Monday, November 27, 2017

KUBIS ATAU KOL PENCEGAH KANKER YANG HEMAT



Kubis merupakan salah satu sayuran yang banyak diolah oleh masyarakat. Awalnya, kubis tumbuh liar di sepanjang Pantai Laut Inggirs, Denmark dan Pantai Barat Perancis sebelah Utara. Namun, kubis yang ditemukan di daerah itu berbeda dengan kubis yang sekarang banyak dikonsumsi. Kubis modern yang banyak kita temuai ditanam pada tahun 1150, khususnya kubis putih dan kubis merah yang diduga berasal dari Jerman.

Kubis memiliki bermacam jenis, seperti kubis tunaas, kubis rabi dan kubis kale. Di Indonesia, jenis kubis yang dikenal hanyalah kubis putih, kubis merah, kubis bunga dan kubis brussel. Sesuai dengan namanya, kubis brussel pertama kali ditemukan di Belgia pada tahun 1750 lalu menyebar ke Inggris dan Perancis pada tahun 1800. Sedangkan kubis unga diduga berasal dari kreta, Crptus atau Mediterrania dan baru tiba di Italia pada sekitar tahun 1490. Pada saat itu, sayuran jenis ini telah dikembangkan di Roma.

Nama kubis sendiri diduga berasal dari bahasa Inggris, cabbage. Di beberapa daerah, kubis biasa disebut kol, yang berasal dari bahasa Belanda, kool. Tanaman yang memiliki nama latin B. Oleracea ini biasa ditanam di dataran tinggi. Kubis memiliki ciri-ciri daun yang berbentuk bulat oval kemudian lonjong dan membentuk roset akar yang besar dan tebal. Warna daun bermacam-macam seperti putih, hijau dan merah keunguan.
Pembudidayaan kubis dilakukan lewat biji atau setek tunas. Awalnya daun yang berlapis lilin akan tumbuh lurus, disusul daun berikutnya yang tumbuh membengkok dan menutupi daun muda yang terakhir tumbuh. Pertumbuhan daun akan berhenti ketika terbentuk krop atau telur (keplada) serta krop samping pada kubis tunas. Selanjutnya, krop akan pecah dan keluar bunga yang bertangkai panjang, bercabang-cabang, berdaun kecil-kecil, dengan mahkota tegak berwarna kuning.

        konsumsi 1-2 porsi per hari sudah mampu meurunkan risiko kanker payudara sebesar 20-40%

Kandungan Gizi Kubis
Kubis yang banyak ditemui dan dikonsumsi di Indonesia adalah kubis putih dan kubis merah. Berikut nilai kandungan gizi kubis putih dan kubis hijau per 100 gram.

Kandungan gizi kubis putih per 100 gram
Kandungan gizi               Kubis Putih                         Kubis Hijau
Kalori (kcal)                       25                                           25
Protein (g)                          1,7                                          2,4
Lemak (g)                           0,2                                          2,2
KH (g)                                5,3                                          4,9
Kalsium (mg)                     64                                           22
Fosfor (mg)                        26                                           72
Zat Besi (mg)                     0,7                                          1,1
Natrium (mg)                     8                                               0
Serat (mg)                           0,9                                           0
Vitamin A (mg)                  75                                           90
Vitamin B (mg)                  0,1                                          0,11
Vitamin C (mg)                  62                                           69
Air (g)                                                                                91,7


Senyawa Aktif Pencegah Kanker
Selain nilai kandungan gizi yang sudah disampaikan di atas, kubis juga memiliki zat senyawa aktif yang bermanfaat. Salah satunya senyawa aktif indol-3-karbinol yang mampu mencegah dan mengobati penyakit kanker. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi tiga porsi atau lebih sayuran golongan cruciferae mampu menurunkan risiko terkena kanker prostat dibandingkan dengan mengkonsumsi hanya satu porsi seminggu.
Walaupun begitu, konsumsi sayuran ini 1-2 porsi per hari sudah mampu menurunkan risiko kanker payudara sebesar 20-40% karena senyawa sulforafan dan indol yang terkandung dalam kubis yang bersifat antikanker. Studi yang dilakukan di Stanford University of Medicine menunjukkan bahwa kandungan glutamine yang tinggi pada kubis bermanfaat untuk mengobati radang tukak lambung degan mengolahnya menjadi jus.


No comments:

Post a Comment