Menurut DKBM, hanya 40% dari
bagian utuh daun katuk yang dapat dimakan. Bagian paling umum dikonsumsi
masyarakat adalah daunnya, terutama yang masih muda. Sementara itu, bagian
buahnya dapat diolah menjadi manisan. Bahkan, bagian akarnya juga dapat
dimanfaatkan sebagai infus yang berperan sebagai diuretik. Anda juga dapat
menggunakan perasaan daun katuk sebagai pewarna makanan, selai dan kue seperti
kue klepon, tape, ketan, dan kue bugis.
Dari sekian banyak manfaat
positif daun katuk, ternyata terdapat efek negatif di dalam-nya. Daun katuk
mengandung komponen glukokortikoid hasil metabolisme senyawa aktif yang dapat
mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor baik dalam daun katuk atau dari
makanan lain. Untuk mengurangi efek tersebut, cukup rebus daun katuk sebelum
dikonsumsi sebagai makanan.
ANDA HARUS TAHU!
v
Laktagagum adalah senyawa aktif pada daun katuk
yang dapat melancarkan ASI
v
Kandungan vitamin C pada daun katuk lebih tinggi
daripada vitamin C pada jeruk dan jambu biji
Menu Olahan Katuk
Tumis Katuk Ebi
Bahan
§
1 ikat daun katuk, cuci siangi
§
200 gram ebi, cuci bersih, tiriskan
§
3 butir bawang merah, iris halus
§
3 siung bawang putih, iris halus
§
4 buah cabai merah, iris serong
§
½ buah tomat, belah dua
§
1 lembar daun salam
§
¼ sdt garam halus
§
½ sdt gula pasir
§
Minyak goreng, untuk menggoreng dan menumis
§
200 ml air
Cara Membuat
1.
Goreng ebi hingga kering
2.
Masukkan bawang merah, bawang putih, cabai,
tomat dan daun salam. Tumis hingga harum
3.
Masukkan daun katuk, biarkan sedikit layu
4.
Tambahkan air, garam dan gula pasir. Masak
hingga matang. Angkat, sajikan
Untuk 4 porsi
Nilai Gizi per porsi
Energi : 193,8 kcal (31,8%)
Karbohidrat : 6,2 gram (1,5%)
Protein : 35 gram (58,4%)
Lemak : 2,8 gram (4%)
Masakan tumis daun katuk
mengandung senyawa yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu dan jumlah sperma,
serta membangkitkan vitalitas seksual.
Sayur Bening Katuk
Bahan
§
1 ikat daun katuk, cuci siangi
§
1 buah jagung manis, pipil
§
2 buah wortel, iris melingkar
§
3 buah bawang merah, iris tepis
§
3 siung bawang putih, iris tipis
§
2 buah cabai merah keriting, iris serong tipis
§
1 lembar daun salam
§
½ sdt garam halus
§
½ sdt gula pasir
§
400 ml air
Cara Membuat
1.
Panaskan air dalam panci, tambahkan bumbu-bumbu
2.
Masukkan wortel dan jagung pipil. Masak hingga
wortel dan jagung matang
3.
Masukkan daun katuk, aduk-aduk hingga daun katuk
layu. Angkat, sajikan
Untuk 4 porsi
Nilai gizi per porsi
Energi : 131,1 kcal (21,5%)
Karbohidrat : 30,4 gram (7,3%)
Protein : 5,4 gram (9%)
Lemak : 9,8 gram (13,8%)
Sayur bening katuk merupakan alternatif manu makanan bagi ibu menyusui
Sayur Santan Daun Katuk
Bahan
§
1 ikat daun katuk, cuci, siangi
§
1 buah labu siam, potong dadu
§
1 genggam kulit buah melinjo
§
3 buah cabai hijau, potong serong
§
3 buah bawang putih, iris tipis
§
1 lembar daun salam
§
1 sdt garam halus
§
1 sdm gula pasir
§
500 ml santan
Cara Membuat
1.
Masak santan dengan api sedang. Masukkan bawang
putih, cabai hijau dan daun salam.
2.
Masukkan labu siam dan kulit melinjo. Masak
hingga bahan matang
3.
Masukkan daun katuk. Tambahkan gula dan gaam.
Masak hingga semua bahan matang. Angkat, sajikan
Untuk 4 porsi
Nilai gizi per porsi
Energi : 188,7 kcal (31%)
Karbohidrat : 18,1 gram (4,3%)
Protein : 3,5 gram (5,8%)
Lemak : 13,4 gram (18,9%)
Sayur santan daun katuk baik
dikonsumsi oleh penderita influenza atau seseorang yang sednag menurun sistem
imunitasnya.

No comments:
Post a Comment