Friday, November 10, 2017

PIR BUAH PENUH KESEGARAN


Buah dengan bentuk nan cantik, warna kulit hijau-kuning, daging buah renyah dan berair merupakan ciri-ciri pir. Si buah penuh kesegaran. Sensasi segar dari pir timbul karena buah ini kaya akan kandungan air. Selain bentuk dan rasanya yang enak, efek kesehatan yang ditawarkan buah pir menjadikan buah ini sebagai buah pilihan. Kandungan serat, khususnya pektin dalam buah pir dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Pir merupakan tanaman buah yang tumbuh di berbagai tempat di dunia, mulai daerah pantai hingga daerah beriklim sedang. Tak heran jika buah ini sangat mudah ditemui di pasaran. Buah dengan nama latin Pyrus communis ini memiliki berbagai sebutan lain. Di antaranya pear (Inggris), peren (Belanda), pere (Italia), birnen (Jerman), poires (Perancis), dan peras (Spanyol).

Kandungan Gizi Pir
Dalam daging buah pir terkandung bermacam-macam zat gizi yang bermanfaat terhadap kesehatan. Kandungan gizi secara lengkap terdapat di bawah ini

Kandungan zat gizi pir 100 gram
Komponen Zat Gizi          Jumlah
Air                                        84 gram
Energi                                   57 kcal
Karbohidrat                          15,23 gram
Protein                                  0,36 gram
Lemak                                  0,14 gram
Kolesterol                            0 mg
Serat                                     3,1 gram
Folat                                     7 ug
Niasin                                   0,161 mg
Asam pantotenat                  0,049 mg
Pridoksin                              0,029 mg
Riboflavin                            0,026 mg
Tiamin                                  0,012 mg
Vitamin A                             25 IU
Vitamin C                             4,3 mg
Vitamin E                             0,12 mg
Vitamin K                             4,4 ug
Natrium                                1 mg
Kalium                                  116 mg
Kalsium                                 9 mg
Besi                                        0,18 mg
Tembaga                                0,082 mg
Magnesium                           7 mg
Posfor                                    12 mg
Zinc                                        0,10 mg
B-karoten                               14 ug
Cryptoxantin-B                      2 ug
Lutein-zeaxanthin                  44 ug

Serat, Penjegal Penyakit Jantung
Menurut The George Mateljan Foundation (2006) menyatakan bahw kandungan serat pangan pada pir termasuk dalam kategori baik. Mengkonsumsi satu buah pir (setara dengan 200 gram) dapat memenuhi 19,8% kebutuhan tubuh terhadap serat pangan setiap hari. Kandungan serat dalam pir berperan untuk menurunkan kadar kolesterol tubuh.
Sementara itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat melaporkan bahwa setiap konsumsi 10 gram serat dalam sehari dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 14% dan menurunkan risiko kematian karena jantung koroner sebesar 30%. Selain untuk mencegah penyakit jantung, kandungan serat juga sangat berguna dalam sistem pencernaan. Mengkonsumsi serat dapat membantu mengatasi sembelit.

Antioksidan, Si Pembunuh Sel Kanker
Buah pir mengandung asam klorogenat yang merupakan salah satu bagian dari asam hidroksi sinamat. Asam klorogenat dan asam hidroksi sinamat berperan sebagai antioksidan yang dapat membendung pembentukan sel kanker. Berdasarkan studi preklinis yang diterbitkan pada Cancer Cell International (2006) terhadap sel tumor otak menemukan bahwa asam klorogenat dapat berperan sebagai senyawa antikanker yang dapat menghambat aktivitas G6PT, yaitu senyawa yang berperan mengatur komunikasi antarsel tumor otak.
Selain itu, asam hidroksi sinamat dapat mencegah terjadinya kanker kolon. Kemampuan tersebut dimiliki karena asam hidroksi sinamat dapat mengikat nitrat di dalam perut sehingga menghambat terbentuknya nitrosamin. Senyawa nitrosamin ini termasuk senyawa karsinogenik penyebab kanker.
                              Mengkonsumsi pir secara rutin dapat mencegah pembentukan 
                                            senyawa karsinogenik penyebab kanker


Vitamin C, Si Penyembuh dan Pemeliharaan Kesehatan
Pir merupakan sumber vitamin C yang baik. Konsumsi satu buah pir (estimasi 200 gram) setiap hari dapat memenuhi 15% kebutuhan tubuh terhadap vitamin C. Vitamin C berperan sebagai senyawa yang dibutuhkan pada berbagai proses penting di dalam tubuh, mulai pembuatan kolagen, pemeliharaan kesehatan gusi, pengatur kadar kolesterol dan peningkat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin C berguna dalam proses penyembuhan luka dan peningkatan kinerja otak agar maksimal.
Vitamin K, Si Pembeku Darah
Konsumsi satu buah pir yang setara dengan 200 gram dapat memenuhi 15% kebutuhan harian tubuh terhadap vitamin K. Fungsi utama vitamin K yaitu untuk membantu proses pembekuan darah. Selain itu, vitamin K mempunyai potensi untuk mencegah penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung dan stroke. Pasalnya, vitamin K mampu mengurangi pengerasan pembuluh darah oleh faktor timbunan plak kalsium.

Quercetin, Si Pelawan Kanker
Selain mengnadung pektin, kulit pir memiliki quercetin, yaitu senyawa antioksidan yang memberikan perlindungan terhadap penyakit degeneratif, khususnya kanker. Berdasarkan studi preklinis yang diterbitkan pada J Cell Phyciol (2012) menyebutkan bahwa quercetin dapat meningkatkan kerusakan dan kematian pada sel kanker kolon. Selain itu, quercetin dapat mencegah terjadinya kanker pankreas, kanker paru-paru, kanker payudara, kankker hati, kanker prostat dan kanker usus. Hebatnya lagi, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Lara Gibellini dkk dan dipublikasikan pada Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine (2011) menyebutkan bahwa efek pembunuh kanker yang dimiliki oleh quercetin tidak membahayakan sel normal tubuh.



No comments:

Post a Comment