Siapa yang tidak tertarik dengan
warna merah nan cantik dari ceri? Buah ceri berbentuk kecil seperti anggur
dengan kulit yang tipis dan daging buah yang berasa asam-manis. Ukuran buah ini
hanya berdiameter 1-2 cm sehingga kerap dijuluki si mungil. Kegunaan ceri
biasanya sebagai penghias untuk produk kue tart. Secara umum, ceri dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ceri liar (Prunus avium) dan ceri tart (Prunus
ceracus).
Cari liar atau ceri manis (sweet chery) biasa dikonsumsi oleh
burung. Semua bagian dari ceri liar, kecuali bagian buah yang matang mengandung
senyawa toksik yaitu glikosida sianogen. Ceri jenis ini memiliki kulit berwarna
merah terang-keunguan. Ceri liar sebenarnya dapat dimakan, tetapi saranya agak
asam dan pahit.
Ceri tart biasa dikonsumsi
sehari-hari dan umum digunakan sebagai penghias kue atau minuman. Ceri jenis
ini memiliki sensasi yang menyegarkan saat dikonsumsi dan rasanya sedikit asam.
Karena itu, ceri tart sering mendapat julukan sour cherry.Secara umum, ceri
tart mengandung senyawa fitokimia yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan
ceri manis.
Kandungan Gizi Ceri
Dalam daging buah ceri terkandung
berbagai zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Selain itu, ceri mengandung
senyawa aktif yang dapat membantu mencegah penyakit kanker, penyakit jantung,
stroke, penuaan, asam urat, diabetes, hingga insomnia. Berbagai senyawa aktif
tersebut di antaranya antosianin, melatonin dan antioksidan. Berikut kandungan
zat gizi buah ceri secara lengkap.
Kandungan Zat gizi ceri per 100
gram
Komponen Zat Gizi Ceri Manis Cari Tart
Energi 63 kcal 50 kcal
Karbohidrat 16,1
gram 12,18 gram
Protein 1,06 gram 1 gram
Lemak 0,2 gram 0,3 gram
Kolesterol 0 gram 0 gram
Serat 2,1 gram 1,6 gram
Asam folat 4 ug 8 ug
Niasin 0,154 mg 0,400 mg
Asam Pantotenat 0,199 mg 0,143 mg
Piridoksin 0,049 mg 0,044 mg
Riboflavin 0,033 mg 0,040 mg
Tiamin 0,027 mg 0,030 mg
Vitamin C 7 mg 10 mg
Vitamin A 640 IU 1283 IU
Vitamin E 0,07 mg 0,07 mg
Vitamin K 2,1 ug 2,1 ug
Natrium 0 mg 3 mg
Kalium 222 mg 179 mg
Kalsium 13 mg 16 mg
Tembaga 0,060 mg 0,104 mg
Besi 0,36 mg 0,32 mg
Magnesium 11 mg 9 mg
Mangan 0,070 mg 0,111 mg
Fosfor 221 mg 15 mg
Zinc 0,07 mg 0,10 mg
Beta Karoten 38 ug 770 ug
Lutein-zeaxanthin 85 ug 85 ug
ANDA HARUS TAHU!
Konsumsi segelas jus ceri sehari
setara dengan mengkonsumsi 23 porsi buah dan sayuran. Fakta menarik lainnya,
dalam 250 ml jus ceri terkandung lebih banyak senyawa aktif dibbandingkan
dengan lima porsi kacang polong, tomat, semangka, wortel dan pisang.
Mengobati Penyakit Asam Urat
Manfaat ceri terhadap pengobatan
asam urat telah diketahui sejak tahun 1950 oleh Ludwig Blau yang dipublikasikan
dalam Texas Reports on Biologi and Medicine. Pengujian ini dilakukan terhadap
12 penderita asam urat dan terbukti secara klinis. Studi klinis lain yang
dilakukan oleh US Department of Agriculture Research Facility di Davis,
California, AS pada tahun 2003 terhadap 10 wanita sehat berusia 22-40 tahun
yang diminta mengkonsumsi 45 buah ceri manis (280 gram) terbukti mengalami
penurunan kadar urea darah dari 214 umol/L menjadi 183umol/L setelah lima jam
mengkonsumsi ceri.
