Jagung manis merupakan salah satu
varian jagung yang lebih banyak disukai daripada jagung biasa. Tentu saja,
karena rasanya lebih manis. Kandungan gula tinggi yang dimiliki oleh sayuran
dengan nama latin Zea mays saccharanta membuatnya memiliki rasa manis. Sebelum
berkembang di Indonesia, jagung manis telah dikenal dan ditanam oleh masyarakat
Amerika Utara sejak 200 tahun SM.
Sebelum abad ke-17, bangsa Eropa
mengembangkan jagung manis sebagai pakan ternak dan bahan makanan manusia. Sedikit
yang mengetahui bahwa varian jagung manis ini didapat dari penggabungan antara
jagung dent dan flint yang mengakibatkan terjadinya mutasi menjadi tipe gula
yang resesif. Siat manisnya didapatkan dari gen su-1 (sugary), bt-2 (brittle),
atau sh-2 (shrunken). Zat-zat itulah yang mencegah pengubah gula menjadi zat
pati pada endosperm sehingga jumlah gula yang ada menjadi sekitar dua kali
lebih banyak dibandingkan jagung biasa.
Penumpukan gula juga terjadi pada
proses pematangan yang menyebabkan biji pada jagung manis menjadi lebih
keriput. Gula yang mendominasi jagung manis adalah fruktosa, glukosa dan
sukrosa. Sukrosa adalah gula yang paling dominan dibandingkan jenis gula yang
lain. Kandungan gula pada jagung manis bisa berbeda tergantung pada jenis
varietas, sifat genetik dan fase kematangan biji.
Walaupun secara kasat mata sulit
membedakan antara jagung biasa dan jagung manis, ada perbedaan yang cukup
mencolok antara keduanya. Warna bunga jantan pada jagung manis berwarna putih,
sedangkan pada jagung biasa bunga jantannya berwarna kuning kecokelatan.
Setelah itu, bagian rambut pada jagung manis berwarna putih, sedangkan rambut
pada jagung biasa berwarna merah.
Jagung merupakan tanaman yang
mudah rusak setelah dipanen. Ini terjadi karena gula dalam jagung akan berubah
menjadi pati. Cairan yang berupa susu dan berasa manis di dalam biji ini
seidkit akan meleleh menjadi seperti bubur dan mengakibatkan jagung manis
menjadi hambar.
Kandungan Gizi Jagung Manis
Jagung manis mengandung lebih banyak
provitamin A daripada jagung biasa. Berikut kandungan gizi jagung manis per 100
gram jika dibandingkan dengan jagung biasa
Kandungan Gizi Jagung Manis Jagung Biasa
Energi (kcal) 96 129
Protein (g) 3,5 4,1
Lemak (g) 1 1,3
KH (g) 22,8 30,3
Kalsium (mg) 3 5
Fosfor (mg) 111 108
Besi (mg) 0,7 1,1
Vitamin A (SI) 400 117
Vitamin B (mg) 0,15 0,18
Vitamin C (mg) 12 9
Air (g) 72,7 63,5
jagung manis lebih banyak mengandung provitamin A dibandingkan dengan jagung putih
Karbohidrat yang ada di dalam
biji jagung ini mengandung gula pereduksi (glukosa, fruktosa), sukrosa,
polisakarida dan pati. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kandungan gula
tinggi terdapat pada bagian endospermnya. Jika dilihat dari jumlahnya, kadar
gula yang terkandung di dalam jagung mais adalah 5-6% dengan kadar pati sebesar
10-11%. Jagung biasa hanya mengandung 2% gula atau setengah dari kadar gula
pada jagung manis. Sukrosa yang tersimpan dalam jagung manis ini bisa mencapai
11%.
Zat aktif yang terkandung dalam
jagung manis ini tak diragukan lagi banyaknya. Jika dilihat lebih mendalam,
biji jagung memiliki 3 bagian, yaitu perikarp (kulit), endosperm dan lembaga.
