Jeruk bali (Citrus maxima (burm)
Merr) berbentuk bulat besar, tekstur berair, daging buah berwarna putih dan
rasanya asam. Ukuran buahnya relatif paling besar di antara semua jenis jeruk.
Seperti halnya jeruk manis, hampir semua bagian tanaman jeruk bali memiliki
kegunaan. Kandungan likopen, vitamin C dan pektin pada jeruk bali berfungsi
sebagai penjaga kesehatan jantung.
Jeruk bali memiliki
bermacam-macam sebutan nama di antaranya jeruk besar, jeruk enda (Jawa);
pommelo, pummelo (Inggirs); limau besar (Melayu); ma o (Thailand), lukban, suha
(Filipina); dou you (Cina) dan bontan (Jepang).
Kandungan Gizi Jeruk Bali
Tak mau kalah dengan jeruk manis
dan jeruk nipis, si besar menyegarkan ini juga mengandung gizi yang bermanfaat bagi
kesehatan. Jeruk bali diketahui dapat memberi manfaat terhadap perbaikan dan
pencegahan penyakit jantung, peningkat imunitas dan pemelihara saluran
pencernaan. Lebih lengkapnya mengenai kandungan gizi jeruk bali dapat dilihat
di bawah berikut.
Kandungan zat gizi jeruk bali per 100 gram
Komponen Zat Gizi Jumlah
Air 89,1
gram
Energi 38
kcal
Protein 0,76
gram
Lemak 0,04
gram
Karbohidrat 9,62
gram
Serat 1,0
gram
Kalsium 4
mg
Fosfor 17
mg
Besi 0,11
mg
Kalium 216
mg
Karoten Total 20
ug
Vitamin A 8
IU
Tiamin 0,034
mg
Vitamin C 61
mg
jeruk bali bentuk besar dan kulit buah yang tebal menjadi ciri khas fisiknya
Likopen, Penghalang Penyakit Kanker dan Jantung
Kandungan likopen pada jeruk bali
cukup tinggi, yaitu 350 mirogram per 100 gram daging buah. Jika bersinergi
dengan betakaroten yang juga terdapat pada jeruk bali, likopen dapat berperan
sebagai antioksidan yang berfungsi mencegah penyakit kanker, jantung dan asma.
Selain itu, kandungan likopen jeruk bali juga berguna untuk meningkatkan daya
tahan tubuh.
Berdasarkan studi Qing-Yi Lu yang
diterbitkan pada Cancer Epidemiology, Biomarkers (2001) terhadap 65 pasien
dengan dengan kanker prostat dan 132 pasien tanpa kanker prostat menyatakan
bahwa risiko kanker prostat akan meningkatkan dengan rendahnya kadar likopen
dan karotenoid, seperti zeaxanthin, dan lutein.
Hebatnya lagi, selain mencegah
dan mengobati kanker, jeruk bali bermanfaat untuk meminimalkan dosis penggunaan
obat sirolimus, tetapi mampu meningkatkan absorbsi obat sirolimus. Obat
sirolimus yaitu obat yang biasa dikonsumsi pasien transplantasi organ yang
berfungsi untuk mencegah penoakan dalam proses transplantasi organ.
Sebuah studi yang dipublikasikan
dalam Clinical Cancer Research menunjukkan bahwa pasien yang mengkonsumsi 800
gram jeruk bali sehari membutuhkan dosis sirolimus lebih rendah, namun mengalami
peningkatan absorbsi hingga 350% kadar sirolimus. Bahkan, studi yang dilakukan
oleh Dr. Cohen dan rekannya terhadap 138 pasien kanker menunjukkan pasien yang
mengkonsumsi jus jeruk bali bersamaan dengan obat sirolimus akan membantu
penyusutan massa (tumor). Proses ini berlangsung selama lebih dari tiga tahun.
Pektin, Penjegal Penyakit Jantung
Jeruk bali berkhasiat untuk
menurunkan risiko penyakit jantung. Pasalnya, setiap 15 gram pektin dapat
menurunkan 10% tingkat kolesterol. Perlu diketahui, jus jeruk bali mengandung
pektin lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya.
Sebuah studi yang melibatkan 57
orang dengan kadar kolesterol tinggi dan baru menjalani operasi bypass pembuluh
darah koroner dilakukan untuk mengetahui peranan pektin terhadap pencegahan
penyakit jantung. Sebanyak 57 orang tersebut dibedakan menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama diberi jeruk bali dengan daging buah berwarna kemerahan selama
30 hari berturut-turut. Kelompok kedua diberi jeruk bali warna putih. Kelompok
ketiga tidak diberi jeruk bali. Hasilnya, pasien kelompok pertama dan kedua
sama-sama mengalami penurunan lemak darah. Sementara itu, pasien kelompok
ketiga tidak mengalami perubahan apapun.
Vitamin C, Sumber Antioksidan Alami
Seperti jeruk lain, jeruk bali
merupakan sumber vitamin C alami. Dalam 100 gram jeruk bali, anda dapat
memenuhi 100% kebutuhan vitamin C tubuh. Vitamin C sangat baik sebagai sumber
antioksidan. Peningkatan kadar vitamin C dalam darah dipercaya dapat
memperbaiki jaringan yang rusak, bahkan mencegah terjadinya kanker akibat tidak
stabilnya molekul radikal bebas karena rokok dan polusi udara.
Tak hanya bermanfaat mencegah
kanker, jeruk bali juga baik untuk kesehatan gusi. Hal ini diungkapkan peneliti
di Universitas Friedrich Schiller, Jerman yang menemukan kaitan kesehatan gusi
pada subjek yang banyak mengkonsumsi jeruk baik. Penelitian ini melibatkan 58
responden yang mengalami kerusakan gusi yang cukup parah. Hasilnya, jeruk bali
memberikan dampak positif terhadap perbaikan kondisi gusi, khususnya setelah
dikonsumsi setiap hari selama sekitar dua minggu.


No comments:
Post a Comment