Sunday, November 19, 2017

BUNCIS SI ANTIHIPERGLIKEMIK DAN ANTIOKSIDAN


Buncis yang akrab di keseharian kita termasuk sayuran yang berasal dari keluarga kacang-kacangan. Dari luar, buncis memang tidak seperti kacang-kacangan pada umumnya. Namun, jika jeli kita dapat melihat bahwa di dalam daging buncis yang berwarna hijau, terdapat butiran polong. Karena itulah buncis termasuk dalam keluarga kacang-kacangan.
Buncis berasal dari daratan Amerika, tepatnya suku Aztec yang pertama kali mengenal sayuran ini. Penyebaran buncis dilakukan oleh bangsa Spanyol yang membawa sayuran ini ke tanah Eropa. Sedangkan untuk sampai di Indonesia, buncis dibawa oleh Belanda dari daratan Eropa. Sayuran ini merupakan tanaman semusim. Tanaman ini tumbuh melilit, memanjat atau merumpun, dengan sedikit bulu yang memiliki akar tunggang dan akar lateral yang tumbuh baik.

Kandungan Gizi Buncis
Buncis merupakan bahan pangan yang kaya akan nutrisi dan protein. Nilai kandungan gizi buncis ternyata bervariasi, tergantung genotip dan lokasi produksinya. Berikut tabel kandungan gizi buncis.

Kandungan gizi buncis per 100 gram bahan
Kandungan Gizi               Jumlah
Energi (kcal)                       34
Protein (g)                          2,4
Lemak (g)                           0,3
Karbohidrat (g)                  7,2
Kalisum (mg)                     101
Serat (g)                              1,9
Fosfor (mg)                        42
Zat besi (mg)                      0,7
Natrium (mg)                     8
 Kalium (mg)                      250
Vitamin A (ug)                   550
Vitamin B1 (mg)                0,05
Vitamin C (mg)                  11

                                     konsumsi buncis sebanyak 600 gram/hari selama 7 hari
                      dapat menurunkan 14% kadar glukosa darah penderita diabetes

B-sitosterol dan Stigmasterol, Mendongkrak Produksi Insulin
Buncis berkhasiat sebagai anthiperglikemik, yakni zat yang mampu mencegah kenaikan kadar glukosa dalam darah. Buncis sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes dan tekanan darah tinggi. Banyak penelitian yang telah membuktikan efek antihiperglikemik pada buncis, tetapi sampai saat ini belum diketahui bagaimana mekanisme kerjanya. Penelitian Akandar (1993) menunjukkan bahwa penambahan buncis sebanyak 600 gram/hari dalam diet selama 7 hari menunjukkan terjadinya penurunan kadar glukosa darah hingga 14% pada penderita diabetes.     
Penelitian lain yang menunjukkan manfaat buncis untuk menurunkan glukosa juga dilakukan oleh Andayani (2000). Dia melakukan percobaan terhadap kelinci diabetes yang diinduksi aloksan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kasar buncis mampu menurunkan kadar glukosa darah sampai 30%. Dari penelitian yang dilakukan oleh Yayuk (2011) terihat kandungan aktif yang berperan dalam proses menekan tingkat kadar gula dalam darah adalah zat b-sitosterol dan stigmasterol yang mampu meningkatkan produksi insulin.
b-sitosterol adalah senyawa aktif yang berperan sebagai antidiabetes dan dapat berfungsi sebagai antioksidan. Stigmasterol sendiri merupakan turunan asam lemak yang terdapat hampir pada semua tumbuhan. Zat aktif ini biasanya berupa campuran dengan b-sitosterol.      
        
Protein dan Serat, Penjaga Asupan Kalori
Buncis juga merupakan sayuran yang cocok bagi orang yang ingin menjaga asupan kalorinya. Setiap 100 gram buncis haya mengandung 33 kalori, sedangkan kandungan protein dan seratnya cukup tinggi. Seratus gram buncis dapat memenuhi 20% kebutuhan harian vitamin, 18% vitamin K dan 13% vitamin A. Mineral lain yang juga terkandung di dalamnya adalah mangan, molybdenum, magnesium, potasium, zat besi, fosfor, kalsium dan tembaga.

Kaya Senyawa Antioksidan

Tak banyak yang tahu bahwa buncis mengandung antioksidan kuat serta karotenoid yang seperti terkandung dalam wortel dan tomat. Lutein, beta-karoten, violaxanthin dan neoxanthin ternyata juga terdapat dalam buncis. Sementara itu beberapa flavonoid yang terdapat dalam buncis adalah quercetin, kaemferol, catechin, procyanidin dan epicatechin.

No comments:

Post a Comment