyak menyembuhkan anemia pernisiosa, gejala gastrointestial dan gangguan saraf.
Asam folat juga penting bagi ibu hamil karena dapat menurunkan risiko kelahiran bayi cacat. Asam folat yang rendah pada ibu hamil dapat menyebabkan neural tube defects atau gangguan otak serta berat bayi lahir rendah. Asam folat yang terknadung dalam labu siam adalah 93 mkg per 100 gram.

Kalium, Memicu Kerja Otot
Kalium adalah ion bermuatan positif yang dapat diabsor dengan mudah di usus halus dan dikeluarkan dalam bentuk ion pengganti natrium melalui proses pertukaran di dalam ginjal. Proses ini bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan elektrolit dan asam basa tubuh. Selain itu, kalium juga berperan sebagai katalisator dalam metabolisme energi sintesis, glikogen dan protein.
Dalam aktivitas sehari-hari, kalium membantu memperlancar keseimbangan cairan, membuat tubuh lebih segar, serta membantu pengiriman oksigen ke otak. Secara tak langsung, kalium juga memicu kerja otot dan simpul syaraf.

Niasin, Penurunan Kolesterol
Niasin biasa dikenal sebagai vitamin B3. Bentuk aktifnya yang bernama niacinamide, diperlukan oleh koenzim dalam proses transfer atom hidrogen untuk menghasilkan energi. Reaksi kimia ini nantinnya akan berpengaruh pada integritas jaringan kulit, salut pencernaan dan susunan syaraf.
Selain reaksi tersebut zat aktif ini juga memberikan efek farmakodinamik sebagai vasodilasator perifer dalam menurunkan kadar kolesterol darah. Terkait dengan proses inni, kandungan niasin dalam labu siam mampu menurunkan produksi VLDL di dalam hati yaitu produksi LDL dan trigliserid yang akan menurun sehingga dapat menurunkan kolesterol.

Flavonoid, Pembentuk Metabolit Aktif
Bagian daging labu siam mengandung flavonoid, saponin, alkohol dan tanin. Flavonoid tidak hanya ditemukan di bagian daging buahnya, tetapi juga di dalam daun bersama saponin dan polifenol. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan (2005) menemukan ekstrak kulit labu siam atau yang disebut maserasi memiliki efek hipoglikemik yang mekanismenya dpat menginduksikan pembentukan metabolit aktif. Proses ini terjadi berkat peran aktif dari flavonoid yang terkandung di dalamnya.

Selain manfaat dari kandungan senyawa aktif yang telah disebutkan di atas, labu siam juga memiliki efek diuretik yang menyebabkan kandungan garam dalam darah berkurang. Proses ini akan membantu menyerap atau menahan air, sehingga meringankan kerja jantung dalam memompa darah dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, efek diuretik ini dapat memperlancar pembuangan air kecil dan mengeluarkan kelebihan asam urat dalam tubuh.

No comments:

Post a Comment