Indonesia kaya akan tanaman
sayur-sayuran. Di antara tanaman sayuran, kentang merupakan salah satu jenis
yang paling sering digunakan. Tanaman dengan nama latin Solanum tuberosum ini
sering diolah sebagai sayur dan dianggap sebagai pengganti nasi.
Kentang yang menjadi makanan
pokok bangsa Eropa pertama kali didatangkan oleh penjelajah Spanyol dan
Portugis pada tahun 1570. Sementara di Inggris kentang didatangkan pada tahun
tahn 1590. Keberadaan kentang di Benua Eropa ini pernah menjadi pemicu bangsa
Amerika berimigrasi ke Eropa karena wabah jamur ergot yang menyerang tanaman
umbi-umbian di Amerika. Di Asia, awal penyebaran kentang dimulai dari India,
China dan Jepang.
Di Indonesia, kentang pertama
kali ditemukan di Cisarua, kabupaten Bandung. Sayuran ini dengan cepat menyebar
ke Aceh, Tanah Karo, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Minahasa, Bali
dan Flores. Pusat penanamannya berada di pulau Jawa, tepatnya di Pangalengan,
Lembang, Pacet, Wonosobo, Tawangmangu, Batu dan Tengger. Dilihat dari daerah
tumbuhnya, kentang memang dapat bertahan hidup di dataran tinggi.
Umumnya, kualitas kentang
dibedakan berdasarkan ukurannya. Mulai kualitas A, B, C dan D. Kualitas A
adalah kualitas terbaik. Jika ditemukan kentang dengan kualitas AB, itu berarti
kentang tersebut merupakan percampuran antara kentang kualitas A dengan kentang
kualitas B. Kentang kualitas A biasanya adalah kentang impor yang ukurannya
jauh lebih besar dan harga jual yang lebih mahal.
Di Indonesia banyak varietas
kentang yang dibudidayakan. Dilihat dari ukuran, bentuk dan warna umbinya pun
kentang memiliki jenis yang berbeda-beda. Dari bentuknya kentang memiliki
bentuk yang bulat, oval agak bulat dan bulat panjang. Sedangkan jika dilihat
dari warnanya, kentang dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu kentang berumbi
kuning, putih dan merah. Saat ini kentang merupakan sayuran yang kebutuhannya
meningkat. Selain sebagai sumber karbohidrat, kentang juga dimanfaatkan sebagai
salah satu bahan pangan untuk tujuan diversifikasi pangan.
protease inhibitor dalam kentang mampu menetrralkan virus-virus tertentu
dan menghambat seragan kanker
Kandungan Gizi Kentang
Kandungan paling banyak dalam
kentang adalah karbohidrat. Inilah yang menjadi alasan kenapa saat ini banyak
orang yang lebih memilih kentang sebagai alternatif pengganti nasi. Selain
karbohidrat ternyata kadar air kentang cukup tinggi, yaitu sekitar 78%. Seratus
gram kentang memiliki kalori sebesar 83 kcal. Di dalam kentang pun terkandung
berbagai macam vitamin dan mineral seperti fosfor, besi, kalium, vitamin B,
vitamin C, serta sedikit vitamin A.
Kandungan gizi lengkap kentang
per 100 gram
Kandungan Gizi Jumlah
Energi (kcal) 83
Protein (g) 2
Lemak (g) 0,1
Karbohidrat (g) 19,1
Kalsium (mg) 11
Fosfor (mg) 56
Serat (g) 0,3
Besi (mg) 0,7
Vitamin A (RE) 0,00
Vitamin B1 (mg) 0,09
Vitamin B2 (mg) 0,03
Vitamin C (mg) 16
Niacin (mg) 1,4
Indeks Glikemik Rendah, Pengontrol Kadar Gula Darah
Seperti yang sudah disebutkan,
kentang sangat popular sebagai makanan pengganti nasi, terutama bagi mereka
penderita diabetes. Hal ini dilakukan mengingat indeks glikemik kentang lebih
rendah daripada nasi putih. Indeks glikemik adalah ukuran kemampuan suatu
makanan dalam meningkatkan kadar glukosa darah. Semakin tinggi nilai indeks
glikemik suatu makanan, semakin cepat meningkatkan kadar glukosa dalam darah.
Kondisi ini berbahaya bagi penderita diabetes.
Kentang merupakan pilihan yang
tepat bagi penderita diabetes sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Namun,
perlu diperhatikan pengolahan kentang sebelum dikonsumsi. Pengolahan yang salah
dapat memengaruhi nilai indeks glikemiknya. Jangan sampai akibat pengolahan
yang tidak tepat, kadar glukosa dalam darah terpicu naik.
Kentang juga mampu menjadikan
aktivitas hati menjadi lebih baik, membuat jaringan menjadi elastis dan otot
menjadi lentur. Mineral natrium dengan kadar alkalin yang cukup tinggi di dalam
kentang mampu meningkatkan pH yang terlalu asam di dalam tubuh.
Protease Inhibitor, Antikanker
Di dalam kentang terdapat senyawa
aktif bernama protease inhibitor yagn cukup tinggi. Senyawa ini dapat
menetralkan virus-virus tertentu dan manghambat serangan kanker. Selain
dagingnya, kulit kentang pun memiliki manfaat. Asam klorogenik dalam kulit
kentang merupakan polienol yang dapat mencegah mutasi sel yang mengarah pada
kanker. Polifenol ini berperan sebagai antioksidan untuk menangkal radikal
bebas.
ANDA HARUS TAHU!
Di antara banyaknya kandungan
gizi yang bermanfaat di dalam kentang, ternyata terdapat zat yang merugikan
yang disebut solanin. Kandungan solanin ini dapat menyebabkan mual, muntah dan
diare. Jika dikonsumsi terlalu banyak. Ada suatu cara untuk menurunkan kadar
solanin dalam kentang, yaitu dengan menyimpan di tempat dingin atau lembab.


No comments:
Post a Comment