Sayuran yang satu ini bukanlah
termasuk sayuran yang populer di kalangan masyarakat. Baru pada beberapa tahun
terakhir setelah ditemukan banyak manfaat dari sayuran ini, kecipir menjadi
salah satu sayuran yang mulai dikonsumsi.
Kecipir atau yang memiliki nama
latin Psophocarpus tetragonolobus L pertama kali ditemukan oleh Rumphius pada
tahun 1747. Tanaman yang termasuk dalam famili Leguminosae ini diduga berasal
dari Afrika, tepatnya dari Madagaskar dan Mauritus yang kemudian menyebar
sampai ke Asia. Di kawasan Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik, kecipir ditanam
sebagai sayuran sampingan. Di Indonesia, kecipir diperkirakan baru masuk pada
abad ke-17.
Sayuran yang satu ini termasuk
sayuran yang memiliki banyak nama lain di beberapa daerah. Beberapa nama
kecipir yang dikenal di luar negeri adalah wingged bean, asparagus bean atau
pea, four-angled bean atau four-cournered bean, goa bean, manila bean dan
mauritus bean. Di Indonesia, kecipir juga memiliki berbagai macam sebutan
seperti kacang botol atau kacang belingbing (Sumatera), jaat (Sunda) kelongkang
(Bali) dan Biraro (Ternate).
Di Myanmar dan Papua Nugini,
kecipir telah lebih dahulu dibudidayakan dalam skala produksi yang
menguntungkan. Dilihat dari jenisnya, kecipir yang banyak dibudidayakan di
Indonesia adalah kecipir berbunga ungu dan kecipir berbunga putiih. Ciri-ciri
kecipir berbunga ungu adalah ukuran polong pendek (15-20 cm) sedangkan kecipir
berbunga putih memiliki ukuran polong panjang (30-40 cm) dengan biji relatif
kecil.
Tanaman ini dapat ditanam di
banyak tempat sampai dengan tempat yang mencapai ketinggian 2.200 m di dataran
tinggi Papua. Walaupun kecipir tahan terhadap suhu tinggi, tanaman ini tidak
tahan di suhu rendah. Suhu yang lebih tinggi dari 32 derajat Celcius atau lebih
rendah dari 18 derajat Celcius akan menghambat pembentukan bunga.
Hampir sama dengan jenis
biji-bijian lainnya, kecipir yang termasuk dalam famili Leguminosae, memiliki
zat antinutrisi. Bila kecipir dimakan dalam keadaan mentah, dapat menyebabkan
keracunan. Kandungan zat ini leih rendah dibandingkan degan kandungan zat
antinutrisi dalam kecipir adalah tripsin, kimotripsin inhibitor, amylase inhibitor,
fitohemaglutinin, sianogenik glikosida dan saponin.
kecipir sumber asam amino lisin dan sistein yang lebih tinggi daripada kadungan dalam kedelai
Kandungan Gizi Kecipir
Hampir semua bagian dari kecipir
dapat dimanfaat. Berikut kandungan gizi kecipir setiap bagiannya per 100 gram.
Kandungan gizi kecipir per 100
gram
Kandungan Gizi Biji Tua Umbi Daun
Air 8,7-24,6 54,9-65,2 64,2-85
Protein (g) 29,8-39 3-15 5-7,6
Lemak (g) 15,0-20,4 0,4-1,1 0,5-2,5
KH (g) 23,9-42 27,2-30,5 3-8,5
Serat (g) 3,7-16,1 1,6-17 3-4,2
Abu (g) 3,3-4,9 0,9-1,7 1-2,9
Kaya Asam Amino, Sumber Protein Berkualitas
Hampir semua bagian dari kecipir
dapat dimanfaatkan. Tak mengherankan jika kecipir dapat dimanfaatkan. Tak
mengherankan jika kecipir menyimpan banyak efek positif bagi tubuh. Biji
kecipir yang telah masak memiliki kandungan protein tinggi, yaitu sekitar
30-37%. Protein pada biji kecipir ini merupakan protein berkualitas sangat baik
karena mengandung asam amino yang lengkap dengan kadar yang tinggi.
Apabila dibandingkan dengan ketela pohon
atau ubi jalar, kualitaas biji kecipir juga masih lebih unggul. Bahkan,
kandungan asam amino lisin dan sisteinnya lebih tinggi daripada kedelai.
Kualitas protein dalam biji kecipir ini hanya bisa ditandingi oleh kedelai dan
kacang tanah.
Protein juga terkandung dalam
daunnya. Kadar protein dalam daun ini setara dengan kadar protein dalam daun
singkong. Polong kecipir juga merupakan sumber protein, karbohidrat dan vitamin
A. Walaupun kandungan energi dalam kecipir termasuk rendah, tetapi kandungan
vitamin dan mineralnya cukup tinggi. Bagian lain yang juga mengandung protein
tinggi adalah bagian umbinya


No comments:
Post a Comment