Friday, November 10, 2017

PISANG SI BUAH HERBAL


Pisang merupakan salah satu jenis buah yang kerap dihidangkan sebagai pencuci mulut. Bentuk buah lonjong, warnanya dominan kuning dan daging buah sangat empuk. Berbagai manfaat kesehatan dan pisang di antaranya sebagai sumber tenaga, pereda sakit maag, stroke dan pereda stress. Tidak hanya buahnya, bagian lainnya seperti daun, kulit dan batang pisang dapat bermanfaat bagi kesehatan.
Pisang (Musa sp) merupakan buah yang berasal dari Asia, khususnya Asia Tenggara. Pisang memiliki sebutan nama yang berbeda-beda di setiap negara, antara lain banana di Inggris, tsiu, cha di Cina, pisyanga, kila, kalpatharu di India dan klue di Thailand. Begitu juga sebutan di Indonesia, pisang memiliki sebutan yang berlainan di berbagai daerah, misalnya gedang di Jawa, cau di Sunda, biu di Bali, puti di lampung, wusak di Gorontalo dan kulo di Ambon.
Jenis pisang yang ada di Indonesia terbagi menjadi tiga, yakni pisang serat yang hanya diambil seratnya untuk kepentingan industri, pisang hias yang digunakan sebagai tanaman hias dan pisang buah yang biasa anda konsumsi sehari-hari. Setelah itu, pisang buah dapat dibagi kembali menjadi dua jenis, sebagai berikut.
1.    Pisang yan dapat dikonsumsi langsung setelah matang di pohon atau biasa disebut pisang meja, seperti pisang susu, pisang hijau, pisang ambon, pisang mas dan pisang raja.
2.    Pisang yang dapat dikonsumsi setelah diolah terlebih atau biasa disebut pisang olah, misal pisang kepok, pisang tanduk, pisang uli dan pisang kapas.

Kandungan Gizi Pisang
Kandungan gizi yang terdapat di dalam pisang di antaranya 74% air, 23% karbohidrat, 2,6% serat, 1% protein dan 0,5% lemak. Selain itu, pisang kaya akan mineral seperti kalsium, fosfor, besi dan kalium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu vitamin A, vitamin C dan vitamin B kompleks.
Sabagai buah yang mendapat julukan “tanaman herbal”, pisang memiliki beberapa kandungan senyawa aktif yang membantu menyumbangkan manfaat kesehatan, meliputi senyawa flavonoid, asam amino triptofan, asam folat, asam lemak rantai pendek, lektin, kalium, vitamin A, vitamin B, vitamin C dan serat.

Flavonoid, Senyawa Antikanker
Senyawa flavonoid merupakan senyawa bioaktif yang memiliki efek positif terhadap terhadap kesehatan, salah satunya sebagai antioksidan yang sangat baik untuk mencegah kanker. Manfaat lain flavonoid di antaranya melindungi struktur sel, memaksimalkan khasiat vitamin C, mencegah peradangan dan sebagai antibiotik.

Asam Amino Triptopan, Senyawa Pengatur Mood
Pisang mengandung triptofan, suatu asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh anda, tetapi tidak bisa diproduksi oleh tubuh. Asam amino triptopan di dalam tubuh akan diubah menjadi serotonin. Serotonin merupakan senyawa dalam tubuh yang dapat menstabilkan keadaan depresi, mengatur mood, nafsu makan dan pola tidur.
pisang dapat memberikan efek rileks dan terbebas dari depresi
jika anda sering stres, coba konsumsi pisang secara teratur


Asam Folat, Senyawa Penting untuk ibu Hamil
Mengkonsumsi pisang sangat dianjurkan untuk ibu hamil. Pasalnya, pisang mengandung asam folat yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel batu dan pencegah terjadi cacat bawaan pada bayi.
Selain sebagai senyawa penting ibu hanil, asam folat berperan sebagai pencegah penyakit jantung. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2008 menyatakan bahwa pemberian asam folat yang dikombinasikan dengan vitamin vitamin B6 dan vitamin B12 dapat membantu menurunkan kadar homosistein tubuh. Semakin rendah kadar homosistein tubuh, semakin kecil pula risiko penyakit jantung. Homositein berperan dalam peningkatan stres oksidatif, kerusakan pembuluh darah dan pemicu timbulnya plak. Karena itu, rendahnya kadar homosistein tubuh dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Asam Lemak Rantai Pendek, Senyawa yang Baik untuk Pencernaan
Pisang  juga mengandung asam lemak rantai pendek yang berperan untuk memelihara lapisan sel pada usus kecil. Menurut laporan Journal Pediatric Infectious Disease, kandungan asam lemak rantai pendek pada pisang hijau yang matang sempurna dapat mengurangi diare.

Lektin, Senyawa Anti HIV
Peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa pisang memiliki senyawa lektin. Lektin diduga berfungsi sebagai penghambat virus HIV. Para peneliti dari University of Michigan Medical School mengabarkan bahwa dari hasil uji laboratorium menunjukkan senyawa lektin yang terdapat pada pisang sama efektifnya dengan obat anti-HIV. Cara lektin cukup baik, yaitu bisa “mengenali” penyerangan dari luar tubuh, lalu menyerangnya sebagai patogen.
Kalium, Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Kalium merupakan senyawa mineral untuk mengendalikan keseimbangan cairan tubuh. Kandungan kalium dalam pisang cukup besar. Sebaliknya, kandungan natrium pada pisang justru relatif rendah. Kalium berkhasiat untuk membantu mengurangi risiko stroke dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, kalium juga diiperlukan untuk menormalkan irama jantung dan membantu peredaran oksigen ke otak.

Kandungan rat-rata kalium dalam satu buah pisang sekitar 500 mg. Hasil penelitian Journal of the American College of Cardiology menyimpulkan bahwa asupan kalium harian sebesar 1.600 mg dapat menurunkan risiko stroke lebih dari 20%.

Vitamin, Mencegah Infeksi dalam Tubuh
Kandungan vitamin A berperan melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan mata. Berdasarkan hasil penelitian, pisang yang direbus dan pisang yang sudah matang pohon dapat digunakan untuk mengobati konstipasi. Selain vitamin A, pisang merupakan buah yang banyak mengandung vitamin B-kompleks, seperti niasin, riboflavin dan tiamin (vitamin B1). Vitamin tersebut berfungsi untuk mengatur segala kegiatan tubuh agar optimal.

Serat, Mengobati Ulkus Peptikum dan Menurunkan Iritasi pada Lambung
Sejak awal 1930-an, pisang digunakan untuk mengobati masalah pada sistem pencernaan. Sanyal, dkk (1965) menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi pisang dapat mengurangi tukak lambung. Sementara itu, menurut Mitchell, dkk (1968) meyatakan bahwa pisang berguna bagi penderita ulkus peptikum.
Tekstur yang lembut dan kandungan serat pada pisang dapat membantu untuk mengembalikan fungsi usus menjadi normal dan optimal. Khusus untuk kasus asam lambung yang berlebihan, pisang nyatanya membantu menetralkan asam lambung dan menurunkan iritasi lambung dengan cara melapisi dinding lambung.




No comments:

Post a Comment