Nanas merupakan jenis buah tropis
yang berasal dari Eropa. Buahnya memiliki kulit bermata dan berduri serta
memiliki rasa asam-manis. Nanas dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis,
termasuk Indonesia. Nanas (Ananas cosmosus) memiliki banyak nama lain di
berbagai daerah, seperti anes (Aceh); mas (Gayo); nonas (Batak); aneh
(Minangkabau); kanos (Lampung); danas (Sunda); panda jawa (Sumba); pedang
(Flores); nanasi (Tidore); tuis mangandow (Makasar); amasiun (Ambon); kalnasi
(Buru) dan manasi (Halmahera).
Nanas memiliki tekstur renyah dan
relatif padat. Buahnya banyak digunakan untuk berbagai industri pengolahan
makanan. Nanas memiliki berbagai manfaat terhadap kesehatan. Nanas dipercaya
mampu mengobati penyakit sendi, mencegah kanker dan mencegah penyakit asma.
Kandungan Gizi Nanas
Daging buah nanas mengandung berbagai macam zat gizi
yang memberikan kontribusi terhadap kesehatan. Daging buah nanas mengandung 85%
air, 0,4% protein, 14% karbohidrat, 0,1% lemak dan 0,5% serat. Selain itu,
nanas juga kaya akan vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin C dan serat.
Kandungan zat gizi nanas per 100
gram
Komponen Zat Gizi Jumlah
Air 88,9
gram
Energi 40
kcal
Protein 0,6
gram
Lemak 0,3
gram
Karbohidrat 9,9
gram
Serat 0,6
gram
Kalsium 22
mg
Fosfor 14
mg
Besi 0,9
mg
Magnesium 12 mg
Natrium -
Kalium 150
mg
Karoten total 90
ug
Tiamin 0,02
mg
Vitamin C 22 mg
Jika anda ingin mendapatkan
manfaat nanas bagi kesehatan, selalu konsumsi nanas dalam keadaan sudah matang.
Hindari konsumsi nanas dalam keadaan mentah atau belum matang. Pasalnya,
mengkonsumsi nanas saat belum matang justru dapat membuat iritasi tenggorokan
dan berperan sebagai pencahar.
kandungan bromelin di dalam nanas berperan sebagai antiperadangan
Bromelin, Spesialis Antiperadangan
Kehadiran bromelin dalam nanas
sudah diketahui sejak 1891 oleh Lotz-Winter. Bromelin dipercaya memberikan efek
antiperadangan, antinyeri dan antikankanker. Bromelin memiliki kemampuan untuk
mengurangi kondisi inflamasi (peradangan), seperti sinusitis, bronkitis, radang
tenggorokan, arthritis (radang sendi) dan gout (asam urat). Selain itu,
bromelin dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka, mempercepat
pemulihan sesudah operasi, mengurangi pengentalan darah dan mengurangi atau
mencegah penimbunan plak dari dinding arteri.
Penelitian yang dilakukan oleh
hale (2005) dan Secor Jr (2005) menemukan bahwa bromelin memiliki kemampuan
untuk meningkatkan respon iun, khususnya meningkatkan kadar limfosit T tubuh. Fungsi
inilah yang digunakan sebagai aktivitas antiperadangan dan antinyeri. Studi prekilinis
yang dilakukan Hale diterbitkan pada Clin Immunol (2005) menggunakan bromelin
sebagai terapi inflamasi saluran cerna.
Vitamin C dan Vitamin B, Pembawa Antioksidan
Vitamin C merupakan vitamin larut
air yang berperan sebagai antioksidan yang mampu melawan radikal bebas yang
dapat membahayakan sel normal. Selain kandungan vitamin C, nanas kaya akan
vitamin B1 dan vitamin B6 yang juga berfungis sebagai antioksidan bagi tubuh.
Radikal bebas dapat meningkatkan
risiko terbentuknya plak pada arteri pembuluh darah yang menyebabkan
aterosklerosis dan pemicu penyakit jantung. Beberapa bahaya radikal bebas di
dalam tubuh di antaranya meyebabkan penyempitan saluran napas penyebab asma,
membahayakan sel kolon yang dapat berkembang menjadi sel kanker dan menyebabkan
terjadinya nyeri sendi. Kandungan vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B6 dalam
nanas dipercaya dapat mengurangi risiko tersebut.
Serat. Penurun Kolesterol
Kandungan serat dalam nanas
berkhasiat untuk memperlancar buang air besar (laksatif), mengatur kadar
kolesterol darah dan mengatur kadar gula darah. Serat berfungsi mengikat asam
empedu sehingga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Selain itu,
serat juga membantu menurunkan penyerapan gula dalam usus yang dapat membantu
mengatur kadar gula darah.
ANDA HARUS TAHU!
Berbagai vitamin yang terkandung
dalam nanas berfungsi untuk menangkal radikal bebas dan mengurangi risiko
berbagai penyakit


No comments:
Post a Comment