Buncis yang akrab di keseharian
kita termasuk sayuran yang berasal dari keluarga kacang-kacangan. Dari luar,
buncis memang tidak seperti kacang-kacangan pada umumnya. Namun, jika jeli kita
dapat melihat bahwa di dalam daging buncis yang berwarna hijau, terdapat
butiran polong. Karena itulah buncis termasuk dalam keluarga kacang-kacangan.
Buncis berasal dari daratan
Amerika, tepatnya suku Aztec yang pertama kali mengenal sayuran ini. Penyebaran
buncis dilakukan oleh bangsa Spanyol yang membawa sayuran ini ke tanah Eropa.
Sedangkan untuk sampai di Indonesia, buncis dibawa oleh Belanda dari daratan
Eropa. Sayuran ini merupakan tanaman semusim. Tanaman ini tumbuh melilit,
memanjat atau merumpun, dengan sedikit bulu yang memiliki akar tunggang dan
akar lateral yang tumbuh baik.
Kandungan Gizi Buncis
Buncis merupakan bahan pangan
yang kaya akan nutrisi dan protein. Nilai kandungan gizi buncis ternyata
bervariasi, tergantung genotip dan lokasi produksinya. Berikut tabel kandungan
gizi buncis.
Kandungan gizi buncis per 100 gram bahan
Kandungan Gizi Jumlah
Energi (kcal) 34
Protein (g) 2,4
Lemak (g) 0,3
Karbohidrat (g) 7,2
Kalisum (mg) 101
Serat (g) 1,9
Fosfor (mg) 42
Zat besi (mg) 0,7
Natrium (mg) 8
Kalium (mg) 250
Vitamin A (ug) 550
Vitamin B1 (mg) 0,05
Vitamin C (mg) 11
konsumsi buncis sebanyak 600 gram/hari selama 7 hari
dapat menurunkan 14% kadar glukosa darah penderita diabetes
dapat menurunkan 14% kadar glukosa darah penderita diabetes
B-sitosterol dan Stigmasterol, Mendongkrak Produksi Insulin
Buncis berkhasiat sebagai
anthiperglikemik, yakni zat yang mampu mencegah kenaikan kadar glukosa dalam
darah. Buncis sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes dan tekanan darah
tinggi. Banyak penelitian yang telah membuktikan efek antihiperglikemik pada
buncis, tetapi sampai saat ini belum diketahui bagaimana mekanisme kerjanya.
Penelitian Akandar (1993) menunjukkan bahwa penambahan buncis sebanyak 600
gram/hari dalam diet selama 7 hari menunjukkan terjadinya penurunan kadar
glukosa darah hingga 14% pada penderita diabetes.
Penelitian lain yang menunjukkan
manfaat buncis untuk menurunkan glukosa juga dilakukan oleh Andayani (2000).
Dia melakukan percobaan terhadap kelinci diabetes yang diinduksi aloksan.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kasar buncis mampu menurunkan
kadar glukosa darah sampai 30%. Dari penelitian yang dilakukan oleh Yayuk
(2011) terihat kandungan aktif yang berperan dalam proses menekan tingkat kadar
gula dalam darah adalah zat b-sitosterol dan stigmasterol yang mampu meningkatkan
produksi insulin.
b-sitosterol adalah senyawa aktif
yang berperan sebagai antidiabetes dan dapat berfungsi sebagai antioksidan.
Stigmasterol sendiri merupakan turunan asam lemak yang terdapat hampir pada
semua tumbuhan. Zat aktif ini biasanya berupa campuran dengan b-sitosterol.
Protein dan Serat, Penjaga Asupan Kalori
Buncis juga merupakan sayuran yang cocok bagi orang yang ingin
menjaga asupan kalorinya. Setiap 100 gram buncis haya mengandung 33 kalori,
sedangkan kandungan protein dan seratnya cukup tinggi. Seratus gram buncis
dapat memenuhi 20% kebutuhan harian vitamin, 18% vitamin K dan 13% vitamin A. Mineral
lain yang juga terkandung di dalamnya adalah mangan, molybdenum, magnesium,
potasium, zat besi, fosfor, kalsium dan tembaga.
Kaya Senyawa Antioksidan
Tak banyak yang tahu bahwa buncis
mengandung antioksidan kuat serta karotenoid yang seperti terkandung dalam
wortel dan tomat. Lutein, beta-karoten, violaxanthin dan neoxanthin ternyata
juga terdapat dalam buncis. Sementara itu beberapa flavonoid yang terdapat
dalam buncis adalah quercetin, kaemferol, catechin, procyanidin dan
epicatechin.


No comments:
Post a Comment