Jeruk manis (Citrus sinensis
Osbeck) termasuk buah tropis yang memiliki kulit berwrna hijau-kuning, daging
buah berair dan berasa manis. Jeruk manis kerap dijadikan pilihan sebagai
pencuci mulut. Tidak hanya murah dan mudah dijangkau, buah ini dipilih karena
rasanya enak. Selain itu, jeruk manis memiliki khasiat bagi kesehatan.
Pasalnya, buah ini mengandung antioksidan yang cukup tinggi.
Sebutan lain jeruk manis di luar
negeri di antaranya sweet orange, orange, mozambique orange (Inggris); oranger
commun, orange douce, orangier (Perancis), orange, apfelsine (Jerman); limau
manis, limau langgat, lumai hup (Malaysia); kahel (Filipina); cheng, tian
chenag (Cina); ama daida (Jepang). Di Indonesia, kita mengenal sankis, chula
atau choreng untuk sebutan lain dari jeruk manis.
Kandungan Gizi Jeruk Manis
Dalam daging buah jeruk manis
terdapat berbagai macam zat yang memberikan manfaat kesehatan. Senyawa utama
yang menjadi andalan bagi si manis menggarkan ini adalah vitamin C, asam folat,
serat, senyawa fitokimia, likopen dan karotenoid. Berikut kandungan gizi jeruk
manis secara lengkap.
Kandungan zat gizi jeruk manis per 100 gram
Komponen Zat Gizi Jumlah
Air 86,75
gram
Energi 47
kcal
Karbohidrat 11,75
gram
Gula 9,35
gram
Serat 2,4
gram
Lemak 0,12
gram
Protein 0,94
gram
Thiamin 0,087
mg
Riboflavin 0,040
mg
Niasin 0,287
mg
Asam Pantotenat 0,250
mg
Vitamin B6 0,06
mg
Folat 30
ug
Vitamin C 53
mg
Kalsium 40
mg
Besi 0,1
mg
Magnesium 10
mg
Fosfor 14
mg
Kalium 181
mg
Zink 0,07
mg
Vitamin C, Penjegal Penyakit jantung
Dengan mengkonsumsi 100 gram
jeruk manis dapat memenuhi 75% hingga 88% kebutuhan vitamin C anda. Vitamin C
banyak terdapat di daging buah dan kulit ari yang melapisinya serta bagian
kulit jeruk.
Tingginya asupan vitamin C
terbukti pada berbagai studi dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Pasalnya, vitamin C mampu melindungi peradagangan pembuluh darah yang dapat
menyebabkan penyakit jantung.
Asam Folat, Penting bagi Ibu Hamil
Untuk wanita yang sedang hamil
dianjurkan untuk mengkonsumsi jeruk manis. Pasalnya, buah ini mengandung asam
folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel baru dan
pencegah cacat bawaan pada bayi.
Serat, Penghambat kolesterol
Jeruk manis memiliki kandungan
serat yang tinggi. Dari sebuah penelitian menyimpulkan bahwa dengan
mengkonsumsi 10 gram serat per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung
sebesar 14% dan menurunkan risiko jantung koroner sebesar 30%. Serat yang
terkandung dalam jeruk manis berguna untuk mengikat asam empedu sebagai hasil
akhir metabolisme kolesterol. Rendahnya kolesterol dalam tubuh dapat menurunkan
risiko penyakit jantung.
Senyawa Fitokimia, Anti Penyakit Menular
Beberapa senyawa fitokimia yang
terkandung dalam jeruk manis di antaranya gula reduksi, saponin, glikosida dan
flavonoid. Kandungan saponin dan flavonoid pada jeruk manis dapat membantu
menurunkan kadar gula darah dan menghambat penyerapan kolesterol. Artinya,
kandungan saponin dan flavonoid berperan dalam penanganan diabetes dan jantung.
Selain itu, berbagai kandungan
fitokimia dipercaya memiliki aktivitas antimikroba yang berguna untuk mencegah
penyebaran penyakit menular. Berdasarkan studi Osarumwense dkk yang diterbitkan
pada Continental J. Pharmaceutical Sciences (2011) menyatakan bahwa kandungan
fitokimia pada jeruk manis memiliki aktivitas antimikroba yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus Bacillus subtilis, Enterococcus
feacalis, serta jamur Candiola albicans dan Aspergillus niger.
ANDA HARUS TAHU!
Jeruk manis merupakan buah yang
kaya vitamin C, asam folat, serat, limonene dan senyawa fitokimia. Kandungan
ini diketahui berperan terhadap penurunan risiko kanker kolon, kanker esofagus
dan kanker lambung.

No comments:
Post a Comment