Semangka merupakan buah yang
memiliki manfaat luar biasa untuk kesehatan. Semangka memiliki kulit cukup
tebal, berwarna hijau muda dengan larik-larik hijauh tua dan daging buah
berwarna merah atau kuning. Semangka merupakan salah satu buah favorit bagi
hampir seluruh masyarakat Indonesia.
Selain rasanya segar dan manis,
semangka “si buah viagra” berkhasiat untuk meningkatkan hasrat seksual. Selain
itu, mengkonsumsi semangka juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai
penyakit degeneratif, seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, penyakit
diabetes melitus dan penyakit kanker. Kandungan antioksidan dan fitokimia dalam
semangka sangat berkaitan dengan kesehatan.
Apabila dilihat dari sisi budi
daya. Semangka merupakan tanaman buah yang berasal dari wilayah tropis dan
subtropis. Semangka dapat tumbuh liar di tepi jalan, semak belukar, pantai,
atau ditanam di kebun dan pekarangan. Karena itu, semangka merupakan buah yang
sangat mudah ditemukan dan sering dijual di pasaran.
Kandungan Gizi Semangka
Daging buah semangka mengandung
berbagai macam unsur gizi, baik unsur makro (zat gizi yang dibutuhan dalam
jumlah besar oleh tubu) maupun unsur mikro (zat gizi yang dibutuhkan dalam
jumlah kecil oleh tuuh). Hal utama yang perlu anda ketahui adalah daging buah
semangka relatif rendah kalori dan banyak mengandung air (92%). Kandungan zat
gizi lain dalam semangka adalah protein (0.5%), karbohidrat (6,9%), lemak
(0,2%) dan berbagai vitamin. Berikut kandungan zat gizi semangka secara lengkap.
Kandungan zat gizi semangka per
100 gram
Komponen Jumlah
Air 92,1 gram
Energi 28 kcal
Protein 0,5 gram
Lemak 0,2 gram
Karbohidrat 6,9 gram
Kalsium 7 mg
Fosfor 12 mg
Besi 0,2 mg
Karoten total 590 ug
Tiamin 0,05 mg
Riboflavin -
Niasin -
Vitamin C 6 mg
Beberapa bagian buah semangka
seperti daging buah, kulit buah bagian dalam dan bijinya bersifat dingin dan
meluruhkan. Sifat dingin ini yang membuat setiap orang menyukai semangka.
Ditambah lagi, berbagai manfaat yang dimiliki semangka menjadikannya sebagai
buah andalan. Sebutan semangka sebagai “buah viagra” dan peranannya sebagai
pencegah penyakit degeneratif tidak hanya mitos belaka. Pasalnya, semangka juga
mengandung asam amino sitrulin, asam amino argini, likopen, karoten dan vitamin
C yang berperan terhadap kesehatan tubuh.
semangka mengandung asam amino sitrulin dan arginin sebagai pencegah disfungsi ereksi
Asam Amino Sitrulin dan Argini, Pencegah Disfungsi Ereksi
Asam amino sitrulin pada semangka
digunakan oleh tubuh untuk memproduksi asam amino arginin. Setelah itu, asam
amino arginin digunakan oleh sel-sel pelapis pembuluh darah untuk membuat
nitrat oksida. Zat inilah yang berperan pada kemampuan ereksi pria. Nitrat
oksida juga berfungis untuk melemaskan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan
tekanan darah dan mencegah terjadinya penyakit jantung. Melalui penelitian yang
dilakukan oleh U.S Department of Agriculture dan dipublikasikan dalam Journal
of Agricultural and food Chemistry menyeutkan semangka bermanfaat bagi
kesehatan seksual. Seorang yang mengkonsumsi semangak segar secara teratur
dapat mencegah disfungsi ereksi.
Selain itu, asam amino sitrulin
arginin bermanfaat untuk membantu pengeluaran racun amonia dari ginjal. Secara
alami, amonia akan dikeluarkan dari tubuh melalui reaksi siklus urea. Asam
amino sitrulin dan asam amino arginin inilah yang berperan dalam reaksi siklus
urea. Urea merupakan senyawa yang mudah larut dalam air, bersiat netral dan
terdapat dalam urine.
Penelitian lain yang dilakukan
tahun 2006 terhadap 33 pasien diabetes melitus tipe-2 terdapat pada jurnal
Am.J.Physiol Endocrinol Metab menjelaskan berbagai manfaat arginin semangka
untuk penyakit diabetes melitus. Hasilnya, senyawa arginin dapat meningkatkan
sensitivitas insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang disertai
resistensi insulin.
Likopen, Antioksidan Penjegal Penyakit
Degeneratif
Likopen merupakan senyawa
fitokimia turunan dari B-karoten yang tidak berpotensi membentuk vitamin A atau
provitamin A. Likopen dalam semangka berperan untuk meningkatkan kesuburan
pria. Penelitian yang dilakukan oleh All Indian Institute of Sciences, New
Delhi kepada 30 orang pria tidak subur yang berusia 23-45 tahun denga
memberikan 20 mg likopen setiap dua kali sehari selama tiga bulan menunjukkan
peningkatan jumlah sperma, perbaikan struktur sperma dan peningkatan pergerakan
sperma.
Likopen dalam semangka merupakan
antioksidan penangkal radika bebas penyebab penyakit degeneratif, seperti
penyakit jantung dan kanker. Likopen berfungsi sebagai penangkap oksigen
singlet. Oksigen singlet merupakan oksigen radikal yang dapat berikatan dengan
senyawa DNA (genetik), lipid dan senyawa organik lain dalam tubuh serta
mengubah ungsi normal tubuh.
Berdasarkan studi yang
diterbitkan pada American Journal of Clinical Nutrition menerangkan bahwa pada
pasien dengan adenoma kolorektal (polip usus) memiliki kadar likopen plasma
lebih rendah 35% dibandingkan dengan orang tanpa polip. Rendahnya kadar likopen
plasma (<70 ug/L) dapat meninngkatkan risiko kejadian adenoma kolorektal
(kanker kolon-rektum) sebanyak 230%.
Vitamin A dan vitamin C,
Penghambat Risiko Penyakit Jantung
Semangka banyak mengandung
vitamin A dan vitamin C. Konsumsi 180 gram semangka mampu menyediakan 17%
kebutuhan vitamin A dan 21% kebutuhan vitamin C dalam tubuh manusia. Pada
berbagai studi menyebutkan bahwa adanya asupan B-karoten dan vitamin C terbukti
dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Pasalnya, kedua vitamin tersebut
dapat mencegah timbulnya peradangan pembuluh darah yang dapat menyebabkan
penyakit jantung.
Sitrulin, Pecantik Kulit
Selain daging buahnya, kulit
bagian dalam dan biji semangka merupakan bagian yang dapat dikonsumsi. Kulit
bagian dalam yang berwarna putih nyatanya memiliki manfaat bagi kesehatan.
Bagian ini mengandung sitrulin yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki
kondisi jaringan pasca-luka (sakit) dan bermanfaat bagi kesehatan kulit.


No comments:
Post a Comment