Friday, November 24, 2017

KAPRI POLONG PENCEGAH OSTEOPOROSIS



Kapri baru masuk dan dikenal di Indonesia pada tahun 1980-an. Jika ditelusuri, kapri merupakan sayuran yang bersal dari Asia Tengah, yaitu India, Afganistan, Tajikistan dan bagian Barat Tian Shan. Di Indonesia, daerah yang banyak ditanami sayuran ini adalah Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara.
Sayuran yang memiliki nama latin Pisum satium ini tumbuh di daerah dengan ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Dari berbagai daerah yang telah disebutkan tadi, ada beberapa tempat yang menjadi sentra produksi kapri. Beberapa di antaranya adalah Karo (Sumatera Utara) yang bahyak memproduksi kapri segar. Sedangkan untuk kapri yang berbentuk biji belu/ baby kapri, sentra produksinya ada di malang dan Pasuruan (Jawa Timur).
Kapri merupakan tanaman semusim dan memiliki umur sekitar 3-3,5 bulan. Kapri tergolong ke dalam tanaman semak yang menjalar atau merambat dengan batang panjang, kecil, ramping, berbuku-buku dan mempunyai alat pembelit di bagian ujung cabang. Tanaman ini memiliki banyak variasi bentuk, mulai dari bulat atau bundar, hingga berbentuk keriput. Jika dilihat dari ukurannya, kapri pun memiliki variasi ukuran dari yang kecil sampai besar, dengan serat polong halus dan kasar.
Kapri memiliki beberapa varietas, tetapi yang sering dibudidayakan adalah jenis kapri field pea dan sweet pea.

a. Kapri atau Kapusiner (Pisum sativum arvense L)
kapri jenis ini memiliki ciri-ciri: buah atau polong berbentuk pipih; tekstur agak liat; biji berbentuk bulat, besar dan bersiku; biji tua yang masih mentah mempunyai rasa kelat (getir); dan pada setiap ujung buah terdapat alat pemegang berukuran pendek. Kapri biasa dikonsumsi sebagai polong muda. Warnanya dibedakan menjadi kapri ungu dan kapri putih.

b. Ercis (Pisum sativum axiphium L)
ercis memiliki ciri-ciri: buah atau polong bengkok; tidak ada alat pemegang pada ujung buahnya; biji kecil-kecil; dan biji yang sudah tua tidak terasa getir. Ercis dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut
§ Ercis dengan polong muda yang tidak mudah dipatahkan karena memiliki kandungan serat yang tinggi. Bagian yang dikonsumsi dari ercis yang dikenal dengan nama doperwt atau ercis hijau ini adalah bijinya.
§ Ercis dengan polong muda yang mudah dipatahkan karena memiliki kandungan serat rendah. Polong tua ercis ini akan berkerut sedangkan bagian bijinya tetap membengkak. Biji ercis yang dikenal dengan nama peut atau ercis gula (sweet pea) ini memiliki rasa yang enak, gurih dan manis.

Dari kedua jenis kapri tersebut, yang sering dikonsumsi jenis sweet pea. Selain itu, produk kapri juga dibagi menjadi tiga, yaitu polong muda, polong tua (biji) dan pucuk atau baby kapri. Kapri yang sering kita temuai di swalayan dan banyak diproduksi adalah baby kapri.

polong kapri kaya akan vitamin k sekaligus 
mengaktifkan osteoklasin (mengikat kalsium dari makanan)


Kandungan Gizi Kapri
Jenis kapri yang beragam menyebabkan kandungan zat gizinya pun berbeda. Berikut kandungan zat gizi antara kacang kapri dan kapri muda dalam 100 gram bahan.

Kandungan gizi kapri per 100 gram

Kandungan Gizi            Kacang Kapri                      Kapri Muda
Energi (kcal)                       98                                           42
Protein (g)                          6,7                                          3,3
Lemak (g)                           0,4                                          0,2
Karbohidrat (g)                 17,7                                          9
Kalsium (mg)                     22                                           51
Fosfor (m)                         122                                          85
Besi (mg)                             2                                             1
Vitamin A (SI)                   680                                         440
Vitamin B1 (mg)                0,34                                        0,2
Vitamin C (mg)                  26                                           49

Vitamin dan Mineral, Antioksidan Penting
Seperti kebanyakan sayuran lain, zat gizi utama dari kapri adalah serat pangan, karbohidrat, protein, lemak, provitamin A, vitamin C dan mineral. Vitamin C dalam kapri berperan sebagai antioksidan, seperti peran vitamin C di sayuran yang lain. Selain itu, kandungan thiamin, riboflavin dan niasin membantu pengaturan tingkat lemak, karbohidrat dan protein dalam tubuh.

Vitamin K dan Asam Folat, Pencegah Osteoporosis
Keistimewaan dari kapri adalah kandunga vitamin K yang berfungsi untuk mengaktifkan osteroklasin, suatu protein non-kolagen dalam tulang yang berfungsi mengikat kalsium yang kita peroleh dari makanan. Kapri juga mengandung asam folat yang penting untuk pencegahan osteoporosis dan asteroskelorosis dengan mengurangi pembentukan homosistein. Konsumsi kapri secara rutin terbukti bermanfaat sebagai anti-inflamantori untuk penderita asma, penyakit autoimun, arthritis dan asam urat.


No comments:

Post a Comment