Thursday, November 30, 2017

PAPRIKA MERAH PELAWAN RADIKAL BEBAS


Paprika masih termasuk dalam keluarga cabai. Paprika merah merupakan salah satu tipe dari cabai besar yang berasal dari suku terung-terungan (Solanaceae). Paprika (Capsicum annum varietas Athena) berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang telah dibudidayakan sebelum Columbus mendarat di benua tersebut. Paprika menyebar ke Eropa dan Asia pada tahun 1500. Di Indonesia, paprika baru mulai dibudidayakan pada tahun 1990.

Negara penghasil paprika adalah Bulgaria, Hungaria, Maroko, Portugal, Spanyol, Serbia dan Montenegro. Di Indonesia, salah sayu tempat yang menjadi pusat penanaman paprika adalah daerah Jawa Barat.
Berdasarkan ukuran buah, paprika dibedakan menjadi empat, yaitu kecil (diameter buah 6,5-8cm, bobot buah 120-160 gram), sedang (diameter buah 7,5-9,5 cm, bobot buah 160-200 gram), besar (diameter buah 9-11 cm, bobot buah > 250 gram). Sedangkan menurut warnanya, paprika dibagi menjadi empat jenis yaitu merah, hijau, kuning dan oranye. Dari keempat jenis paprika ini, paprika merah memiliki kandungan gizi tertinggi.
Untuk tumbuh dengan baik, paprika membutuhkan kondisi agroklimat yang sesuai. Paprika dapat ditanam di daerah dataran tinggi. Pembudidayaan paprika dilakukan selama setahun di daerah yang beriklim subtropis. Jika ditanam di daerah tropis, paprika membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berkembang. Paprika membutuhkan kondisi tertentu untuk pertumbuhannya, yaitu pada suhu 24-30 derajat Celcius pada siang hari dan 9-12 derajat Celcius pada malam hari. Namun, paprika masih bisa bertahan pada suhu 38 derajat Celcius.
Paprika termasuk sayuran buah yang mudah rusak (perishable food). Setelah dipanen, paprika akan mengalami perubahan kimia, fisik, serta organoleptik. Hal ini disebabkan aktivitas fisiologis yang masih tetap berjalan, antara lain respirasi. Paprika yang sudah dipetik masih mungkin mengalami senescence dan pembusukan. Dari bentuknya, paprika dibagi menjadi dua, yaitu paprika dengan bentuk blok (blocky) atau lonceng (bell) dan paprika denga bentuk lonjong (lamujo).

Kandungan Gizi Paprika
Paprika memang mengandung sedikit protein, lemak dan gula. Sebaliknya, paprika banyak mengandung karoten dan sumber vitamin C. Bahkan, kandungan vitamin C pada paprika jauh lebih tinggi daripada vitamin C pada buah jeruk. Berikut kandungan gizi paprika secara umum per 100 gram.
                     paprika merah memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi daripada jeruk

Kandungan gizi paprika per 100 gram bahan
Kandungan gizi              Paprika Merah                   Paprika Hijau                      Paprika Kuning
Protein (g)                          0,99                                       0,86                                     1
Lemak total (g)                   0,3                                         0,17                                    0,21
Karbohidrat (g)                  6,03                                        4,64                                    6,32
Vitamin C (mg)                  190                                        0,06                                     183,5
Vitamin A (IU)                   3,131                                     0,37                                      200

Sumber Vitamin C Tinggi, Melawan Radikal Bebas
Paprika memiliki banyak manfaat jika dilihat dari zat kimia yang terkandung di dalamnya. Di antara jenis paprika yang ada, paprika merah memiliki kandungan vitamin C yang paling tinggi. Kandungan betakaroten daripada paprika merah pun lebih unggul dari paprika hijau, yaitu sembilan kali lipat lebih besar.
Sebagian besar kandungan vitamin C pada paprika merah ini terkonsentrasi pada bagian dekat kulit. Vitamin C dikenal karena manfaatnya sebagai antioksidan yang berperan dalam melawan radikal bebas. Selain vitamin C, paprika merah juga mengandung vitamin A yang cukup tinggi. Betakaroten dalam vitamin A pun memiliki peranan penting dalam mencerdaskan otak.

Antosianin, Pewarna Alami dan Antioksidan
Selain vitamin, paprika juga mengandung antosianin, pigmen yang larut air ini bertanggung jawab terhadap warna biru, ungu, violet, magenta, merah dan oranye yang muncul pada tanaman. Zai ini aman dikonsumsi karena tidak beracun dan tidak menimbulkan mutasi genetik. Hal ini juga membuktikan bahwa pewarna alami antosianin aman digunakan. Antosianin ini juga termasuk dalam golongan antioksidan seperti pada vitamin C.




2 comments:

  1. Ternyata paprika merah bagus ya buat kesehatan. Biasanya aku suka makan ini buat dibikin salad, enaaak :D

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    ReplyDelete
  2. hehe iya, apapun yang ada di bumi ini ada khasiatnya

    ReplyDelete