Thursday, November 16, 2017

BAWANG PUTIH UMBI ANTIBIOTIK ALAMI


Masakan indonesia kaya akan rasa sedap dan gurih. Salah satu bahan masakan yang hampir selalu digunakan adalah bawang putih. Banyak yang tidak mengetahui bawang putih merupakan jenis sayuran. Padahal, jenis saturan bumbu yang satu ini paling dekat dengan masyarakat Indonesia.
Jika diamati, bawang putih adalah akar yang berwarna putih berupa umbi lapis. Tanaman ini termasuk dalam familia Liliaceace (Lili) dengan nama ilmiah Allium sativum. Bawang putih mempunyai saudara identik yang berbeda jenisnya yaitu bawang merah.
Bawang putih banyak ditemukan di daerah Asia Tengah seperti Cina dan Jepang yang memiliki iklim subtropik. Dari penelusuran sejarah, kemungkinan bawang putih ini berasal dari Kirgiz, yaitu daerah padang padang pasir Siberia. Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui manfaat bawang putih, bahkan sejak zaman dulu. Pada tahun  3000 SM, seorang pujangga Cina pernah menguji manfaat bawang putih.
Aristoteles pun pernah menguji bawng putih sebagai pengobatan pada tahun 335. Tidak berhenti sampai di situ, pada abad pertengahan, bawang putih pernah dipakai sebagai obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, kehilangan nafsu makan, gangguan paru, gigitan ular, batuk rejan dan kebotakan.
Pada abad ke-17, ketika wabah sampar melanda sebagian belahan Eropa, ada dua kelompok pendeta yang menjadi perhatan, yaitu pendeta Perancis dan pendeta Inggris. Pendeta Perancis dapat bertahan hidup lebih lama dari pendeta Inggris. Ternyata, pendeta Perancis mengkonsumsi bawang putih dalam jumlah yang banyak untuk melawan wabah sampar. Pada Perang Dunia kedua pun tentara Rusia dan tentara Jerman mengkonsumsi bawang putih sebagai pengobatan di medan pertempuran.
Satu hal yang paling khas dari bawang putih adalah bau yang dihasilkan. Masyarakat Indonesia lebih mengenal bawang putih sebagai bumbu masakan. Padahal, banyak khasiat bawang putih yang masih tersembunyi. Satu di antara khasiat tersebut adalah manfaat bawang putih sebagai antibakteri dan antijamur.

Kandungan Gizi Bawang Putih
Banyak zat positif yang terkandung dalam bawang putih. Kadar air di dalam beberapa jenis bawang ternyata cukup tinggi, yaitu sekitar 63-90 ml dengan komponen utama berupa protein, karbohidrat dan lemak. Sedangkan sebagai komponen mikron di dalam bawang, terdapat kalsium, besi, provitamin A dan serat (crude fiber). Berikut kandungan zat gizi bawang putih secara lengkap

Kandungan zat gizi bawang putih per 100 gram bahan
Kandungan Gizi                 Jumlah
Kadar air (ml)                     66,2-71
Protein (g)                          4,5-7
Karbohidrat (g)                  23,1-24,6
Serat     (g)                          0,8
Kalsium (mg)                     26-42
Besi (mg)                           1,4-1,5
Thiamine (g)                       0,25
Riboflavin (g)                     0,08
Nicotinamide (g)                0,4
Asam Askorbat (g)            10
Kalium                               346-377
Fosfor (mg)                       15-109

Saat ini orang telah mengenal bawang putih sebagai “umbi seribu khasiat”. Berikut beberapa manfaat bawang putih yang berfungsi sebagai pengobatan alternatif.

    kandungan sulfur dalam bawang putih, efektif sebagai antibiotik alami serta pereda batuk dan flu

