Pisang merupakan salah satu jenis
buah yang kerap dihidangkan sebagai pencuci mulut. Bentuk buah lonjong,
warnanya dominan kuning dan daging buah sangat empuk. Berbagai manfaat
kesehatan dan pisang di antaranya sebagai sumber tenaga, pereda sakit maag,
stroke dan pereda stress. Tidak hanya buahnya, bagian lainnya seperti daun,
kulit dan batang pisang dapat bermanfaat bagi kesehatan.
Pisang (Musa sp) merupakan buah
yang berasal dari Asia, khususnya Asia Tenggara. Pisang memiliki sebutan nama
yang berbeda-beda di setiap negara, antara lain banana di Inggris, tsiu, cha di
Cina, pisyanga, kila, kalpatharu di India dan klue di Thailand. Begitu juga
sebutan di Indonesia, pisang memiliki sebutan yang berlainan di berbagai
daerah, misalnya gedang di Jawa, cau di Sunda, biu di Bali, puti di lampung,
wusak di Gorontalo dan kulo di Ambon.
Jenis pisang yang ada di
Indonesia terbagi menjadi tiga, yakni pisang serat yang hanya diambil seratnya
untuk kepentingan industri, pisang hias yang digunakan sebagai tanaman hias dan
pisang buah yang biasa anda konsumsi sehari-hari. Setelah itu, pisang buah
dapat dibagi kembali menjadi dua jenis, sebagai berikut.
1.
Pisang yan dapat dikonsumsi langsung setelah
matang di pohon atau biasa disebut pisang meja, seperti pisang susu, pisang
hijau, pisang ambon, pisang mas dan pisang raja.
2.
Pisang yang dapat dikonsumsi setelah diolah
terlebih atau biasa disebut pisang olah, misal pisang kepok, pisang tanduk,
pisang uli dan pisang kapas.
Kandungan Gizi Pisang
Kandungan gizi yang terdapat di
dalam pisang di antaranya 74% air, 23% karbohidrat, 2,6% serat, 1% protein dan
0,5% lemak. Selain itu, pisang kaya akan mineral seperti kalsium, fosfor, besi
dan kalium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu vitamin A, vitamin C dan
vitamin B kompleks.
Sabagai buah yang mendapat
julukan “tanaman herbal”, pisang memiliki beberapa kandungan senyawa aktif yang
membantu menyumbangkan manfaat kesehatan, meliputi senyawa flavonoid, asam
amino triptofan, asam folat, asam lemak rantai pendek, lektin, kalium, vitamin
A, vitamin B, vitamin C dan serat.
Flavonoid, Senyawa Antikanker
Senyawa flavonoid merupakan
senyawa bioaktif yang memiliki efek positif terhadap terhadap kesehatan, salah
satunya sebagai antioksidan yang sangat baik untuk mencegah kanker. Manfaat lain
flavonoid di antaranya melindungi struktur sel, memaksimalkan khasiat vitamin
C, mencegah peradangan dan sebagai antibiotik.
Asam Amino Triptopan, Senyawa Pengatur Mood
Pisang mengandung triptofan,
suatu asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh anda, tetapi tidak bisa
diproduksi oleh tubuh. Asam amino triptopan di dalam tubuh akan diubah menjadi
serotonin. Serotonin merupakan senyawa dalam tubuh yang dapat menstabilkan
keadaan depresi, mengatur mood, nafsu makan dan pola tidur.
pisang dapat memberikan efek rileks dan terbebas dari depresi
jika anda sering stres, coba konsumsi pisang secara teratur
Asam Folat, Senyawa Penting untuk ibu Hamil
Mengkonsumsi pisang sangat
dianjurkan untuk ibu hamil. Pasalnya, pisang mengandung asam folat yang penting
bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel batu dan pencegah terjadi cacat
bawaan pada bayi.
Selain sebagai senyawa penting
ibu hanil, asam folat berperan sebagai pencegah penyakit jantung. Sebuah studi
yang dilakukan pada tahun 2008 menyatakan bahwa pemberian asam folat yang dikombinasikan
dengan vitamin vitamin B6 dan vitamin B12 dapat membantu menurunkan kadar homosistein
tubuh. Semakin rendah kadar homosistein tubuh, semakin kecil pula risiko
penyakit jantung. Homositein berperan dalam peningkatan stres oksidatif,
kerusakan pembuluh darah dan pemicu timbulnya plak. Karena itu, rendahnya kadar
homosistein tubuh dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Asam Lemak Rantai Pendek, Senyawa yang Baik untuk Pencernaan
Pisang juga mengandung asam lemak rantai pendek yang
berperan untuk memelihara lapisan sel pada usus kecil. Menurut laporan Journal
Pediatric Infectious Disease, kandungan asam lemak rantai pendek pada pisang
hijau yang matang sempurna dapat mengurangi diare.
Lektin, Senyawa Anti HIV
Peneliti dari Amerika Serikat
menemukan bahwa pisang memiliki senyawa lektin. Lektin diduga berfungsi sebagai
penghambat virus HIV. Para peneliti dari University of Michigan Medical School
mengabarkan bahwa dari hasil uji laboratorium menunjukkan senyawa lektin yang
terdapat pada pisang sama efektifnya dengan obat anti-HIV. Cara lektin cukup
baik, yaitu bisa “mengenali” penyerangan dari luar tubuh, lalu menyerangnya
sebagai patogen.
Kalium, Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Kalium merupakan senyawa mineral
untuk mengendalikan keseimbangan cairan tubuh. Kandungan kalium dalam pisang
cukup besar. Sebaliknya, kandungan natrium pada pisang justru relatif rendah. Kalium
berkhasiat untuk membantu mengurangi risiko stroke dan menurunkan tekanan
darah. Selain itu, kalium juga diiperlukan untuk menormalkan irama jantung dan
membantu peredaran oksigen ke otak.
Kandungan rat-rata kalium dalam
satu buah pisang sekitar 500 mg. Hasil penelitian Journal of the American
College of Cardiology menyimpulkan bahwa asupan kalium harian sebesar 1.600 mg
dapat menurunkan risiko stroke lebih dari 20%.
Vitamin, Mencegah Infeksi dalam Tubuh
Kandungan vitamin A berperan
melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan mata. Berdasarkan hasil
penelitian, pisang yang direbus dan pisang yang sudah matang pohon dapat
digunakan untuk mengobati konstipasi. Selain vitamin A, pisang merupakan buah
yang banyak mengandung vitamin B-kompleks, seperti niasin, riboflavin dan
tiamin (vitamin B1). Vitamin tersebut berfungsi untuk mengatur segala kegiatan
tubuh agar optimal.
Serat, Mengobati Ulkus Peptikum dan Menurunkan Iritasi pada Lambung
Sejak awal 1930-an, pisang
digunakan untuk mengobati masalah pada sistem pencernaan. Sanyal, dkk (1965)
menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi pisang dapat mengurangi tukak lambung. Sementara
itu, menurut Mitchell, dkk (1968) meyatakan bahwa pisang berguna bagi penderita
ulkus peptikum.
Tekstur yang lembut dan kandungan
serat pada pisang dapat membantu untuk mengembalikan fungsi usus menjadi normal
dan optimal. Khusus untuk kasus asam lambung yang berlebihan, pisang nyatanya
membantu menetralkan asam lambung dan menurunkan iritasi lambung dengan cara
melapisi dinding lambung.


No comments:
Post a Comment