Siapa yang tidak tertarik akan
kecantikan dan keunikan buah ini? Ya.. Stroberi merupakan buah yang memiliki
aroma khas, warna kulit merah menyala, sensasi buah yang berair dan rasa buah
yang manis-asam. Buahnyanya berasal dari kuncup bunga yang berkembang menjadi buah.
Bijinya yang kecil terdapat di sekujur lapisan kulit dan daging buah stroberi.
Buah ini pertama kali ditemukan di Brittany, Perancis pada tahun 1750-an.
Kandungan antioksidan dalam buah
stroberi menjadikannya sebagai salah satu buah kesehatan. Leong dan Shui telah
telah melakukan kajian dan pembagian buah berdasarkan kandungan antioksidan
dalam buah. Berdasarkan metode analitis AEAC, buah dibagi menjadi empat jenis,
yaitu extremely high antioxidant, high antioxidan, medium antioxidan dan low
antioxidant. Menariknya, stroberi ternyata masuk dalam kategori extremely high
antioxidant.
Stroberi (Fragaria virginiana)
memiliki berbagai sebutan lain di beberapa negara, seperti stroberi (Malaysia);
garden stroberi, pineapple stroberi, ananas stroberi (Inggris); freasa
(Flipina); Satroboery (Thailand); dan dau tay (Vietnam).
Kandungan Gizi Stroberi
Daging buah stroberi mengandung
beragam zat yang memberikan manfaat kesehatan. Tak salah jika stroberi
dikategorikan sebagai buah dengan antioksidan yang sangat tinggi. Senyawa
antioksidan yang terkandung di antaranya quercetin, asam ellagat, antosianin
dan kaempferol.
Kandungan zat gizi stroberi per
100 gram
Komponen Zat Gizi Jumlah
Air 92 gram
Energi 30 kcal
Protein 0,6 gram
Lemak 0,4 gram
Karbohidrat 7 gram
Serat 0,5 gram
Kalsium 14 gram
Besi 0,4 mg
Magnesium 10 mg
Fosfor 19 mg
Kalium 166 mg
Natrium 1 mg
Vitamin C 56,7 mg
pigman antosianin yang dimilikinya berperan sebagai antioksidan
yang mampu menurunkan tekanan darah
Quercetin, Penjegal Kanker
Berbagai penelitian telah
menunjukkan peranan quercetin dalam
mencegah kanker, khususnya kanker prostat. Bahkan tidak hanya kanker
prostat, sebuah studi preklinis yang diterbitkan pada J Agric Food Chem (2005)
menunjukkan bahwa terjadi penghambatan pertumbuhan sel kanker hati karena
peranan polifenol ekstrak stroberi dalam menginduksi proses kematian sel.
Asam Ellagat, Penghambat Kanker
Asam ellagat dalam stroberi
berperan dalam penghambatan sel kanker. Sebuah penelitian yang dilakukan di
Hollings Institute, University of South Carolina, Amerika Serikat terhadap 500
penderita kanker rahim menemukan bahwa asam ellagat menyebabkan berhentinya
perkembangan sel kanker karena kemampuannya menginduksi proses kematian sel.
Selain berperan menghambat perkembangan sel kanker rahim, asam ellagat dapat
digunakan sebagai penanganan pada kanker payudara, kanker pankreas, kanker
kulit, kanker kolon dan kanker prostat.
Antosianin, Penurun Tekanan Darah
Antosianin merupakan pigmen
berwarna merah yang dimiliki oleh stroberi, khususnya pada bagian kulitnya.
Antosianin diduga merupakan senyawa antioksidan kuat. Selain itu, antosianin
memiliki efek dalam menurunkan tekanan darah.
Kaempferol, Pelawan Penyakit Jantung dan Kanker
Kaempferol dapat membantu
mencegah kerusakan oksidasi sel, lemak dan DNA tubuh. Selain itu, kaempferol
berperan dalam mencegah terjadinya arterosklerosis dengan menghambat iksidasi
lemak jahat (LDL) dan mencegah pembentukan platelet dalam darah dapat berisiko
meningkatkan penyakit jantung.
Sebuah studi preklinis yang
dilakukan oleh Jan Kowalski dkk dan diterbitkan pada Pharmacological Reports
(2005) menyebutkan bahw kempferol berperan menghambat monocyte chemoattrectant
(Mcp-1). MCP-1 inilah yang berperan dalam pembentukan plak pada pembuluh darah.
Selain sebagai pelawan penyakit
jantung. Kaempferol berperan dalam menghambat pembentukan sel kanker. Sebuah
studi yang dilakukan oleh ML Ackland dkk dan diterbitkan pada In Vivo (2005)
menyebutkan kaempferol dan quercetin menunjukkan aksi sinergis dalam mengurangi
pembentukan sel kanker. Studi lain yang dilakukan di Chiang Mai University,
Thailand menemukan bahwa kaempferol dapat digunakan untuk membantu melawan
perkembangan sel kanker peranannya dalam mengurangi ketidakmampuan tubuh
merespon obat anti-kanker, seperti vinbalstine dan paclitaxel.
Vitamin C, Penjaga Sistem Imun
Dengan mengkonsumsi 100 gram stroberi,
anda dapat memenuhi 95% kebutuhan vitamin C dalam sehari. Vitamin C merupakan
antioksidan yang berperan dalam meningkat sistem kekebalan tubuh melawn
serangan penyakit. Selian itu, kandungan asam folat, antosianin, quercetin dan
kaempferol bersama dengan vitamin C dapat digunakan untuk melawan kanker.
Kalium, Pelawan Stroke
Stroberi merupakan salah satu
buah yang kaya akan kandungan kalium dan rendah natrium. Karena itu, stroberi
dapat berperan untuk membantu mengurangi risiko stroke dan menurunkan tekanan
darah. Selain itu, kalium juga diperlukan untuk menormalkan irama jantung dan
pengalihan oksigen ke otak. Hasil penelitian dari Journal of the American
College of Cardiology menyimpulkan bahwa
asupan kalium harian sebesar 1.600 mg dapat menurunkan risiko stroke lebih dari
20%.


No comments:
Post a Comment