Lembaga adalah bagian yang paling kaya akan lemak dan protein mineral. Sebagian
besar lemak jagung juga terdapat di dalamnya. Asam lemak dalam jagung ini
terdiri atas asam lemak jenuh berupa
pantotenat dan stearat serta asam lemak tidak jenuh berupa oleat dan linoleat.
Pati, Meningkatkan Kepulenan
Pati merupakan komponen utama
jagung dan mengisi 70% dari bobot biji. Pati terdiri dari dua jenis polimer
glukosa yaitu amilosa dan amilopektin. Amilopektin inilah yang memengaruhi
tekstur dan rasa jagung. Semakin tinggi kandungan amilopektin, tekstur dan rasa
jagung semakin lunak, pulen dan enak.
Protein Prolamin
Protein pada jagung banyak
tersimpan di bagian lembaga. Namun, kandungan asam amino pada jagung tidak
lengkap. Kandungan asam amino lisin tergolong rendah. Hal ini dapat diatasi
dengan mengkombinasikannya bersama kcang-kacangan yag memiliki kadar asam amino
lisin yang tinggi. Jagung dan kasang-kacangan juga bisa saling melengkapi dalam
memenuhi kadar asam amino metionin. Jagung memiliki asam amino metionin yang
tinggi, sedangkan kacang kebalikannya.
Kadar protein tertinggi pada
jagung adalah prolamin, yaitu sebesar 47%. Prolamin ini sulit larut dalam air
dan sangat larut dalam etanol 70%. Biasanya, prolamin ini digunakan dalam pakan
ternak.
Kaya Minyak Oleat dan Linoleat
Kandungan lemak pada jagung
terkonsentrasi pada bagian lembaga sebanyak 3-8%. Kandungan asam
lemak jenuh pada minyak jagung relatif rendah dengan jumlah asam lapmitat 11%
dan asam stearat 2%. Sedangkan asam lemak tidak jenuhnya cukup tinggi terutama
asam linoleat yang mencapai 34%. Minyak jagung relatif lebih stabil karena
kandungan asam linolenatnya sangat kecil (0,4%. Minyak jagung mengandung antioksidan
alami yang tinggi. Mutunya pun lebih tinggi karena distribusi asam lemaknya
berimbang, terutama oleat dan linoleat. Tidak heran jika minyak jagung
cenderung lebih mahal dibandingkan dengan jenis minyak lainnya.
Serat pangan, Pencegah Kanker
Kadar serat pangan pada jagung
tergolong tinggi. Kandungan karbohidrat kompleks biji jagung terdapat di
perikarp dan tipkarp, juga pada sel endosperm. Manfaat dari serat pangan ini
cukup banyak. Di antaranya membantu mencegah kanker terutama kanker usus, juga
membantu menurunkan kolesterol total, LDL dan kadar glukosa darah. Kulit ari
jagung (bran) terdiri dari 75%
hemiselulosa, 25% selulosa dan 0,1% lignin. Jika dibandingkan, kadar serat
jagung kulit ari sangat rendah daripada biji utuh.
Mineral Zat Besi
Mineral jagung lebih banyak
ditemukan di bagian lembaga daripada di bagian endosperm. Mineral utama yang
terdapat di dalam jagung manis adalah fosfor, kalium dan magnesium fitat. Kandungan
mineral yang juga terkandung di dalam jagung manis adalah Fe atau zat besi. Kadar
zat besi dalam jagung manis dapat dilihat dari warna biji. Iji jagung yang
berwarna kuning-oranye mengandung Fe lebih tinggi dibandingkan biji jagung
berwarna kuning, sedangkan jagung putih memiliki kandungan Fe sangat rendah.
Kaya Vitamin Larut Lemak
Vitamin yang terkandung dalam
jagung manis adalah vitamin larut lemak-provitamin A atau karatenoid dan
vitamin E. Biji jagung yang berwarna kuning mengandung lebih banyak karatenoid
dibandingkan biji jagung yang berwarna putih.


No comments:
Post a Comment