Paprika masih termasuk dalam
keluarga cabai. Paprika merah merupakan salah satu tipe dari cabai besar yang
berasal dari suku terung-terungan (Solanaceae). Paprika (Capsicum annum
varietas Athena) berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang telah
dibudidayakan sebelum Columbus mendarat di benua tersebut. Paprika menyebar ke
Eropa dan Asia pada tahun 1500. Di Indonesia, paprika baru mulai dibudidayakan
pada tahun 1990.
Negara penghasil paprika adalah
Bulgaria, Hungaria, Maroko, Portugal, Spanyol, Serbia dan Montenegro. Di
Indonesia, salah sayu tempat yang menjadi pusat penanaman paprika adalah daerah
Jawa Barat.
Berdasarkan ukuran buah, paprika
dibedakan menjadi empat, yaitu kecil (diameter buah 6,5-8cm, bobot buah 120-160
gram), sedang (diameter buah 7,5-9,5 cm, bobot buah 160-200 gram), besar
(diameter buah 9-11 cm, bobot buah > 250 gram). Sedangkan menurut warnanya,
paprika dibagi menjadi empat jenis yaitu merah, hijau, kuning dan oranye. Dari
keempat jenis paprika ini, paprika merah memiliki kandungan gizi tertinggi.
Untuk tumbuh dengan baik, paprika
membutuhkan kondisi agroklimat yang sesuai. Paprika dapat ditanam di daerah
dataran tinggi. Pembudidayaan paprika dilakukan selama setahun di daerah yang
beriklim subtropis. Jika ditanam di daerah tropis, paprika membutuhkan waktu
beberapa tahun untuk berkembang. Paprika membutuhkan kondisi tertentu untuk
pertumbuhannya, yaitu pada suhu 24-30 derajat Celcius pada siang hari dan 9-12
derajat Celcius pada malam hari. Namun, paprika masih bisa bertahan pada suhu
38 derajat Celcius.
Paprika termasuk sayuran buah
yang mudah rusak (perishable food). Setelah dipanen, paprika akan mengalami
perubahan kimia, fisik, serta organoleptik. Hal ini disebabkan aktivitas
fisiologis yang masih tetap berjalan, antara lain respirasi. Paprika yang sudah
dipetik masih mungkin mengalami senescence dan pembusukan. Dari bentuknya,
paprika dibagi menjadi dua, yaitu paprika dengan bentuk blok (blocky) atau
lonceng (bell) dan paprika denga bentuk lonjong (lamujo).
Kandungan Gizi Paprika
Paprika memang mengandung sedikit
protein, lemak dan gula. Sebaliknya, paprika banyak mengandung karoten dan
sumber vitamin C. Bahkan, kandungan vitamin C pada paprika jauh lebih tinggi
daripada vitamin C pada buah jeruk. Berikut kandungan gizi paprika secara umum
per 100 gram.
paprika merah memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi daripada jeruk
Kandungan gizi paprika per 100
gram bahan
Kandungan gizi Paprika Merah Paprika Hijau Paprika Kuning
Protein (g) 0,99 0,86 1
Lemak total (g) 0,3 0,17 0,21
Karbohidrat (g) 6,03 4,64 6,32
Vitamin C (mg) 190 0,06 183,5
Vitamin A (IU) 3,131 0,37 200
Sumber Vitamin C Tinggi, Melawan Radikal Bebas
Paprika memiliki banyak manfaat
jika dilihat dari zat kimia yang terkandung di dalamnya. Di antara jenis
paprika yang ada, paprika merah memiliki kandungan vitamin C yang paling
tinggi. Kandungan betakaroten daripada paprika merah pun lebih unggul dari
paprika hijau, yaitu sembilan kali lipat lebih besar.
Sebagian besar kandungan vitamin
C pada paprika merah ini terkonsentrasi pada bagian dekat kulit. Vitamin C
dikenal karena manfaatnya sebagai antioksidan yang berperan dalam melawan
radikal bebas. Selain vitamin C, paprika merah juga mengandung vitamin A yang
cukup tinggi. Betakaroten dalam vitamin A pun memiliki peranan penting dalam
mencerdaskan otak.
Antosianin, Pewarna Alami dan
Antioksidan
Selain vitamin, paprika juga
mengandung antosianin, pigmen yang larut air ini bertanggung jawab terhadap
warna biru, ungu, violet, magenta, merah dan oranye yang muncul pada tanaman. Zai
ini aman dikonsumsi karena tidak beracun dan tidak menimbulkan mutasi genetik.
Hal ini juga membuktikan bahwa pewarna alami antosianin aman digunakan.
Antosianin ini juga termasuk dalam golongan antioksidan seperti pada vitamin C.


Ternyata paprika merah bagus ya buat kesehatan. Biasanya aku suka makan ini buat dibikin salad, enaaak :D
ReplyDeleteCheers,
Dee - heydeerahma.com
hehe iya, apapun yang ada di bumi ini ada khasiatnya
ReplyDelete