Tanaman kacang panjang tumbuh
dengan cara memanjat dan memilit. Ukuran polongnya tergolong panjang, sehingga
tak heran jika dinamai kacang panjang. Tumbuhan dengan nama latin Vigna senesis
ini mudah ditemukan di kawasan Asia. Kacang panjang tergolong tanaman berumur
pendek dan tumbuh baik di dataran sedang sampai dataran rendah. Dilihat dari
tempat hidupnya, kacang panjang dapat ditanam di lahan sawah, tegalan, maupun
pekarangan pada setiap musim.
Indonesia merupakan sentra usaha
penanaman kacang panjang. Saat ini, indonesia mengekspor kacang panjang ke luar
negeri, khususnya Belanda yang membutuhkan kacang panjang sebanyak tiga ton
setiap minggu.
Ada beragam jenis kacang panjang
yang biasa ditanam para petani, di antaranya kacang panjang biasa dan kacang
panjang usus. Ciri-ciri kacang panjang biasa batangnya panjang dan membelit
dengan buah berwarna hijau waktu masih muda dan berubah menjadi putih setelah
tua. Bentuk bijinya lonjong pipih, kadang-kadang melengkung. Warna biji
bermacam-macam, mulai dari kuning, cokelat, hitam, putih atau kuning kemerahan.
Sementara itu, kacang panjang
usus memiliki polong yang berwarna hijau keputihan katika masih muda dan akan
berubah menjadi putih kekuningan setelah tua. Ukuran polognya tergolong sangat
panjang. Tak heran jika dinamai kacang panjang usus. Biji kacang panjang jenis
inni berwarna putih polos atau putih dengan belang-belang merah. Jika dilihat
dari batangnya, kacang panjang usus ini memiliki batang yang sama dengan kacang
panjang biasa.
Kandungan Gizi Kacang Panjang
Kacang panjang merupakan sumber
protein nabati yang cukup potensial. Bagian pplongnya mengandung protein,
vitamin A, lemak dan karobohidrat. Selain itu, masih banyak zat positif yang
ditemui dalam kacang panjang. Beberapa di antaranya adalah protein, lemak,
karbohidrat, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, kalsium, fosfor, besi,
belerang, magnesium dan mangan.
Kandungan gizi kacang panjang per
100 gram
Kandungan Gizi Jumlah
Energi (kcal) 31
KH (g) 5,3
Serat (g) 2,7
Lemak (g) 0,1
Protein (g) 2,3
Kalsium (mg) 60
Fosfor (mg) 64
Zat besi (mg) 0,6
Natrium (mg) 30
Kalium (mg) 213
Betakaroten (ug) 125,2
Vitamin B1 (mg) 0,7
Vitamin B2 (mg) 0,1
Vitamin B6 (mg) 0,3
Vitamin C (mg) 46
kacang panjang bersifat diuretik sehingga dapat mencegah gangguan saluran kencing
dan risiko terjadinya batu ginjal
Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya, kacang panjang memiliki banyak zat positif seperti betakaroken,
klorofil, vitamin B1, vitamin B2, serta serat pektin. Serat pektin berperan
penting dalam mengendalikan kadar gula darah serta mengatasi hipertensi
sehingga dapat memperkecil risiko stroke dan serangan jantung. Selain itu,
serat pektin juga dapat meningkatkan fungsi organ pencernaan.
Betakaroten, Antikanker dan antivirus
Betakaroten yang juga berperan
sebagai antioksidan dapat berfungsi sebagai antivirus, antioksidan, antibakteri,
serta mencegah kelainan antibodi. Tak hanya itu, kacang panjang ternyata juga
memiliki zat antikanker.
Mencegah Batu Ginjal
Sifatnya yang diuretik dapat
membantu mencegah gangguan saluran kencing, berperan sebagai peluruh kencing
dan mencegah risiko terjadinya batu ginjal.
Fitoestrogen, memacu Poliferasi Sel
Kacang panjang bermanfaat
sebagai poliferasi payudara. Di kalangan
masyarakat Jawa, kacang panjang digunakan untuk merawat payudara. Penelitian
Meiyanti membuktikan bahwa kacang panjang mampu meningkatkan perkembangan
kelenjar payudara dan relatif aman karena tidak menimbulkan kematian sel.
Kacang panjang juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk perawatan
payudara wanita. Fitoestrogen yang ada di dalam kacang panjang dapat membantu
memacu poliferasi sel jika berkaitan dengan reseptor estrogen. Cara
menggunakannya adalah dengan menumbuk kulit biji panjang sampai didapatkan
sarinya, kemudian dioleskan pada payudara.


No comments:
Post a Comment