Tuesday, November 21, 2017

JAMUR PENGGANTI DAGING YANG KAYA SERAT


Jika ada yang bertanya apa yang membuat tanaman ini istimewa, jawabannya mungkin akan beragam. Namun, semua vegetarian akan setuju jika berkat jamurlah mereka masih bisa menikmati makanan yang memiliki kemiripan dengan daging yang menjadi pantangan mereka.
Secara ilmiah, jamur adalah organisme yang tak berklorofil. Jamur tidak dapat menyediakan makanan sendiri dengan cara fotosintesis seperti pada tanaman yang berklorofil. Untuk bertahan hidup, jamur mengambil zat-zat makanan dari organisme lain. Pada umumnya, jamur hidup dari sisa makanan yang sudah mati, seperti tumpukan sampah, tumpukan serbuk gergaji kayu atau batang kayu yang suda lapuk.
Saat ini terdapat lebih dari 7-.000 jenis jamur yang dapat diidentifikasi. Mereka hidup liar di berbagai tempat seperti hutan, kebun dan pekarangan rumah. Namun, tidak semua jamur dapat dikonsumsi, bahkan ada jamur yang beracun dan berbahaya jika dikonsumsi. Sementara, jamur yang aman dan bahkan bermanfaat bila dikonsumsi, dapat ditemukan dengan mudah di supermarket. Di Indonesia, jamur tumbuh pada musim penghujan saja. berikut beberapa jamur yang populer di Indonesia.

Jamur Kuping
Jamur kuping terdiri dari empat jenis, yaitu Auricukaria auricular yang memiliki tubuh buah lebar dan tebal; Auricularia polytricha-judae yang memiliki ciri tubuh buah kecil dan tebal; Auricularia cornea yang karakteristiknya seperti Auricularia auricular dan yang terakhir Auricularia fuscosussinea yang serupa seperti Auricularia polytricha.
Jamu kuping memiliki nama lain di daerah yang berbeda. Di Indonesia memiliki beberapa sebutan, di antaranya supa lember (Sunda), kuping lawa (Jawa), atau kuping tikus. Sementara di Cina, Taiwan dan Vietnam jamur kuping dikenal sebagai mouleh, yung-ngo, muk-ngo, muk-er, mo-er. Di Jepang, jamur ini memiliki sebutan kikurage, makurage, senji dan arage. Jika dilihat dari organoleptiknya, warna jamur kuping biasanya hitam, cokelat kehitaman dan cokelat tua. Jamur jenis ini banyak dikenal karena khasiatnya sebagai obat dan penawar racun.

Jamur Tiram Putih
Jamur yang satu ini bisa ditemukan di kayu-kayu lapuk, serbuk gergaji, limbah jerami atau limbah kapas. Nama yang diberikan untuk jamur ini sesuai dengan bentuknya yang hampir menyerupai tiram dengam tudung yang halus berwarna putih dan panjang 5-15 cm. Tekstur dari jamur ini lembut dengan penampilan yang menarik. Dengan cita rasa yang netral, jamur ini mudah dipadupadankan dengan berbagai jenis bahan masakan.
Masih banyak jenis jamur tiram selain jamur tiram putih, misalnya jamur tiram yang berwarna merah jambu, jamur tiram yang berwarna putih bersih atau yang berwarna kelabu. Keunikan dari jamur ini adalah teksturnya yang semakin liat jika jamur ini semakin tua. Tekstur ini akan sulit diubah walaupun sudah direbus dalam waktu yang lama.
Jamur Kancing
Jamur kancing yang memiliki nama latin Agaricus bisporus, memiliki bentuk bulat menyerupai kancing. Warna jamur ini biasanya putih bersih, krem atau cokelat muda. Sebutan jamur kancing di Inggris adalah table mushroom, white mushroom, common mushroom atau cultivated mushroom. Sementara di Perancis, jamur ini memiliki nama Champignon de Paris.

Jamur Merang
Jamur ini merupakan jamur yang paling dikenal dan disukai di kawasan Asia Tenggara karena rasanya yang paling enak dan teksturnya yang baik. Nama latinnya adalah Volvariella volvaceae. Jamur merang merupakan jamur bercawan yang tidak beracun. Daerah tumbuhnya pun sangat luas, mulai dari Cina, Thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia, sampai ke Pantai Timur Afrika.

Media tumbuh jamur ini terdapat di media yang merupakan sumber selulosa seperti tumpukan jerami. Limbah pabrik kertas, ampas batang aren, limbah kelapa sawit, ampas sagu, sisa kapas, hingga kulit buah pala. Jika melihat dari kandungan dalam jamur merang, jamur ini aman dikonsumsi setiap hari. Protein dalam jamur merang tergolong tinggi dengan kandungan lemak yang rendah dan berbagai macam vitamin dan mineral. Di kalangan masyarakat Cina pun jamur ini terkenal sebagai jamur yang membuat awet muda.

Jamur Shitake
Jamur ini sering disebut dengan jamur kayu cokelat, karena tumbuh di kayu yang berwarna kecokelatan. Banyak khasiat yang terkandung dalam jamur ini.


