Gambas atau yang lebih dikenal
dengan nama oyong, memiliki nama latin
Luffa acutangala. Tanaman yang satu ini masih termasuk dalam keluarga
Cucurbitaceae. Ciri khas dari tanaman ini adalah bentuk buahnya yang bulat panjang,
denga ukuran 15-30 cm dan semakin mengecil ke pangkalnya. Buahnya berbentuk
menyerupai belimbing degan siku-siku yang memanjang. Kulitnya keras seperti
kaktus dengan daging yang lunak dan halus.
Tanaman ini dapat tumbuh subur di
daerah pegunungan. Namun, tanaman ini juga dapat ditanam di dataran rendah
sampai pada ketinggian 1.500 dari permukaan laut. Tak mengherankan jika tanaman
ini banyak ditemukan di Asia Tropis. Ada beberapa sebutan yang berbeda untuk
tanaman oyong ini, seperti lopang, oyong (Sunda), bestru, blestru, blustru
(Jawa) dan dodahala (Maluku).
Oyong merupakan tanaman setahun
yang memiliki batang lemah dan berbulu. Batang-batang ini tumbuh merambat. Buah
oyong yang sudah tua mengandung serat yang tinggi dengan kandungan air yang
tinggi. Walaupun tergolong sayuran dengan nilai gizi yang rendah, banyak
manfaat yang dapat diambil dari tanaman ini.
Kandungan Gizi Oyong
Berikut ini kandungan gizi oyong
per 100 gram
Kandungan gizi oyong per 100 gram
Kandungan Gizi Jumlah
Air (g) 94,5
Energi (kcal) 19
Protein (g) 0,8
Lemak (g) 0,2
Karbohidrat (g) 4,1
Abu (g) 0,4
Kalsium (mg) 19
Fosfor (mg) 33
Besi (mg) 0,9
mengkonsumsi oyong sebanyak 2-3 buah dapat menurunkan kadar gula darah pada diabetes
Senyawa Cucurbitasin, Penurun Kadar Gula Darah
Oyong menjadi salah satu sayuran
favorit karena fungsinya sebagai antidiabetes telah terbukti secara empiris.
Hal ini pertama kali diketahui melalui kebiasaan sebagian masayrakat Jawa Barat
yang mengkonsumsi buah oyong setiap kali pemeriksaan darah menjelang
pemberangkatan haji. Hasilnya, para penderita diabetes memiliki kadar gula
darah yang stabil.
Manfaat oyong pun telah
dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh DR. I Ketut Adnyana.
Penelitian tersebut menemukan
dosis 2-3 biji oyong tua atau setara dengan 10,8-21,6 mg/kgBB setiap hari
diduga dapat membantu penderita diabetes menurunkan kadar gula darah. Kandungan
senyawa cucurbitasin dalam biji oyong diduga kuat memegang peranan penting
dalam menurunkan gula darah. Namun, penelitian ini baru dilakukan terhadap
mencit dan belum dilakukan uji klinis manusia.
Bersifat Laksatif, Pereda Panas Dalam dan Perangsang ASI
Semua bagian oyong dapat
dimanfaatkan, seperti buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga,
batang dan akarnya. Dengan pengolahan yang tepat, semua bahan tersebut dapat
dikonsumsi untuk mendapatkan manfaatnya.
Biji oyong yang bersifat dingin
bermanfaat sebagai peluruh dahak dan penghenti pendarahan. Selain itu, biji
oyong juga bersifat laksatif yang membantu membersihkan usus dari sisa makanan,
dapat membantu meredakan panas dalam, membersihkan racun, bahkan merangsang
pengeluaran ASI.
Daun oyong berkhasiat sebagai
peluruh darah saat haid. Bunga oyong yang memiliki rasa manis dan sedikit pahit
ini bersifat dingin. Lain lagi dengan sabut oyong yang memiliki rasa manis ini
bermanfaat sebagai peluruh dahak, penghilang rasa nyeri, antirematik, serta
melancarkan sirkulasi darah dan saraf. Rasa pahit dan dan sifat dingin juga
terdapat pada batang oyong yang berfungsi sebagai antelmintik atau sebagai obat
cacing.


No comments:
Post a Comment