Thursday, November 30, 2017

OYONG ATAU GAMBAS PENSTABIL KADAR GULA DARAH


Gambas atau yang lebih dikenal dengan nama oyong, memiliki nama latin  Luffa acutangala. Tanaman yang satu ini masih termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae. Ciri khas dari tanaman ini adalah bentuk buahnya yang bulat panjang, denga ukuran 15-30 cm dan semakin mengecil ke pangkalnya. Buahnya berbentuk menyerupai belimbing degan siku-siku yang memanjang. Kulitnya keras seperti kaktus dengan daging yang lunak dan halus.
Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah pegunungan. Namun, tanaman ini juga dapat ditanam di dataran rendah sampai pada ketinggian 1.500 dari permukaan laut. Tak mengherankan jika tanaman ini banyak ditemukan di Asia Tropis. Ada beberapa sebutan yang berbeda untuk tanaman oyong ini, seperti lopang, oyong (Sunda), bestru, blestru, blustru (Jawa) dan dodahala (Maluku).
Oyong merupakan tanaman setahun yang memiliki batang lemah dan berbulu. Batang-batang ini tumbuh merambat. Buah oyong yang sudah tua mengandung serat yang tinggi dengan kandungan air yang tinggi. Walaupun tergolong sayuran dengan nilai gizi yang rendah, banyak manfaat yang dapat diambil dari tanaman ini.

Kandungan Gizi Oyong

Berikut ini kandungan gizi oyong per 100 gram
Kandungan gizi oyong per 100 gram
Kandungan Gizi              Jumlah
Air (g)                                 94,5
Energi (kcal)                       19
Protein (g)                          0,8
Lemak (g)                           0,2
Karbohidrat (g)                  4,1
Abu (g)                               0,4
Kalsium (mg)                     19
Fosfor (mg)                        33
Besi (mg)                            0,9

       mengkonsumsi oyong sebanyak 2-3 buah dapat menurunkan kadar gula darah pada diabetes

Senyawa Cucurbitasin, Penurun Kadar Gula Darah
Oyong menjadi salah satu sayuran favorit karena fungsinya sebagai antidiabetes telah terbukti secara empiris. Hal ini pertama kali diketahui melalui kebiasaan sebagian masayrakat Jawa Barat yang mengkonsumsi buah oyong setiap kali pemeriksaan darah menjelang pemberangkatan haji. Hasilnya, para penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang stabil.

Manfaat oyong pun telah dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh DR. I Ketut Adnyana. Penelitian tersebut  menemukan dosis 2-3 biji oyong tua atau setara dengan 10,8-21,6 mg/kgBB setiap hari diduga dapat membantu penderita diabetes menurunkan kadar gula darah. Kandungan senyawa cucurbitasin dalam biji oyong diduga kuat memegang peranan penting dalam menurunkan gula darah. Namun, penelitian ini baru dilakukan terhadap mencit dan belum dilakukan uji klinis manusia.

Bersifat Laksatif, Pereda Panas Dalam dan Perangsang ASI
Semua bagian oyong dapat dimanfaatkan, seperti buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga, batang dan akarnya. Dengan pengolahan yang tepat, semua bahan tersebut dapat dikonsumsi untuk mendapatkan manfaatnya.
Biji oyong yang bersifat dingin bermanfaat sebagai peluruh dahak dan penghenti pendarahan. Selain itu, biji oyong juga bersifat laksatif yang membantu membersihkan usus dari sisa makanan, dapat membantu meredakan panas dalam, membersihkan racun, bahkan merangsang pengeluaran ASI.

Daun oyong berkhasiat sebagai peluruh darah saat haid. Bunga oyong yang memiliki rasa manis dan sedikit pahit ini bersifat dingin. Lain lagi dengan sabut oyong yang memiliki rasa manis ini bermanfaat sebagai peluruh dahak, penghilang rasa nyeri, antirematik, serta melancarkan sirkulasi darah dan saraf. Rasa pahit dan dan sifat dingin juga terdapat pada batang oyong yang berfungsi sebagai antelmintik atau sebagai obat cacing.

No comments:

Post a Comment