Salak memiliki struktur kulit
yang mirip sisik ular sehingga tidak heran jika buah ini sering disebut snake
fruit. Salak (Salacca zalacca) merupakan buah asli Indonesia. Buah ini memiliki
berbagai nama lain, yaitu salak (Indonesia); salak palm, snake fruit,
snake-skinned fruit (Inggris); sala, rakam, rakum (Thailand); She pi go (Cina);
sarakka yashi (Jepang).
Rasa buahnya yang manis dan
sedikit asam menjadikan salah satu alasan orang untuk memilih buah salak. Salak
memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Buah ini merupakan salah satu sumber
karbohidrat. Salin itu, salak diketahui mengandung senyawa antioksidan dan
vitamin yang baik untuk kesehatan.
Indonesia merupakan negara yang
memiliki beragam jenis salak, mulai dari salak pondoh (Yogyakarta), salak
manonjaya (Tasikmalaya), salak condet (Jakarta), salak bali (Bali) dan salak
sidimpuan (Sumatera Utara). Di antara berbagai jenis salak di atas, salk pondoh
dan salak bali merupakan jenis salak yang paling banyak diminati masyarakat.
Kandungan Gizi Salak
Berbagai kandungan zat gizi yang
bermanfaat bagi tubuh terkandung dalam buah salak. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh Nurfi Afriansyah, MSc dari Pusat Litbang Gizi dan Makanan,
Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa salak merupakan sumber beta karoten.
Studi yang diterbitkan dalam Mol Aspects Med tahun 2005 menyebutkan efek
karotenoid sangat baik terhadap pemeliharaan fungsi mata dan pencegahan
penyakit degeneratif.
Kandungan zat gizi salak per 100
gram
Konponen Zat Gizi Salak Salak
Bali Salak Pondoh
Air 78 gram 85,1 gram 77,9 gram
Energi 77 kcal 57 kcal 87,9
kcal
Protein 0,4 gram 0,5 gram 0,8
gram
Lemak - 0,1
gram 0,4 gram
Karbohidrat 20,9 gram 13,6 gram 20,1 gram
Serat - 1,3 gram -
Kalsium 28 mg 94
mg 38 mg
Pospor 18 mg 25 mg 31
mg
Besi 4,2 mg 2,1 mg 3,9
gram
Karoten total 0 ug 37 ug 40
ug
Tiamin 0,04 - -
Riboflavin - - 0,12 mg
Niasin - - 0,1 mg
Vitamin C 2 mg 0,4
mg 8,4 mg
kandungan serat dan tanin pada salak berperan sebagai terapi bagi penderita diare
Antioksidan
Berdasarkan metode analisis AEAC
yang dilakukan oleh Leong dan Shui, salak merupakan buah dengan kandungan
antioksidan yang tinggi. Sebuah studi lain yang dilakukan oleh Dede Falahudin
(2008) semakin mempertegas adanya antioksidan dalam buah salak. Studi ini
mengungkapkan bahwa ekstrak daging buah salak bongkok mengandung senyawa
fenolik, alkaloid, saponin, flavonoid dan tanin. Senyawa ini bersifat
antioksidan terhadap sel tubuh.
Menurut Gabriel Cousens dalam
bukunya There Is a Cure for Diabetes: The Tree of Life 21-Day+Program,
menyebutkan flavonoid dapat meningkatkan kadar vitamin C tubuh, menurunkan
kebocoran dan kerusakan pembuluh darah kecil, serta meningkatkan sistem
kekebalan tubuh. Tidak hanya itu, flavonoid mampu menurunkan risiko terkena
penyakit kanker paru-paru hingga 50%. Flavonoid mampu melawan LDL yang
potensial menyumbat pembuluh darah.
ANDA HARUS TAHU!
Flavonoid yang terkandung dalam
salak dapat mencegah kerusakan sel atau jaringan pembuluh darah. Pada saat yang
bersamaan, flavonoid juga meningkatkan kadar HDL yang bermanfaat untuk mencegah
penyakit jantung dan pembuluh darah.


No comments:
Post a Comment