Sayuran yang satu ini dikenal
sebagai sayuran berkelas karena harganya relatif mahal jika dibandingkan dengan
sayuran lain. Bagaimana bisa? Kandungan gizi yang padat dalam sayuran inilah
yang membuat harga jualnya tinggi. Walaupun harganya cukup mahal, sayuran
dengan warna hijau yang segar, tangkai kuat dan tunas-tunas kecilnya ini tetap
menjadi salah satu sayuran favorit keluarga yang kaya manfaat. Apalagi brokoli
(Brassica oleracea var.) memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Sayuran ini
merupakan salah satu jenis sayuran yang masuk dalam kategori kubis-kubisan,
dengan ciri khas kumpulan kuntum bunga yang membentuk gerombolan.
Sayuran hijau ini berasal dari
daerah Laut Tengah dan telah dibudidayakan sejak zaman Yunani Kuno. Jika kita
melihat sejarah perkembangan brokoli, sayuran ini pertama kali diperkenalkan ke
Amerika oleh imigran italia pada abad ke-19. Setelah itu, brokoli dibawa dari
New York ke Caifornia dan dikirim lagi ke daerah Timur pada tahun 1920.
Sementara itu, brokoli baru masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970.
Brokoli sangat cocok ditanam di
daerah pegunungan atau dataran tinggi yang beriklim sejuk. Karena itu, brokoli
mendapat julukan “cool season crop”, yaitu tanaman yang hidup di daerah sejuk. Pusat
budi daya brokoli di Indonesia berada di daerah Bukittinggi, karo, Pangalengan
dan sumber brantas.
Brokoli yang dikenal di Indonesia
ternyata memiliki berbagai macam sebutan di daerah lain, misalnya broccoli
(Inggris), yang hua ye Chai (Cina), asparkapsa (Estonia), parsakaali
(Finlandia), chou broccoli (Perancis), brokoli (Jerman), cavolo broccoli
(Italia) dan brokul (Polandia).
Kandungan Gizi Brokoli
Brokoli termasuk salah satu
keluarga dengan sayuran kubis, kol dan kangkung. Brokoli juga merupakan salah
satu jenis sayuran padat gizi. Sebut saja protein, zat besi, vitamin C, kalium,
serat dan bermacam-macam zat aktif lainnya terkandung di dalamnya. Pada setiap
100 gram brokoli, terdapat 3 gram protein, 4% zat besi dari jumlah yang
direkomendasikan, yaitu sekitar 0,8 mg serta 135% vitamin C dari jumlah harian,
yaitu sekitar 68 mg. Agar lebih jelas dapat dilihat di bawah ini.
brokoli pangan nabati yang kaya akan kalsium
Kandungan gizi brokoli per 100
gram bahan
Kandungan Gizi Jumlah
Energi (kcal) 22
Protein (g) 2,1
Lemak (g) 0,1
Karbohidrat (g) 4,5
Kalsium (mg) 52
Fosfor (mg) 54
Serat (g) 0,5
Besi (mg) 0,8
Vitamin A (RE) 210
Vitamin B1 (mg) 0,09
Vitamin B2 (mg) 0,08
Vitamin C (mg) 68
Niasin (mg) 0,5
Brokoli, si padat gizi, banyak
memiliki kandungan senyawa aktif bermanfaat. Beberapa zat gizi bermanfaat di
dalam brokoli antara lain protein, vitamin B, vitamin C, serat, serta
bermacam-macam mineral, seperti zat besi, kalsium, kalium dan selenium. Zat-zat
aktif ini memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.
Sulforaphane, Senyawa Antikanker
Sebagai zat antikanker, brokoli
megandung senyawa kimia bernama sulforaphane yang bisa menahan efek
berkelanjutan dari kanker. Isothiochyanate-nya
mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker kandung kemih dan berpengaruh
terhadap rusaknya sel kanker. Fitonutrien yang terdapat dalam brokoli dapat
memperlambat penuaan dan mengurangi risiko penyakit jantung. Brokoli juga
mengandung kromium yang berperan penting dalam membantu kerja insulin bagi pada
penderita diabetes. Dari berbagai zat gizi yang terkandung di dalam brokoli,
zat bermanfaat yang dominan adalah kalsium, serat dan vitamin C.
Serat, Pelancar Sistem Pencernaan
Serat atau yang sering disebut
dengan dietary fiber adalah karbohidrat (polisakarida) dan lignin yang tidak
dapat dihidrolisis atau diurai oleh enzim pencernaan manusia. Karena itu, serat
akan tetap utuh ketika sampai di usus besar manusia walau sudah melewati sistem
pencernaan. Kebanyakan serat menjadi media bagi fermentasi bakteri yang hidup
di usus besar.
Serat juga bermanfaat untuk mengurangi
risiko kanker karena peranannya yang cukup besar dalam pengenceran isi usus
besar, penyerapan asam empedu dan zat karsinogen lainnya. Penurunan waktu
penahanan feses yang dilakukan serat ini bersifat laksatif dan pengubah
metabolisme asam empedu.
