Buah berbentuk bulat dan
berdiameter 5-12 cm ini memiiki warna kulit yang bervariasi, mulai dari hijau
keunguan, putih, cokelat kemerahan atau ungu kehitaman. Sementara itu, biji
delima relatif banyak, berukuran kecil, berbentuk bulat panjang, bertekstur
agak keras dan memiliki warna yang bervariasi, seperti merah, merah jambu atau
putih.
Tanaman delima relatif mudah
dikembangbiakkan, tak heran jika di Indonesia terdapat berbagai jenis delima.
Di Indonesia dikenal tiga jenis delima, yaitu delima putih, delima merah dan
delima ungu. Tanaman ini sangat mudah dijumpai karena biasa ditanam sebagai
tanaman hias atau tanaman buah di pekarangan rumah. Bukan hanya karena
bentuknya yang cantik, delima ternyata memiliki sejuta khasiat untuk
pengobatan.
Delima memiliki beberapa sebutan
lain di beberapa daerah, seperti delima (Melayu), glima (Aceh), glineu mekah
(gayol), dhalima (Madura), gangsalan (Jawa), dalima (Sunda) dan teliman
(sasak).
Kandungan Gizi Delima
Dalam daging buah delima
(pomegranate) terdapat berbagai macam zat gizi yang bermanfaat terhadap
kesehatan. Hampir semua bagian tanaman delima dapat dimanfaatkan untuk
pengobatan. Bagian daging buah, kulit buah, kulit batang, hingga akar delima
dapat diramu menjadi obat untuk berbagai jenis penyakit. Kandungan antioksidan
pada delima menjadikan buah ini multimanfaat bagi kesehatan. Berikut kandungan
zat gizi delima secara lengkap
mengkonsumsi delima sebaiknya beserta bijinya untuk mendapatkan seluruh khasiatnya
Kandungan zat gizi delima per 100 gram
Komponen zat gizi Jumlah
Energi 83
kcal
Karbohidrat 18,7
gram
Serat 4
gram
Lemak 1,17
gram
Protein 1,67
gram
Thiamin 0,07
mg
Riboflavin 0,05
mg
Niasin 0,29
mg
Asam pantotenat 0,38
mg
Vitamin B6 0,08
mg
Folat 38
mg
Vitamin C 10,2
mg
Kalsium 10
mg
Besi 0,3
mg
Magnesium 12
mg
Fosfor 36
mg
Kalium 236
mg
Seng 0,35
mg
Polifenol, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker
Berbagai penelitian terbaru
menunjukkan bahwa delima dapat digunakan untuk mengatasi penyakit kanker.
Ekstrak biji delima yang sudah terfermentasi dipercaya kaya akan polifenol yang
membantu pemulihan sel leukimia menjadi normal.
Sebuah studi yang dilakukan di
Israel menunjukkan bahwa sari buah delima dapat menghancurkan sel-sel kanker
payudara. Hebatnya lagi, kemampuan sari buah delima hanya secara spesifik
menghancurkan sel kanker, berbeda dengan obat kemoterapi yang ebrisiko
menyerang semua sel di dalam tubuh.
Antioksidan, Penakluk Penyakit Degeneratif
Berbagai jenis antioksidan
terdapat dalam buah delima, seperti polifenol, katekin, serta flavonoid
(quercetin, rutin, flavonols dan flavones). Berbagai studi tentang antioksidan,
antikanker dan antiperadangan dari delima telah banyak dipublikasikan.
Bayangkan, kandungan antioksidan dalam buah delima jumlahnya tiga kali lebih
banyak dibandingkan dengan kandungan antioksidan pada teh hijau.
Berdasarkan penelitian yang
dipublikasikan oleh American Journal of Clinical Nutrition, buah delima
dipercaya dapat mencegah oksidasi LDL dalam tubuh. Penelitian lain dari
Vanderbilt University Medical Center menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi
jus delima minuman tiga kali dalam seminggu dapat menurunkan risiko terkena
aizheimer hingga 76%.
Sari buah delima mengandung
senyawa flavonoid yang tinggi. Senyawa ini merupakan antioksidan kuat yang
berguna untuk mencegah berkembangnya radikal bebas di dalam tubuh sekalius
memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Selain itu, flavonoid mampu memberikan
perlindungan terhadap penyakit jantung, kanker kulit, dan kanker prostat.
Menurut studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of
Sciences menemukan bahwa jus delima mampu “memerangi” pengerasan arteri dan
penyakit terkait pembuluh darah seperti penyakit jantung dan stroke. Pasalnya,
buah delima dapat mencegah dan meluruhkan penumpukan plak di arteri
Antioksidan lain yang terdapat
dalam delima adalah vitamin A, vitamin E, vitamin C dan asam folat. Kandungan
berbagai vitamin tersebut memiliki peranan penting terhadap fungsi jantung
antioksidan ini banyak terdapat di bagian biji buah delima.
ANDA HARUS TAHU!
Beberapa studi menunjukkan bahwa
sari buah delima juga dapat mencegah kerusakan tulang rawan, menurut penelitian
di Case Western Reserve University yang diterbitkan dalam The Journal of
Nutrition, ekstrak delima menurunkan tingkat bahan kimia yang disebut
interleukin-1b (IL-1b) dan enzim yang berperan mengikis tulng rawan dan membuat
inflamasi.
Fitosterol, Penurun Kolesterol
Fitosterol merupakan komponen
fitokimia yang mempunyai fungsi berlawann dengan kolesterol. Fitosterol banyak
terdapat di dalam daging buah delima. Pada tahun 1970-an, fitosterol diketahui
berfungsi menurunkan kadar kolesterol di dalam darah dan mencegah penyakit
jantung. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa konsumsi 2-3 gram
fitosterol sehari dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner hingga 23%.
Menariknya, fitosterol juga dapat
menjaga kelenturan kulit agar tetap baik. Fitosterol dapat menjaga kelembapan
kulit, meningkatkan metabolisme kulit dan mencegah inflamasi pada kulit. Selain
itu, fitosterol juga dapat mencegah penuaan kulit yang disebabkan oleh sinar
matahari.
Selain berhubungan dengan
kesehatan kulit, beberapa hasil penelitian membuktikan fitosterol dalam delima
dapat mencegah penyakit kanker melalui berbagai mekanisme seperti menghambat
penggandaan sel kanker, menstimulasi kematian sel kanker dan memodifikasi
beberapa hormon yang berpotensi untuk menumbuhkan sel kanker.


No comments:
Post a Comment