Mencegah Cedera Otot
Dalam beberapa tahun terakhir,
buah ceri diketahui dapan mencegah gejala kerusakan otot. Pada bulan Agustus
2006, peneliti dari University of Vermont melaporkan bahwa dalam uji coba
terhadap 14 mahasiswa yang mengkonsumsi jus buah ceri tart dua kali sehari
selama 8 hari terbukti mampu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh cedera
otot secara signifikan.
Antosianin, Pigmen Sejuta Manfaat
Antosianin merupakan pigmen yang
terkandung di dalam buah-buahan dan sayuran, khususnya di bagian kulitnya.
Antosianin dapat berwarna merah, ungu
atau biru di masing-masing jenis buah atau sayur. Antosianin termasuk senyawa
antioksidan kuat yang dapat mencegah risiko penyakit jantung dan stroke. Selain
itu, antosianin juga berperan untuk mencegah terjadinya oksidasi radikal bebas.
Ceri mengandung antosianin yang
berperan untuk menghambat siklooksigenase (cox) 1 dan siklooksigense (cox) 2.
Senyawa ini merupakan enzim yang berperan terhadap terjadinya peradangan. Ceri
manis dapat menurunkan kadar cox 1 dan cox 2 hingga 50%. Ceri tart mengandung
antosianin dan senyawa fenol lebih banyak dibandingkan dengan ceri manis.
Sebuah studi menyatakan bahwa kandungan antosianin ceri tart ternyata 27-200%
lebih tinggi dibandingkan dengan ceri manis.
Antosianin pada ceri tart dapat
digunakan untuk terapi diabetes melitus. Antosianin cukup efektif untuk
meningkatkan produksi insulin oleh sel beta-pankreas studi ini diketahui sejak
1996 melalui penelitian yang dilakukan oleh Bonifasius dan Robert. Penelitian
ini melalui percobaan klinis terhadap 12 orang dewasa dengan diabetes melitus.
Objek ini diberikan terapi antosianin sebanyak 600 mg/hari selama dua bulan
hasilnya, asupan antosianin menyebabkan terjadinya penurunan pembentukan
jaringan ikat yang merupakan penyebab komplikasi diabetes melitus.
ANDA HARUS TAHU!
Antosianin yang terkandung di
dalam ceri dapat mencegah terjadinya penyakit jantung, stroke, peradangan dan
diabetes melitus.
Melatonin, Menyenyakan Tidur Anda
Melatonin merupakan sejenis
antioksidan yang memberikan manfaat bagi kesehatan. Melatonin dapat melewati
bagian pelindung otak (sawar otak) dan memberikan efek menenangkan pada otak,
karena itu, melatonin efektif untuk mengobati gejala insomnia dan sakit kepala.
Pada bulan Juni 2010, Pigeon et.al. dari University of Rochester, New York
melaporkan bahwa jus ceri tart berguna untuk mengobati insomnia pada lansia.
Selain membantu mengatur pola
tidur, melatonin dapat mempertahankan fungsi otak yang optimal dan dapat
mencegah timbulnya penyakit kronis seperti alzheimer.
Antioksidan, Pencegah Kanker
Senyawa antioksidan lain yang
terdapat dalam buah ceri di antaranya lutein, zeaxanthin dan beta karoten.
Senyawa ini bertindak sebagai pelindung terhadap serangan radikal bebas yang
menyebabkan penyakit kanker. Selain itu, ceri mengandung perillyl alcohol
(POH). Senyawa kimia ini berperan aktif untuk memperlambat atau menghentikan
perkembangan beberapa jenis kanker.


No comments:
Post a Comment