Monday, November 27, 2017

KENTANG SI PENANGKAL SERANGAN SEL KANKER


Indonesia kaya akan tanaman sayur-sayuran. Di antara tanaman sayuran, kentang merupakan salah satu jenis yang paling sering digunakan. Tanaman dengan nama latin Solanum tuberosum ini sering diolah sebagai sayur dan dianggap sebagai pengganti nasi.
Kentang yang menjadi makanan pokok bangsa Eropa pertama kali didatangkan oleh penjelajah Spanyol dan Portugis pada tahun 1570. Sementara di Inggris kentang didatangkan pada tahun tahn 1590. Keberadaan kentang di Benua Eropa ini pernah menjadi pemicu bangsa Amerika berimigrasi ke Eropa karena wabah jamur ergot yang menyerang tanaman umbi-umbian di Amerika. Di Asia, awal penyebaran kentang dimulai dari India, China dan Jepang.
Di Indonesia, kentang pertama kali ditemukan di Cisarua, kabupaten Bandung. Sayuran ini dengan cepat menyebar ke Aceh, Tanah Karo, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Minahasa, Bali dan Flores. Pusat penanamannya berada di pulau Jawa, tepatnya di Pangalengan, Lembang, Pacet, Wonosobo, Tawangmangu, Batu dan Tengger. Dilihat dari daerah tumbuhnya, kentang memang dapat bertahan hidup di dataran tinggi.
Umumnya, kualitas kentang dibedakan berdasarkan ukurannya. Mulai kualitas A, B, C dan D. Kualitas A adalah kualitas terbaik. Jika ditemukan kentang dengan kualitas AB, itu berarti kentang tersebut merupakan percampuran antara kentang kualitas A dengan kentang kualitas B. Kentang kualitas A biasanya adalah kentang impor yang ukurannya jauh lebih besar dan harga jual yang lebih mahal.
Di Indonesia banyak varietas kentang yang dibudidayakan. Dilihat dari ukuran, bentuk dan warna umbinya pun kentang memiliki jenis yang berbeda-beda. Dari bentuknya kentang memiliki bentuk yang bulat, oval agak bulat dan bulat panjang. Sedangkan jika dilihat dari warnanya, kentang dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu kentang berumbi kuning, putih dan merah. Saat ini kentang merupakan sayuran yang kebutuhannya meningkat. Selain sebagai sumber karbohidrat, kentang juga dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan untuk tujuan diversifikasi pangan.
               protease inhibitor dalam kentang mampu menetrralkan virus-virus tertentu
                                               dan menghambat seragan kanker

Kandungan Gizi Kentang
Kandungan paling banyak dalam kentang adalah karbohidrat. Inilah yang menjadi alasan kenapa saat ini banyak orang yang lebih memilih kentang sebagai alternatif pengganti nasi. Selain karbohidrat ternyata kadar air kentang cukup tinggi, yaitu sekitar 78%. Seratus gram kentang memiliki kalori sebesar 83 kcal. Di dalam kentang pun terkandung berbagai macam vitamin dan mineral seperti fosfor, besi, kalium, vitamin B, vitamin C, serta sedikit vitamin A.

Kandungan gizi lengkap kentang per 100 gram
Kandungan Gizi               Jumlah
Energi (kcal)                       83
Protein (g)                           2
Lemak (g)                            0,1
Karbohidrat (g)                  19,1
Kalsium (mg)                     11
Fosfor (mg)                        56
Serat (g)                               0,3
Besi (mg)                             0,7
Vitamin A (RE)                   0,00
Vitamin B1 (mg)                 0,09
Vitamin B2 (mg)                 0,03
Vitamin C (mg)                   16
Niacin (mg)                         1,4

Indeks Glikemik Rendah, Pengontrol Kadar Gula Darah
Seperti yang sudah disebutkan, kentang sangat popular sebagai makanan pengganti nasi, terutama bagi mereka penderita diabetes. Hal ini dilakukan mengingat indeks glikemik kentang lebih rendah daripada nasi putih. Indeks glikemik adalah ukuran kemampuan suatu makanan dalam meningkatkan kadar glukosa darah. Semakin tinggi nilai indeks glikemik suatu makanan, semakin cepat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Kondisi ini berbahaya bagi penderita diabetes.

Kentang merupakan pilihan yang tepat bagi penderita diabetes sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Namun, perlu diperhatikan pengolahan kentang sebelum dikonsumsi. Pengolahan yang salah dapat memengaruhi nilai indeks glikemiknya. Jangan sampai akibat pengolahan yang tidak tepat, kadar glukosa dalam darah terpicu naik.

Kentang juga mampu menjadikan aktivitas hati menjadi lebih baik, membuat jaringan menjadi elastis dan otot menjadi lentur. Mineral natrium dengan kadar alkalin yang cukup tinggi di dalam kentang mampu meningkatkan pH yang terlalu asam di dalam tubuh.

Protease Inhibitor, Antikanker
Di dalam kentang terdapat senyawa aktif bernama protease inhibitor yagn cukup tinggi. Senyawa ini dapat menetralkan virus-virus tertentu dan manghambat serangan kanker. Selain dagingnya, kulit kentang pun memiliki manfaat. Asam klorogenik dalam kulit kentang merupakan polienol yang dapat mencegah mutasi sel yang mengarah pada kanker. Polifenol ini berperan sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas.


ANDA HARUS TAHU!
Di antara banyaknya kandungan gizi yang bermanfaat di dalam kentang, ternyata terdapat zat yang merugikan yang disebut solanin. Kandungan solanin ini dapat menyebabkan mual, muntah dan diare. Jika dikonsumsi terlalu banyak. Ada suatu cara untuk menurunkan kadar solanin dalam kentang, yaitu dengan menyimpan di tempat dingin atau lembab.


No comments:

Post a Comment