Saturday, November 18, 2017

BIT SANG PENURUN DARAH TINGGI



Banyak orang masih bimbang dalam menentukan kategori tanaman ini. Masih banyak yang mengelompokkan tanaman ini sebagai buah-buahan, padahal sebenarnya tanaman ini termasuk dalam kategori sayur-sayuran. Apalagi jika dilihat dari jenisnya yang masih merupakan anggota dari Amaranthaceace dan termasuk dalam umbi-umbian, maka buah bit termasuk ke dalam golongan sayuran. Tanaman dengan nama latin Beta vulgaris ini masih merupakan tanaman baru di Indonesia yang belum banyak dimanfaatkan. Padahal di balik warna merah tuanya, bit menyimpan banyak kandungan gizi yang bermanfaat.
Umbi bit mengandung sukrosa dengan konsentrasi tinggi. Jika dilihat dari hubbungannya dengan tanaman lain, bit masih berhubungan dekat dengan tanaman beetroot, chard dan fodder beet. Jika dilihat dari siklus hidupnya, bit termasuk dalam umbi biennial yaitu tanaman yang memiliki siklus 12 hingga 24 bulan dalam wilayah beriklim sedang. Ciri lain tanaman ini adalah menghasilkan gula selama tahun pertama pertumbuhan, baru kemudian muncul bunga-bunga dan benih pada tahun kedua.
Tanaman bit biasa ditanam di daerah sejuk seperti Eropa Timur, Eropa barat Laut, Jepang Utara dan beberapa daerah di Amerika Serikat. Sementara itu, tanaman bit di Indonesia banyak ditanam di pulau Jawa, terutama Cipanas, lembang, Pengalengan dan Batu. Waktu yang tepat untuk menanam bit saat musim semi, sehingga dapat dipanen pada permulaan musim gugur atau awal musim dingin.
Manfaat yang sering diambil adalah gulanya karena memang tanaman ini mengandung sukrosa dengan konsentrasi tinggi. Gula yang tersimpan dalam bit memiliki kesamaan dengan parsip, tanaman semacam wortel. Kandungan gula pada bit sebanyak 17% dari berat total. Namun, kadarnya tergantung dari varietas dan variasi dari tahun ke tahun dan dari satu lokasi ke lokasi lain.
Jumlah kandungan gula dalam bit ini lebih besar dari kandungan gula tebu. Jenis gula yang dihasilkan dari bit merupakan gula kristal putih (sukrosa) yang sering disebut dengan gula bit. Tentunya gula yang dihasilkan ini berasal dari umbi bit yang diambil sari-sarinya.
konsumsi jus bit mampu menurunkan tekanan darah tinggi


Kandungan Gizi Bit
Seperti penjelasan yang sudah dijelaskan tadi, bit mengandung gula yang bermanfaat bagi tubuh. Gula yang terdapat dalam bit tersebut berasal dari karbohidrat. Selain itu, bit juga mengandung protein dan lemak, tetapi dalam jumlah yag sedikit. Berikut kandungan gizi bit

Kandungan gizi bit secara umum per 100 gram bahan

Kandungan Gizi                 Jumlah
Energi (kcal)                       41
Protein (g)                          1,6
Lemak (g)                           0,1
Karbohidrat (g)                  9,6
Kalsium (mg)                     27
Fosfor (mg)                        43
Besi (mg)                            1
Vitamin A (RE)                   20
Vitamin B1 (mg)                0,02
Vitamin C (mg)                  10
BDD (%)                            75

Nitrat, Penurun Darah
Zat penting yang banyak terkandung di dalam bit adalah nitrat. Salah satu penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa efek nitrat pada bit dapat menambah stamina sebesar 16%. Pernyataan yang dilakukan University of Extere dan The Peninsula Medical School ini menyatakan konsumsi buah bit secara teratur setiap hari bisa membantu lebih lama tanpa rasa capek.
Journal of Applied Physicology juga memuat hasil penelitian dari beberapa partisipan yang diberikan konsumsi bit. Dalam penelitian tersebut, setelah meminum jus bit, partisipan menggunakan lebih sedikit oksigen saat diminta bersepeda dengan kecepatan lambat. Ternyata, otot-otot pada partisipan tersebut dapat bekerja dalam jumlah yang sama walaupun energi yang digunakan lebih sedikit. Saat diminta untuk bersepeda denga jarak sesuai kemampuan, partisipan dapat mengayuh beberapa menit lebih lama dibandingkan sebelum mengkonsumsi jus bit.
Setengah liter jus bit terbukti secara efektif menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kesehatan. Hal ini ditunjukkan pada penelitian yang pernah dilakukan di Barts and London Medical School serta Queen Mary University of London. Penelitian ini menunjukkan manfaat jus bit dalam menurunkan tekanan darah sebagai dampak kandungan nitrat yang cukup tinggi di dalam sayuran ini.
Mekanisme bit mampu menurunkan tekanan darah adalah dengan mengubah kadar nitrat anorganik di dalam buah bit menjadi menjadi gas oksida saat dimakan. Setelah itu, gas akan membuka pembuluh darah dan menimbulkan rasa rileks. Akibatnya, tekanan darah seseorang akan turun. Penelitan tersebut juga menunjukkan efek ini terlihat lebih jelas pada laki-laki daripada wanita. Belum diketahui alasan dari kondisi ini.
Penelitian lain juga dilakukan dengan memberikan 500 ml jus buah bit pada penderita hipertensi. Hasilnya, tekanan darah mulai turun pada periode 1 jam pertama. Tekanan darah kembali turun pada periode 2,5 jam berikutnya sebesar 10 mmHg. Bahkan pada 3 jam setelahnya, tekanan darah masih dapat turun sekitar 8mmHg dan stabil selama 24 jam.
Nitrat sebagai pemegang peranan penting penurun tekanan darah, tidak hanya di temukan di dalam bit. Sayuran hijau lain, seperti kol dan bayam, juga mengandung nitrat yang cukup tinggi. Apalagi jika mengkonsumsinya dalam bentuk jus.

Selain nitrat, bit mengandung potasium dan asam folat yang juga penting dalam proses mengatur tekanan darah. Kandungan nitrat yang telah diserap oleh tubuh akan diubah menjadi nitrin yang dapat merileksikan jaringan otot sehingga dapat menurunkan aliran darah. Secara alami, buah bit dapat membantu kesehatan fungsi pembuluh darah dan melawan homosistein yang dapat merusak pembuluh darah. Bahkan, sebuah penelitian di Inggris menyatakan bahwa jus buah bit sama efektifnya dengan tablet nitrat dalam mengendalikan hipertensi.                                                                          

No comments:

Post a Comment