Orang yang rajin mengkonsumsi
brokoli, kemungkinannya lebih rendah terkena kanker esophagus, perut, usus
besar, paru, laring, prostat, mulut dan faring. Kanker paling spesifik yang
bisa dicegah dengan mengkonsumsi brokoli adalah kanker kolon atau kanker usus. Para
wanita juga dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi brokoli untuk menghindari
risiko kanker rahim. Walaupun kandungan serat brokoli setara dengan setengah
roti gandum, tetapi kalorinya hanya sepersepuluhnya.
Serat terbagi menjadi dua jenis, yaitu
serat yang dapat larut air dan yang tidak dapat larut air. Serat yang dapat
larut air disebut dengan pektin, gum dan musilase. Sedangkan serat yang tidak
dapat larut air disebut selulosa, hemiselulosa dan lignin. Kedua jenis serat
itu memiliki fungsi yang berbeda.
Serat larut air berperan dalam
menurunkan kadar kolesterol darah karena dapat mengikat lemak, kolesterol dan
asam empedu. Kondisi ini akan mengakibatkan asam empedu dalam hati berkurang. Untuk
memproduksi asam empedu baru, hati akan menarik kolesterol dari darah sehingga
kadar kolesterol akan menurun.
Serat yang tidak larut air atau
yang sering disebut serat kasar bersifat antikanker. Serat jenis ini tidak
dapat terurai oleh sistem pencernaan. Peranannya di usus besar seperti busa yang
akan menyerap zat buangan dan membantu gerakan peristalik usus dalam mendorong
sisa makanan ke luar. Inilah kenapa orang yang mengalami sembelit dianjurkan
untuk mengkonsumsi serat kacar.
Kalsium, Penjaga Kepadatan Tulang
Zat lain yang memiliki kandungan
cukup tinggi dalam brokoli adalah kalsium. Seperti yang kita tahu, 99% kalsium
berada di jaringan tulang, gigi dan sel darah merah. Kebutuhan kalsium setiap
orang berbeda-beda, tergantung dari aktivitas dan usianya. Sudah banyak orang
mengerti apa manfaat kalsium, yang paling dikenal adalah mencegah osteoporosis,
serta sebagai pembentuk dan pemeliharaan tulang dan gigi.
Namun begitu, tak banyak yang
tahu jika mineral dalam tulang dan gigi kita akan tergantikan 100% setiap tujuh
tahun sekali. Karena itulah, walaupun kalsium dibutuhkan dalam jumlah yang
sedikit, tetapi keberadaannya tidak dapat diabaikan pada konsumsi makanan
setiap hari. Jika konsumsi kalsium kita sehari-hari tidak mencukupi, maka tubuh
akan mengambil persediaan kalsium dari persendian tangan, kaki dan tulang
panjang lainnya. Seorang wanita yang mengkonsumsi kalsium 400 mg labih rendah
ketika usia 20 tahun, akan mengalami tulang keropos pada usia 55 tahun.
Dibandingkan dengan bahan makanan
lain, kandungan kalsium pada secangkir brokoli tergolong tinggi, yaitu 76 mg. Lebih
tinggi dari sepotong besar tahu atau tempe (25,8 mg). Namun, lebih rendah dari
setangkupp es krim (90 mg) dan sekaleng sarden (185 mg). Kanfungan kalsium
paling tinggi terdapat dalam satu cangkir susu (350 mg).
Vitamin C dan Senyawa Karotenoid, Penangkal Radikal Bebas
Vitamin C merupakan vitamin yang
mudah larut dalam air. Vitamin ini perlu dikonsumsi setiap hari untuk memenuhi
kebutuhan zat gizi. Namun jangan khawatir, karena hampir semua sayur dan buah
mengandung vitamin C walaupun dengan jumlah yang berbeda.
Selama ini kita terdoktrin bahwa
sumber vitamin C tertinggi terdapat dalam buah jeruk. Padahal, masih banyak
buah dan sayuran lain yang jauh lebih banyak mengandung vitamin C termasuk
brokoli. Vitamin C sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai zat antioksidan yang
berguna untuk melawan radikal bebas. Vitamin C juga dapat melindungi asam lemak
tak jenuh rantai panjang, vitamin E dan vitamin A dari oksidasi. Selain itu,
vitamin C memiliki peranan pennting dalam meninngkatkan penyerapan zat besi
dalam usus.
Brokoli memiliki kandungan yang
bersifat zat antioksidan lain, yaitu senyawa karotenoid. Senyawa ini terdapat
dalam pigmen hijau daun atau yang biasa kita sebut klorofil. Makin pekat warna
sayurnya, maka makin tinggi karotenoidnya. Di dalam tubuh, senyawa ini akan
meningkatkan enzim fase-2, yaitu enzim yang berfungsi membersihkan sampah kimia
pemicu kanker.
Brokoli menjadi istimewa karena
kandungan karotenoidnya yang bukan karotenoid tunggal. Karotenoid yang ada di
dalam brokoli merupakan kumpulan dari beberapa antioksidan, termasuk betakaroten,
alfakaroten dan lutein. Bukan hal yang mengagetkan jika kekuatan brokoli dalam
mengusir zat radikal bebas dalam tubuh menjadi berlipat ganda.


No comments:
Post a Comment