Buah dengan bentuk nan cantik,
warna kulit hijau-kuning, daging buah renyah dan berair merupakan ciri-ciri
pir. Si buah penuh kesegaran. Sensasi segar dari pir timbul karena buah ini
kaya akan kandungan air. Selain bentuk dan rasanya yang enak, efek kesehatan
yang ditawarkan buah pir menjadikan buah ini sebagai buah pilihan. Kandungan serat,
khususnya pektin dalam buah pir dapat membantu menurunkan kadar kolesterol
dalam tubuh.
Pir merupakan tanaman buah yang
tumbuh di berbagai tempat di dunia, mulai daerah pantai hingga daerah beriklim
sedang. Tak heran jika buah ini sangat mudah ditemui di pasaran. Buah dengan
nama latin Pyrus communis ini memiliki berbagai sebutan lain. Di antaranya pear
(Inggris), peren (Belanda), pere (Italia), birnen (Jerman), poires (Perancis),
dan peras (Spanyol).
Kandungan Gizi Pir
Dalam daging buah pir terkandung
bermacam-macam zat gizi yang bermanfaat terhadap kesehatan. Kandungan gizi
secara lengkap terdapat di bawah ini
Kandungan zat gizi pir 100 gram
Komponen Zat Gizi Jumlah
Air 84
gram
Energi 57
kcal
Karbohidrat 15,23
gram
Protein 0,36
gram
Lemak 0,14
gram
Kolesterol 0 mg
Serat 3,1
gram
Folat 7
ug
Niasin 0,161
mg
Asam pantotenat 0,049 mg
Pridoksin 0,029
mg
Riboflavin 0,026
mg
Tiamin 0,012
mg
Vitamin A 25 IU
Vitamin C 4,3 mg
Vitamin E 0,12 mg
Vitamin K 4,4 ug
Natrium 1
mg
Kalium 116
mg
Kalsium 9
mg
Besi 0,18
mg
Tembaga 0,082
mg
Magnesium 7 mg
Posfor 12
mg
Zinc 0,10
mg
B-karoten 14 ug
Cryptoxantin-B 2 ug
Lutein-zeaxanthin 44 ug
Serat, Penjegal Penyakit Jantung
Menurut The George Mateljan
Foundation (2006) menyatakan bahw kandungan serat pangan pada pir termasuk
dalam kategori baik. Mengkonsumsi satu buah pir (setara dengan 200 gram) dapat
memenuhi 19,8% kebutuhan tubuh terhadap serat pangan setiap hari. Kandungan serat
dalam pir berperan untuk menurunkan kadar kolesterol tubuh.
Sementara itu, berdasarkan
penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat melaporkan bahwa setiap konsumsi
10 gram serat dalam sehari dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 14%
dan menurunkan risiko kematian karena jantung koroner sebesar 30%. Selain untuk
mencegah penyakit jantung, kandungan serat juga sangat berguna dalam sistem
pencernaan. Mengkonsumsi serat dapat membantu mengatasi sembelit.
Antioksidan, Si Pembunuh Sel Kanker
Buah pir mengandung asam
klorogenat yang merupakan salah satu bagian dari asam hidroksi sinamat. Asam klorogenat
dan asam hidroksi sinamat berperan sebagai antioksidan yang dapat membendung
pembentukan sel kanker. Berdasarkan studi preklinis yang diterbitkan pada
Cancer Cell International (2006) terhadap sel tumor otak menemukan bahwa asam
klorogenat dapat berperan sebagai senyawa antikanker yang dapat menghambat
aktivitas G6PT, yaitu senyawa yang berperan mengatur komunikasi antarsel tumor
otak.
Selain itu, asam hidroksi sinamat
dapat mencegah terjadinya kanker kolon. Kemampuan tersebut dimiliki karena asam
hidroksi sinamat dapat mengikat nitrat di dalam perut sehingga menghambat
terbentuknya nitrosamin. Senyawa nitrosamin ini termasuk senyawa karsinogenik
penyebab kanker.
Mengkonsumsi pir secara rutin dapat mencegah pembentukan
senyawa karsinogenik penyebab kanker
Vitamin C, Si Penyembuh dan Pemeliharaan Kesehatan
Pir merupakan sumber vitamin C
yang baik. Konsumsi satu buah pir (estimasi 200 gram) setiap hari dapat
memenuhi 15% kebutuhan tubuh terhadap vitamin C. Vitamin C berperan sebagai
senyawa yang dibutuhkan pada berbagai proses penting di dalam tubuh, mulai pembuatan
kolagen, pemeliharaan kesehatan gusi, pengatur kadar kolesterol dan peningkat
sistem kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin C berguna dalam proses penyembuhan
luka dan peningkatan kinerja otak agar maksimal.
Vitamin K, Si Pembeku Darah
Konsumsi satu buah pir yang
setara dengan 200 gram dapat memenuhi 15% kebutuhan harian tubuh terhadap
vitamin K. Fungsi utama vitamin K yaitu untuk membantu proses pembekuan darah. Selain
itu, vitamin K mempunyai potensi untuk mencegah penyakit degeneratif, seperti
penyakit jantung dan stroke. Pasalnya, vitamin K mampu mengurangi pengerasan
pembuluh darah oleh faktor timbunan plak kalsium.
Quercetin, Si Pelawan Kanker
Selain mengnadung pektin, kulit
pir memiliki quercetin, yaitu senyawa antioksidan yang memberikan perlindungan
terhadap penyakit degeneratif, khususnya kanker. Berdasarkan studi preklinis
yang diterbitkan pada J Cell Phyciol (2012) menyebutkan bahwa quercetin dapat
meningkatkan kerusakan dan kematian pada sel kanker kolon. Selain itu,
quercetin dapat mencegah terjadinya kanker pankreas, kanker paru-paru, kanker
payudara, kankker hati, kanker prostat dan kanker usus. Hebatnya lagi,
berdasarkan studi yang dilakukan oleh Lara Gibellini dkk dan dipublikasikan
pada Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine (2011) menyebutkan
bahwa efek pembunuh kanker yang dimiliki oleh quercetin tidak membahayakan sel
normal tubuh.


No comments:
Post a Comment