Jika ada yang bertanya apa yang
membuat tanaman ini istimewa, jawabannya mungkin akan beragam. Namun, semua
vegetarian akan setuju jika berkat jamurlah mereka masih bisa menikmati makanan
yang memiliki kemiripan dengan daging yang menjadi pantangan mereka.
Secara ilmiah, jamur adalah
organisme yang tak berklorofil. Jamur tidak dapat menyediakan makanan sendiri
dengan cara fotosintesis seperti pada tanaman yang berklorofil. Untuk bertahan
hidup, jamur mengambil zat-zat makanan dari organisme lain. Pada umumnya, jamur
hidup dari sisa makanan yang sudah mati, seperti tumpukan sampah, tumpukan
serbuk gergaji kayu atau batang kayu yang suda lapuk.
Saat ini terdapat lebih dari
7-.000 jenis jamur yang dapat diidentifikasi. Mereka hidup liar di berbagai
tempat seperti hutan, kebun dan pekarangan rumah. Namun, tidak semua jamur
dapat dikonsumsi, bahkan ada jamur yang beracun dan berbahaya jika dikonsumsi.
Sementara, jamur yang aman dan bahkan bermanfaat bila dikonsumsi, dapat
ditemukan dengan mudah di supermarket. Di Indonesia, jamur tumbuh pada musim
penghujan saja. berikut beberapa jamur yang populer di Indonesia.
Jamur Kuping
Jamur kuping terdiri dari empat
jenis, yaitu Auricukaria auricular yang memiliki tubuh buah lebar dan tebal;
Auricularia polytricha-judae yang memiliki ciri tubuh buah kecil dan tebal;
Auricularia cornea yang karakteristiknya seperti Auricularia auricular dan yang
terakhir Auricularia fuscosussinea yang serupa seperti Auricularia polytricha.
Jamu kuping memiliki nama lain di
daerah yang berbeda. Di Indonesia memiliki beberapa sebutan, di antaranya supa
lember (Sunda), kuping lawa (Jawa), atau kuping tikus. Sementara di Cina,
Taiwan dan Vietnam jamur kuping dikenal sebagai mouleh, yung-ngo, muk-ngo, muk-er,
mo-er. Di Jepang, jamur ini memiliki sebutan kikurage, makurage, senji dan
arage. Jika dilihat dari organoleptiknya, warna jamur kuping biasanya hitam,
cokelat kehitaman dan cokelat tua. Jamur jenis ini banyak dikenal karena
khasiatnya sebagai obat dan penawar racun.
Jamur Tiram Putih
Jamur yang satu ini bisa
ditemukan di kayu-kayu lapuk, serbuk gergaji, limbah jerami atau limbah kapas.
Nama yang diberikan untuk jamur ini sesuai dengan bentuknya yang hampir
menyerupai tiram dengam tudung yang halus berwarna putih dan panjang 5-15 cm.
Tekstur dari jamur ini lembut dengan penampilan yang menarik. Dengan cita rasa
yang netral, jamur ini mudah dipadupadankan dengan berbagai jenis bahan
masakan.
Masih banyak jenis jamur tiram
selain jamur tiram putih, misalnya jamur tiram yang berwarna merah jambu, jamur
tiram yang berwarna putih bersih atau yang berwarna kelabu. Keunikan dari jamur
ini adalah teksturnya yang semakin liat jika jamur ini semakin tua. Tekstur ini
akan sulit diubah walaupun sudah direbus dalam waktu yang lama.
Jamur Kancing
Jamur kancing yang memiliki nama
latin Agaricus bisporus, memiliki bentuk bulat menyerupai kancing. Warna jamur
ini biasanya putih bersih, krem atau cokelat muda. Sebutan jamur kancing di
Inggris adalah table mushroom, white mushroom, common mushroom atau cultivated
mushroom. Sementara di Perancis, jamur ini memiliki nama Champignon de Paris.
Jamur Merang
Jamur ini merupakan jamur yang
paling dikenal dan disukai di kawasan Asia Tenggara karena rasanya yang paling
enak dan teksturnya yang baik. Nama latinnya adalah Volvariella volvaceae.
Jamur merang merupakan jamur bercawan yang tidak beracun. Daerah tumbuhnya pun
sangat luas, mulai dari Cina, Thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia, sampai
ke Pantai Timur Afrika.
Media tumbuh jamur ini terdapat
di media yang merupakan sumber selulosa seperti tumpukan jerami. Limbah pabrik
kertas, ampas batang aren, limbah kelapa sawit, ampas sagu, sisa kapas, hingga
kulit buah pala. Jika melihat dari kandungan dalam jamur merang, jamur ini aman
dikonsumsi setiap hari. Protein dalam jamur merang tergolong tinggi dengan
kandungan lemak yang rendah dan berbagai macam vitamin dan mineral. Di kalangan
masyarakat Cina pun jamur ini terkenal sebagai jamur yang membuat awet muda.
Jamur Shitake
Jamur ini sering disebut dengan
jamur kayu cokelat, karena tumbuh di kayu yang berwarna kecokelatan. Banyak
khasiat yang terkandung dalam jamur ini.
