Katuk sangat populer di kalangan
ibu-ibu menyusui karena kemampuannya melancarkan ASI. Selain itu, katuk juga
memberikan manfaat positif lain bagi tubuh kita. Tanaman dengan nama latin
Sauropus androgunus (L) Merr merupakan tanaman berbentuk semak, dengan tinggi
2-3 meter. Daun katuk berbentuk bulat memanjang degan pangkal daun tumpul atau
bulat dan ujung daun runcing atau setengah runcing.
Terdapat perbedaan warna antara
daun di permukaan bawah dan di permukaan atas, Daun di permukaan atas berwarna
hijau gelap, sedangkan daun di permukaan bawah berwarna hijau muda. Daun yang
dipilih sebagai makanan untuk konsumsi adalah daun yang masih muda. Katuk mudah
didapatkan, baik di pasar tradisional maupun di pasar swalayan.
Kandungan Gizi Katuk
Seperti sayuran lain, katuk
mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B dan vitamin C. Salah satu
keunggulan katuk adalah kandungan karotennya yang cukup tinggi. Bahkan, menurut
Hulshoff (1997) daun katuk memiliki kandungan karoten yang tertinggi di antara
sayuran dan buah-buahan yang diteliti di Indonesia.
Tak hanya itu, daun katuk pun
mengandung alpha-tocopherol yang tinggi, bahkan tertinggi di antara tanaman
tropis yang sering dikonsumsi. Berikut kandungan gizi daun katuk per 100 gram
Kandungan gizi katuk per 100 gram
Kandungan Gizi Jumlah
KH (g) 11
Protein (g) 4,8
Lemak (g) 1
Kalsium 204
Kandungan Gizi Jumlah
Fosfor (mg) 83
Besi (mg) 2,7
Vit A (SI) 10,371
Vitamin B1 (mg) 0,1
Vitamin C (mg) 239
Air (g) 81
Energi (kal) 59
Laktagagum, Pelanccar ASI
Daun katuk populer karena
manfaatnya dalam melancarkan ASI. Senyawa aktif bernama laktagagum berperan
penting dalam proses tersebut. Selain itu, kandungan steroid dan polifenolnya
juga berperan dalam meningkatkan kadar prolaktin. Kadar prolaktin yang tinggi
berfungsi meningkatkan, mempercepat dan memperlancar prouksi ASI.
Isoflavonoid, Mencegah Osteomalaisia
Daun katuk memiliki kandungan
isoflavonoid yang menyerupai esterogen dan mampu memperlambat berkurangnya
massa tulang (osteomalasia). Ada juga saponin, senyawa aktif lain yang terbukti
berkhasiat sebagai antikanker, antimikroba dan meningkatkan sistem imun dalam
tubuh. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan kedua senyawa
tersebut mirip dengan senyawa yang terdapat dalam bawang putih, allinase.
Senyawa ini memicu perubahan komponen perkusor menjadi komponen sulfur dan
berkhasiat memacu pertumbuhan.
Klorofil, Penetral Racun
Penelitian lain yang dilakukan
oleh Dr. Leenawaty dari ITB membuktikan manfaat lain dari daun katuk. Daun
katuk diketahui kaya akan klorofil yaitu sebesar 8% dari bobot kering. Jumlah
kandungan klorofil ini merupakan jumlah yang tertinggi di antara jenis sayuran
lain. Seperti kita ketahui, klorofil atau zat hijau daun memiliki fungsi utama
dalam membantu reaksi fotosintesis.
Bagi manusia manfaat klorofil ini
bermacam-macam, seperti membersihkan jaringan tubuh dan tempat pembuangan sisa
limbah metabolisme; mengatasi parasit, bakteri dan virus yang ada di dalam
tubuh; serta sebagai penetral racun dan senyawa kimia.
Fitokimia, Pembangkit Vitalitas
Seksual
Kandungan lain yang terdapat
dalam daun katuk adalah berbagai senyawa fitokimia yang berkhasiat sebagai
obat,seperti progesteron, estradiol, testosteron dan glukokortikoid. Selain
itu, daun katuk juga mengandung senyawa eikosanoid, prostaglandin,
prostasiklin, tromboksan, lipoksin dan leukotrien. Salah satu senyawa ini
bermanfaat untuk meningkatkan mutu dan jumlah sperma, serta membangkitkan
vitalitas seksual.
Vitamin A dan Vitamin C, Menjaga
Sistem Imunitas
Seperti layaknya sayuran lain,
daun katuk juga mengandung vitamin A dan C. Bahkan, kandungan vitamin C pada
daun katuk ini lebih tinggi daripada kandungan dalam jeruk dan jambu biji.
Begitu juga kandungan vitamin A di dalam daun katuk yang tergolong tinggi.
Telah banyak orang mengetahui fungsi dari kedua vitamin ini, salah satunya
sebagai antioksidan yang ampuh dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan sel.

No comments:
Post a Comment