Thursday, November 30, 2017

PARE ANTIDIABETES ANDAL


Walaupun terkenal karena rasa pahitnya, paria atau pare tetap menjadi kesukaan banyak orang. Tanaman dengan nama latin Momordica charantia L ini tergolong bangsa Cucurbitaceae dan banyak ditemukan di daerah tropis yang penyebarannya meliputi Cina, India dan Asia Tenggara. Daun pare yang berbentuk menyerupai jari dengan bunga berwarna kuning biasa digunakan sebagai pengobatan.
Pare tumbuh dengan cara menjalar atau meranbat. Butuh waktu satu tahun untuk tanaman ini berkembang sebelum dapat dikonsumsi. Budi daya pare tegolong mudah dan tidak tergantung musim. Pare dapat tumbuh baik di dataran rendah dan ditemukan liar di tanah terlantar atau tegalan. Pare juga dapat dibudidayakan atau ditanam di pekarangan. Tanaman ini memang tidak memerlukan banyak sinar matahari dan dapat tumbuh subur di tempat yang agak terlindungi.
Ada tiga jenis yang sering ditemui, yaitu pare gajih, pare kodok dan pare hutan. Masing-masing memiliki ciri-ciri yang berbeda, seperti berikut.
Pare Gajih
Pare gajih berasal dari India atau Afrika. Pare jenis ini berdaging tebal dengan warna buah hijau muda atau keputihan. Bentuk buahnya besar dan panjang dengan rasa yang tidak begitu pahit dengan bobot 200-500 gram. Para jenis ini paling banyak disuka dan dibudidayakan.
Pare Hijau
Pare hijau memiliki bentuk lonjong, kecil dan berwarna hijau dengan bintil halus pada permukaannya. Pare ini memiliki berbagai macam jenis, seperti pare ayam, pare kodok, pare serta, pare alas atau pare ginggae. Dari ketiga jenis pare tersebut, pare ayam merupakan jenis yang sering ditanam. Rasa pare hijau ini pahit dengan daging buah yang tipis.

Pare Impor
Pare impor berasal dari taiwan. Pare jenis ini memiliki tiga varietas. Benih pare impor ini termasuk dalam hybrid final stock, yaitu tidak dapat menghasilkan bibit baru setelah ditanam. Jika dipaksakan, malah akan menghasilkan produksi yang menyimpang dari aslinya dengan kualitas yang tidak bagus.

Pare Belut
Pare belut ini kurang populer dibandingkan dengan ketiga jenis pare lainnya. Bentuk pare belut memanjang seperti belut dengan panjang 30-110 cm dan diameter 4-8 cm. Walaupun begitu, setelah diolah menjadi masakan, pare ini pun banyak disukai.
Pare memiliki banyak nama lain, seperti M. Balsamina, Blanco, M. Blasamina, Descourt, Lindi. Di beberapa daerah pun pare ini juga memiliki berbagai sebutan khas, seperti prien (Gayo), paria (Batak, Toba), kambeh (Minangkabau), paria (Sunda), Payu (Bali), paria (Bugis) dan Kepari (Ternate).

pare sebagai antidiabetes aktivitas lektin yang ada dalam pare menyerupai insulin  yang dapat menurunkan gula darah


Kandungan Gizi Pare
Berikut kandungan gizi pada buah pare dan daun pare dalam 100 gram bahan

Kandungan zat gizi pare dan daun pare per 100 gram bahan
Zat Gizi                             Buah Pare                           Daun Pare
Air (g)                                 91,2                                        80
Kalori (g)                            29                                           44
Protein (g)                          1,1                                          5,6
Lemak (g)                           1,1                                          0,4
Karbohidrat (g)                   0,5                                          12
Kalsium (mg)                      45                                           264
Zat Besi (mg)                      1,4                                          5
Fosfor (mg)                        64                                           666
Vitamin A (SI/mg)             18                                           5,1
Vitamin B (mg)                  0,08                                        0,05
Vitamin C (mg)                  52                                           170
Folasan (mg)                        0                                             88

Di balik rasa pahitnya, pare menyimpan berbagai macam manfaat yang mengungtungkan bagi kesehatan. Banyak yang tidak menyukai pare karena rasa pahit yang terkandung di dalamnya, padahal rasa pahit inilah yang justru menyimpan manfaat. Beberapa manfaat pare adalah merangsang nafsu makan, menyembuhkan penyakit kuning, memperlancar pencernaan dan obat malaria.

Si Pahit Obat Cacing
Pare memiliki khasiata dalam melancarkan pencernaan, menyembuhkan dispepsia dan menyembuhkan konstipasi. Ekstrak pare juga dikenal memiliki efek antihelmintik dan dimanfaatkan untuk melawan cacing nematode Caenorhabditis elegans. Bahkan di Togo, pare digunakan sebagai obat tradisional penyembuh saluran pencernaan akibat cacing tersebut.

Si Pahit Antimalaria
Khasiat pare sebagai antimalaria telah dikenal di Guyana. Cara pengo;ahannya dengan merebus pare kemudian dimasak dengan menggunakan bumbu dan bawang yang dikenal sebagai corolla.

Si Pahit Antikanker
Sebagai antikanker, pare mengandung senyawa 15, 16-dihydroxy-1-eleostearic, acid yang diekstraksi. Menurut penelitian yang telah dilakukan, senyawa-senyawa ini dapat menginduksikan apoptosis dari sel leukimia secara in vitro.
Si Pahit Anti-HIV
Konsumsi pare secara teratur juga dapat memperlambat perkembangan virus HIV pada orang yang terinveksi. Anti-HIV dalam pare didapatkan dari kandungan alpha-momorchin, beta-momorchin dan MAP30. Peranan buah pare dalam menghambat perubahan sel ini juga dipengaruhi oleh rasa pahit pare yang mengandung cucurbitacin (momordikosida K dan L).

Si Pahit Antidiabetes
Manfaat lain dari dare adalah sebagai antidiabetes. Para dapat mencegah dan melawan penyakit diabetes melitus tipe-2. Manfaat ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan pada tahun 1962 oleh Lolitkar dan Rao yang mengekstraksi suatu zat tumbuhan yang diberi nama charantin. Zat ini memiliki efek hipoglikemik pada kelinci normal dan kelinci yang mengalami diabetes.
Peran pare sebagai efek antidiabetes merupakan pengaruh dari kandungan lektin yang memiliki aktivitas pada insulin. Lektin menurunkan konsentrasi glukosa darah dengan bekerja pada jaringan periferal yang fungsinya sama seperti efek insulin pada otak dalam menekan nafsu makan. Campuran flavonoid dan alkaloid pada pare menyebabkan pankreas memproduksi insulin lebih banyak untuk mengontrol gula darah penderita diabetes. Tak hanya itu, senyawa aktif saponin, karantin dan glikosida dan cucurbitacin pada pare memiliki efek menurunkan kadar gula darah.

Si Pahit Antioksidan
Ekstrak pare juga telah terbukti mengandung antioksidan. Aktivitas ini muncul saat ekstrak pare direbus menunjukkan perbedaan penting dalam menangkap radikal bebas. Esktrak yang diperoleh dengan maserasi dingin dengan ekstrak yang diperoleh dengan cara panas menunjukkan perbedaan signifikan karena adanya perubahan komposisi kimis tumbuhan selama proses pemanasan. Proses inilah yang meningkatkan jumlah komponen antioksidan.


No comments:

Post a Comment