Kandungan Gizi Jamur
Secara umum, jamur mengandung asam amino esensial, lemak, mineral dan vitamin. Rata-rata jamur mengandung 19-35% protein lebih tinggi dibandingkan beras (7,38%) dan gandum (13,2%). Dari 20 jenis asam amino esensial, sembilan jenis ada di dalam jamur.
Lemak pada jamur merupakan lemak tak jenuh yang membuatnya menjadi istimewa. Masih ada lagi berbagai vitamin yang terkandung di dalamnya, seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin dan biotin. Serat yang tinggi membuat jamur sangat aik untuk melancarkan sistem pencernaan. Selain itu, kandungan kalori yang sangat rendah membuat jamur menjadi pilihan bagi pelaku diet.
Jamur dengan jenis berbeda memiliki kandungan gizi yang berbeda pula. Namun, satu hal yang pasti, semua jenis jamur memiliki kandungan lemak yang lebih rendah daripada daging. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa nilai protein di beberapa bahan makanan.

Perbandingan protein antara jamur dan bahan makanan lain
Jenis makanan                                  Kandungan protein (segar)          Kandungan protein (kering)
Daging                                                  19%-21%                                             
Ikan                                                       17%-19%
Telur                                                      1,8%
Jagung                                                   3,5%
Susu sapi                                               3,2%
Jamur merang                                       1,8%
Kubis                                                     1%-2%
Pisang                                                   1,1%
Apel                                                       0,3
Jamur tiram putih kelabu                                                                                         44%
Jamur tiram putih putih                                                                                           31%
Jamur tiram putih merah                                                                                          33%
Kacang asin                                                                                                              26%
Polong-polongan                                                                                                      24%
Yeast                                                                                                                         38%
Kismis                                                                                                                       3%

Tidak salah jika jamur menjadi makanan favorit para vegetarian. Ditambah lagi tekstur jamur yang kenyal hampir menyerupai daging. Kandungan lain yang terkandung dalam jamur adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin B1, B2 dan vitamin C. Mineral lain seperti kalsium, kalium, fosfor dan besi memperkaya kandungan bahan makanan ini. Seperti yang sudah dikatakan tadi, bahwa kandungan protein jamur lebih tinggi daripada protein pada bahan makanan lain seperti sayuran hijau dan umbi-umbian.

Jamur Kuping, Obat Penawar Racun
Dibandingkan dengan jamur jenis lainnya, jamur kupiing sebenarnya kurang menarik dari segi penampilan. Namun, jamur ini berkhasiat ampuh sebagai obat dan penawar racun. Salah satu bagian yang yang paling bermanfaat adalah lendir yang dihasilkan oleh jamur kuping. Lendir ini dapat menonaktifkan atau menetralkan kolesterol. Selain itu, zat aktif pada lendir jamur kuping dapat menghambat pertumbuhan carcinoma dan sarcoma, yaitu kanker jaringan halus dan organ tubuh, sampai 80-90%. Lendir ini pun mampu menjadi antikoagulan dan menghambat penggumpalan darah.

Jamur Tiram Putih, Penghasil Pleuran-Senyawa Obat
Jamur tiram putih tergolong istimewa. Pasalnya, kandungan riboflavin, asam nikotinat, pantotenat dan biotinnya masih terjaga walaupun telah mengalami proses pengolahan. Bahkan, hasil penelitian dari Beta Glucan Health Centre menyebutkan bahwa jamur tiram mengandung senyawa pleuran yang bermanfaat sebagai obat.
Tak hanya itu, jamur tiram putih pun mengandung protein karbohidrat, lemak dan kalori yang tinggi serta kaya akan multivitamin. Kadar seratnya yang tinggi mampu membantu melancarkan pencernaan serta berfungsi sebagai antivirus dan antikanker. Jamur tiram putih ini menjadi favorit karena rasanya yang lebih enak daripada jamur yang lain.

Jamur Kancing, Pendongkrak Kekebalan Tubuh
Jamur kancing termasuk jamur yang sering dikonsumsi orang Amerika Serikat. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Simin Meydani, Dayong Wu dan kawan-kawan menunjukkan bahwa jamur kancing putih dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Dengan meningkatkan produksi antivirus dan protein, jamur kancing mampu melindungi dan memperbaiki jaringan sel. Jamur kancing segar merupakan jamur yang bebas lemak, bebas sodium, serta kaya akan vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Selain itu, jamur ini juga rendah kalori.

Jamur Shitake, Sumber Vitamin D Favorit
Jamur shitake juga disebut sebagai jamur ajaib karena manfaatnya. Keunikan jamur ini terletak pada kemampuannya mengubah ergosterol menjadi vitamin D menggunakan efek sinar UV. Kemampuan ini juga membuat shitake menjadi sumber vitamin D favorit. Selain itu, jamur shitake juga bermanfaat di bidang kesehatan karena berkhasiat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, antibakteri, antivirus, bahkan sebagai pencegah penggumpulan darah.




No comments:

Post a Comment