Kubis merupakan salah satu
sayuran yang banyak diolah oleh masyarakat. Awalnya, kubis tumbuh liar di
sepanjang Pantai Laut Inggirs, Denmark dan Pantai Barat Perancis sebelah Utara.
Namun, kubis yang ditemukan di daerah itu berbeda dengan kubis yang sekarang
banyak dikonsumsi. Kubis modern yang banyak kita temuai ditanam pada tahun
1150, khususnya kubis putih dan kubis merah yang diduga berasal dari Jerman.
Kubis memiliki bermacam jenis,
seperti kubis tunaas, kubis rabi dan kubis kale. Di Indonesia, jenis kubis yang
dikenal hanyalah kubis putih, kubis merah, kubis bunga dan kubis brussel.
Sesuai dengan namanya, kubis brussel pertama kali ditemukan di Belgia pada
tahun 1750 lalu menyebar ke Inggris dan Perancis pada tahun 1800. Sedangkan
kubis unga diduga berasal dari kreta, Crptus atau Mediterrania dan baru tiba di
Italia pada sekitar tahun 1490. Pada saat itu, sayuran jenis ini telah
dikembangkan di Roma.
Nama kubis sendiri diduga berasal
dari bahasa Inggris, cabbage. Di beberapa daerah, kubis biasa disebut kol, yang
berasal dari bahasa Belanda, kool. Tanaman yang memiliki nama latin B. Oleracea
ini biasa ditanam di dataran tinggi. Kubis memiliki ciri-ciri daun yang
berbentuk bulat oval kemudian lonjong dan membentuk roset akar yang besar dan
tebal. Warna daun bermacam-macam seperti putih, hijau dan merah keunguan.
Pembudidayaan kubis dilakukan
lewat biji atau setek tunas. Awalnya daun yang berlapis lilin akan tumbuh
lurus, disusul daun berikutnya yang tumbuh membengkok dan menutupi daun muda
yang terakhir tumbuh. Pertumbuhan daun akan berhenti ketika terbentuk krop atau
telur (keplada) serta krop samping pada kubis tunas. Selanjutnya, krop akan
pecah dan keluar bunga yang bertangkai panjang, bercabang-cabang, berdaun
kecil-kecil, dengan mahkota tegak berwarna kuning.
konsumsi 1-2 porsi per hari sudah mampu meurunkan risiko kanker payudara sebesar 20-40%
Kandungan Gizi Kubis
Kubis yang banyak ditemui dan
dikonsumsi di Indonesia adalah kubis putih dan kubis merah. Berikut nilai
kandungan gizi kubis putih dan kubis hijau per 100 gram.
Kandungan gizi kubis putih per
100 gram
Kandungan gizi Kubis Putih Kubis Hijau
Kalori (kcal) 25 25
Protein (g) 1,7 2,4
Lemak (g) 0,2 2,2
KH (g) 5,3 4,9
Kalsium (mg) 64 22
Fosfor (mg) 26 72
Zat Besi (mg) 0,7 1,1
Natrium (mg) 8 0
Serat (mg) 0,9 0
Vitamin A (mg) 75 90
Vitamin B (mg) 0,1 0,11
Vitamin C (mg) 62 69
Air (g) 91,7
Senyawa Aktif Pencegah Kanker
Selain nilai kandungan gizi yang
sudah disampaikan di atas, kubis juga memiliki zat senyawa aktif yang
bermanfaat. Salah satunya senyawa aktif indol-3-karbinol yang mampu mencegah
dan mengobati penyakit kanker. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi
tiga porsi atau lebih sayuran golongan cruciferae mampu menurunkan risiko
terkena kanker prostat dibandingkan dengan mengkonsumsi hanya satu porsi
seminggu.
Walaupun begitu, konsumsi sayuran
ini 1-2 porsi per hari sudah mampu menurunkan risiko kanker payudara sebesar
20-40% karena senyawa sulforafan dan indol yang terkandung dalam kubis yang
bersifat antikanker. Studi yang dilakukan di Stanford University of Medicine menunjukkan bahwa kandungan
glutamine yang tinggi pada kubis bermanfaat untuk mengobati radang tukak
lambung degan mengolahnya menjadi jus.


No comments:
Post a Comment