Sulfur, Antibiotik Alami dan Pereda Flu-Batuk
Salah satu zat aktif pada bawang putih akan keluar ketika bawang putih segar dihancurkan dengan cara dicincang atau ditumbuk adalah sulfur (belerang). Zat ini berperan sebagai antibiotik alami yang efektif bagi tubuh.
Penelitian di Los Angeles terhadap lima orang yang mengalami kripto menunjukkan bahwa seluruh gejala berkurang setelah mereka mengkonsumsi bawang putih. Kripto tergolong ke dalam IO (infeksi oportunistik), yaitu infeksi yang terjadi ketika sistem pertahanan tubuh melemah karena penyakit atau paparan obat. Penelitian ini membuktikan bawang putih baik bagi kekebalan tubuh karena mengandung antibakteri dan antijamur. Kandungan dalam bawang putih mampu melawan IO termasuk herpes virus, sitomegalovirus, organisme mikrobakteri atau kandida, kriptosporidiosis (kripto) dan HIV.
Bawang putih dapat menjadi obat alternatif untuk flu dan batuk, jika anda enggan mengkonsumsi obat kimia. Anda dapat mengkonsumsi bawang putih secara langsung atau menambahkan bawang putih ekstra dalam masakan. Cara lain adalah dengan membuat obat batuk cair sendiri. Caranya, hancurkan bawang putih dan masukkan ke dalam susu dingin dalam panci, panaskan selama 1-2 menit, lalu minum hangat-hangat.
Selain menimbulkan bau dan rasa yang khas, kandungan sulfur dalam bawang putih dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan membrane mucous pada saluran pernapasan. Efek yang diberikan adalah melegakan pemampatan dan membantu mengeluarkan lendir.
Selain itu, bawang putih mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Penelitian yang pernah dilakukan pada tahun 1992 oleh Universitas Brigham young di Utah melaporkan bawang putih tumbuk dalam minyak dapat membunuh Rhinivirus tipe 2 yang menjadi penyebab umum flu.

Antiaging dan Antikanker
Penelitian lain yang dilakukan oleh Dr. Yongxiang Zhang dari University of Tokyo Jepang menyatakan bawang putih dapat menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan. Penelitian yang dilakukan pada hewan ini juga membuktikan bawang putih dapat membantu menghambat proses penuaan.
Menghambat sel kanker ternyata juga dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi bawang putih secara teratur. Penelitian yang dilakukan oleh Memorial Sloan Kattering Cancer Center ini menemukan bahan kimia bernama SAMC di dalam bawang putih yang dapat menghambat pertumuhan sel kanker.
Selain itu, zat organosulfida dalam bawang dapat membantu hati memproses senyawa kimia beracun, termasuk senyawa kimia penyebab kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Peneliti dari Penn State University merekomendasikan untuk membiarkan dulu potongan atau tumbukan bawang paling sedikit 10 menit untuk memberi waktu agar bawang membentuk kandungan-kandungan yang membantu memerangi kanker untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Antistres
Tidak berhenti sampai di situ, DR. Gilles Fillion dari Institute Pasteur di Perancis juga menemukan bawang putih ternyata membantu melepaskan serotonin, zat yang mampu mengendalikan rasa cemas, murung, rasa sakit, agresif, stres, kurang tidur dan kurang ingatan. Bahkan kadar serotonin yang dilepaskan tergolong tinggi, sehingga bisa digunak sebagai penenang dan memberikan efek menentramkan. Peran bawang putih dalam produksi serotonin ini adalah sebagai penormal sistem produksinya.

Mengurangi Risiko Komplikasi Pre-eklampsia
Beberapa ibu hamil menderita gejala pre-eklamsi ketika dalam masa kehamilan, yaitu meningkatnya tekanan darah dan kandungan protein dalam urine. Kondisi ini bisa berbaha bagi ibu dan janin yang dikandungnya. Untuk mengurangi gejala pre-eklamsia, konsumsi tablet bawang putih standar selama masa kehamilan. Walaupun pre-eklamsia dan kelambatan pertumbuhan merupakan kondisi yang kompleks, tetapi konsumsi bawang putih dapat mengurangi kemungkinan yang terjadi.
Selain manfat positif, konsumsi bawang putih berlebih juga bisa menimbulkan efek samping. Salah satunya adalah aroma khas bawang putih yang bisa mengganggu seabgian orang. Selain itu, bawang putih dapat mengurangi kemampuan darah untuk membeku. Sebaiknya penderita tromboditopenia (kekurangan unsur dalam darah yang berfungsi untuk membekukan darah) dan yang mengkonsumsi obat antitrombosit atau antibeku (misal wafarin), berkonsultasi dengan dokter berkaitan dengan jumlah konsumsi bawang putih. Walaupun penelitian mengenai manfaat bawang putih belom begitu banyak dilakukan, tetapi penggunaannya sebagai rempah tetap aman.

Vitamin dan Mineral Penting

Zat aktif yang terdapat dalam bawang putih adalah asam amino; zat mineral, seperti germanium, selenium, zink; serta vitamin A, B dan C. Bau khas yang menyengat bawang putih ternyata berasal dari allicin yang banyak memberikan manfaat. Manfaat lain dari bawang putih, yaitu dapat menurunkan tingkat kolesterol dan trigliserid yang tinggi. Dalam awang putih juga terdapat zat antikolesterol bernama ajoene yang dapat mencegah penggumpalan darah. Namun, manfaat ini masih kurang efektif jika dibandingkan dengan penurunan kolesterol dan trigliserid lewat pengaturan pola makan dan penggunaan obat penurunan kolesterol.

No comments:

Post a Comment