Apel merupakan salah satu jenis
buah klimaterik. Artinya apel akan tetap mengalami proses pematangan setelah
dipanen. Buahnya yang ranum, rasanya yang manis dan dipercantik dengan tampilan
kulitnya yang cerah menjadikan apel sebagai pilihan buah untuk dikonsumsi. Hal ini
didukung oleh kandungan antioksidan di dalamnya sehingga apel dianggap sebagai
buah yang menyehatkan.
Karena manfaat apel yang
menyehatkan, terdapat sebuah istilah kesehatan yang sangat terkenal yaitu “one
apple a day keeps the doctor away” yang dapat diartikan “dengan mengonsumsi
satu apel sehari dapat menghindari pergi ke dokter”. Berdasarkan penelitian di
Polandia terhadap 592 pasien kanker kolorektal dan 765 pasien sehat yang
diterbitkan dalam European Journal of
Cancer Prevention mengungkapkan bahwa dengan memakan satu buah apel setiap
hari secara teratur dapat mengurangi risiko berkembangnya kanker kolorektral.
Apel (Mulus domestica) sejak
dahulu sudah dikenal di berbagai belahan dunia. Apel merupakan buah yang
berasal dari Asia Tengah. Sebutan lain untuk apel di antaranya apple (Inggris);
apfel (Jerman); Appel (Belanda); epal (Melayu); atau manzana (Spanyol).
Kandungan Gizi Apel
Daging buah apel mengandung
berbagai zat gizi yang bermanfaat terhadap kesehatan. Kandungan gizi apel
selengkapnya terdapat di bawah berikut
Kandungan zat gizi apel per 100 gram
Komponen Zat Gizi Jumlah
Air 85,56 gram
Energi 52
kcal
Karbohidrat 13,81
gram
Protein 0,26
gram
Lemak 0,17
gram
Kolesterol 0
mg
Serat 2,4
gram
Asam folat 3
ug
Niasin 0,091
mg
Asam pantotenat 0,061
mg
Piridoksin 0,041
mg
Riboflavin 0,026
mg
Thiamin 0,017
Vitamin A 54
IU
Vitamin C 4,6
mg
Vitamin E 0,18
mg
Vitamin K 2,2
ug
Natrium 1
mg
Kalium 107
mg
Besi 0,12
mg
Magnesium 5
mg
Fosfor 11
mg
Zinc 0,04
Flavonoid, Penurun Risiko kanker
Menurut Institute Kanker Nasional
AS, jumlah kandungan flavonoid pada apel paling besar dibandingkan dengan jenis buah lainnya. Flavonoid mampu
menurunkan hingga 50% risiko serangan penyakit kanker paru-paru.
Kandungan flavonoid berfungsi
sebagai antioksidan untuk melawan LDL yang berisiko menyumbat pembuluh darah. Pada
saat yang bersamaan, flavonoid juga meningkatkan HDL yang bermanfaat mencegah
penyakit jantung dan pembuluh darah. Secara lebih rinci, flavonoid mampu
mencegah kerusakan sel-sel atau jaringan pembuluh darah.
Berdasarkan studi preklinis yang
dilakukan di Universitas Cornell, AS menyimpulkan bahwa mengonsumsi satu apel
per hari dapat menurunkan risiko kanker payudara sebanyak 17%, konsumsi tiga
apel sehari dapat menurunkan risiko kanker payudara sebanyak 35%. Apabila konsumsi
enam apel sehari, risiko tersebut dapat terus turun hingga 64,4%.
Selain kanker paru-paru dan
kanker payudara, kandungan quercetin dapat mencegah terjadinya serangan kanker
pankreas, kanker kolon, kanker hati, kanker prostat dan kanker usus.
Karoten, antioksidan Super
Karoten yang terkandung pada apel
berperan sebagai pencegah penyakit. Karoten memiliki aktivitas sebagai vitamin
A dan antioksidan yang berguna untuk menangkal serangan radikal bebas penyebab
berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit kanker dan diabetes.
Pektin, Antikolesterol Super
Pektin dikenal sebagai
antikolesterol karena dapat mengikat asam empedu yang merupakan hasil akhir
metabolisme kolesterol. Berdasarkan hasil studi university of IIIinois, pektin
dapat berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Berdasarkan hasil penelitian
yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition (2005),
menyebutkan kandungan serat dan pektin dalam apel berperan untuk menurunkan
risiko penyebab jantung, seperti kelebihan bobot badan, peningkatan tekanan
darah dan peningkatan kolesterol tubuh.
Melalui studi yang dilakukan di
Amerika Serikat dilaporkan bahwa setiap konsumsi 10 gram serta per hari dapat
menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 14% dan menurunkan risiko kematian
akibat jantung koroner sebesar 30%. Studi lain yang diterbitkan oleh BMC
Microbiology (2010) menyatakan bahwa kandungan pektin dapat meningkatkan
bakteri menguntungkan di dalam usus manusia.
Boron, Cocok untuk Wanita Menopause
Berdasarkan hasil penelitian Apple Assosiation di AS pada tahun 1992,
kandungan boron dalam apel dapat membantu seorang wanita untuk mempertahankan
kadar estrogen saat menopause. Estrogen berperan penting untuk mensuplai kalsium ke dalam
tubuh sehingga dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Jadi,secara tidak
langsung apel bermanfaat untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

No comments:
Post a Comment