Kandungan Gizi Jamur
Secara umum, jamur mengandung
asam amino esensial, lemak, mineral dan vitamin. Rata-rata jamur mengandung
19-35% protein lebih tinggi dibandingkan beras (7,38%) dan gandum (13,2%). Dari
20 jenis asam amino esensial, sembilan jenis ada di dalam jamur.
Lemak pada jamur merupakan lemak
tak jenuh yang membuatnya menjadi istimewa. Masih ada lagi berbagai vitamin
yang terkandung di dalamnya, seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin dan biotin.
Serat yang tinggi membuat jamur sangat aik untuk melancarkan sistem pencernaan.
Selain itu, kandungan kalori yang sangat rendah membuat jamur menjadi pilihan
bagi pelaku diet.
Jamur dengan jenis berbeda
memiliki kandungan gizi yang berbeda pula. Namun, satu hal yang pasti, semua
jenis jamur memiliki kandungan lemak yang lebih rendah daripada daging. Untuk
lebih jelasnya, berikut ini beberapa nilai protein di beberapa bahan makanan.
Perbandingan protein antara jamur
dan bahan makanan lain
Jenis makanan Kandungan protein (segar) Kandungan protein (kering)
Daging 19%-21%
Ikan 17%-19%
Telur 1,8%
Jagung 3,5%
Susu sapi 3,2%
Jamur merang 1,8%
Kubis 1%-2%
Pisang 1,1%
Apel 0,3
Jamur tiram putih kelabu 44%
Jamur tiram putih putih 31%
Jamur tiram putih merah 33%
Kacang asin 26%
Polong-polongan 24%
Yeast 38%
Kismis 3%
Tidak salah jika jamur menjadi
makanan favorit para vegetarian. Ditambah lagi tekstur jamur yang kenyal hampir
menyerupai daging. Kandungan lain yang terkandung dalam jamur adalah
karbohidrat, lemak, protein, vitamin B1, B2 dan vitamin C. Mineral lain seperti
kalsium, kalium, fosfor dan besi memperkaya kandungan bahan makanan ini.
Seperti yang sudah dikatakan tadi, bahwa kandungan protein jamur lebih tinggi
daripada protein pada bahan makanan lain seperti sayuran hijau dan umbi-umbian.
Jamur Kuping, Obat Penawar Racun
Dibandingkan dengan jamur jenis
lainnya, jamur kupiing sebenarnya kurang menarik dari segi penampilan. Namun,
jamur ini berkhasiat ampuh sebagai obat dan penawar racun. Salah satu bagian
yang yang paling bermanfaat adalah lendir yang dihasilkan oleh jamur kuping. Lendir
ini dapat menonaktifkan atau menetralkan kolesterol. Selain itu, zat aktif pada
lendir jamur kuping dapat menghambat pertumbuhan carcinoma dan sarcoma, yaitu
kanker jaringan halus dan organ tubuh, sampai 80-90%. Lendir ini pun mampu
menjadi antikoagulan dan menghambat penggumpalan darah.
Jamur Tiram Putih, Penghasil Pleuran-Senyawa Obat
Jamur tiram putih tergolong
istimewa. Pasalnya, kandungan riboflavin, asam nikotinat, pantotenat dan
biotinnya masih terjaga walaupun telah mengalami proses pengolahan. Bahkan,
hasil penelitian dari Beta Glucan Health Centre menyebutkan bahwa jamur tiram
mengandung senyawa pleuran yang bermanfaat sebagai obat.
Tak hanya itu, jamur tiram putih
pun mengandung protein karbohidrat, lemak dan kalori yang tinggi serta kaya
akan multivitamin. Kadar seratnya yang tinggi mampu membantu melancarkan
pencernaan serta berfungsi sebagai antivirus dan antikanker. Jamur tiram putih
ini menjadi favorit karena rasanya yang lebih enak daripada jamur yang lain.
Jamur Kancing, Pendongkrak Kekebalan Tubuh
Jamur kancing termasuk jamur yang
sering dikonsumsi orang Amerika Serikat. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh
Simin Meydani, Dayong Wu dan kawan-kawan menunjukkan bahwa jamur kancing putih
dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Dengan meningkatkan produksi antivirus
dan protein, jamur kancing mampu melindungi dan memperbaiki jaringan sel. Jamur
kancing segar merupakan jamur yang bebas lemak, bebas sodium, serta kaya akan
vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Selain itu, jamur ini juga
rendah kalori.
Jamur Shitake, Sumber Vitamin D Favorit
Jamur shitake juga disebut
sebagai jamur ajaib karena manfaatnya. Keunikan jamur ini terletak pada
kemampuannya mengubah ergosterol menjadi vitamin D menggunakan efek sinar UV. Kemampuan
ini juga membuat shitake menjadi sumber vitamin D favorit. Selain itu, jamur
shitake juga bermanfaat di bidang kesehatan karena berkhasiat meningkatkan
sistem kekebalan tubuh, antibakteri, antivirus, bahkan sebagai pencegah
penggumpulan darah.

No comments:
Post a Comment